
Aether pada akhirnya tetap mengambil perintah tersebut untuk menjadi Sebagai pemimpin dari Kamp ini, di luar ia memang ingin segera menyelesaikan tugas untuk membunuh para Goblin.
Langkah pertama yang diambil pada saat itu ia lah dengan mengumpulkan para pemimpin batalion beserta jajaran semua itu dilakukan untuk mengatur ulang semua rencana.
Aether juga tidak memakai yang baginya akan terlalu sulit, markas dari para Goblin sudah ada di depan mata dan yang ia perlukan saat ini hanyalah Sebuah rencana untuk menang, tapi setelah mendengar beberapa pengakuan dari para Kapten, mereka menemukan semangat juang dari para prajurit saat ini sedang down akibat para.
“Untuk para prajurit, aku ingin kalian mengumpulkan mereka Semua Setelah Selesai rapat ini, dan kulihat apakah mereka masih bisa dikatakan Sebagai para prajurit atau tidak.”
Aether mengatakan kalimat tegas tentang keraguan nya kepada prajurit yang ada disana, dan Segera mendapatkan Angukan oleh mereka Semua, rapat dilakukan dengan cepat karena Aether tidak ada yang terlalu bisa diperdebatkan, karena rencana dari Aether yang lumayan simpel dan mudah dimengerti.
Dengan cepat para Prajurit dikumpulkan di Suatu tempat, mereka segera berjejer di sesuai dengan batalion masing masing tempat mereka ditugaskan.
“Aku dengar kalian merengek ingin pulang?”
Aether sama Sekali tidak basa-basi, dengan mengeluarkan kekuatan Fitting Spiritnya untuk menekankan Setiap ucapanya menjadi Semakin tegas. Ia belajar ini di film-film untuk terlihat lebih menakutkan.
“Apakah kalian menganggap teman-teman yang mati itu sebagai sampah!!”
“Bukan kalian menggap Para Goblin itu sebagai monster rendahan.”
“kemana Semua Semangat itu, atau Cita-cita kalian Sebagai prajurit Hanya ingin berakhir menjadi tertawaan para Goblin.”
Aether terus menekan Semangat mereka hingga mereka kembali bergaira Setidaknya untuk membalas Para teman-teman yang telah mati karena ulah para Goblin yang ada. Yang memang ucapan dari Aether terbukti untuk Setidaknya membakar Semangat yang dari tadi telah terpendam.
Saat minat pasukan telah kembali yang perlu mereka lakukan Adalah untuk menyerang, Aether perkirakan Kamp dari tempat itu hampir sama dengan kamp dulu tempat Aether bersama dengan kelompok Yuno.
Namun jika ada yang membedakannya adalah kemampuan dari Para Goblin ini Sedikit lebih kuat, tapi Aether yakin walaupun mereka pasukannya saat ini masih terlihat belum berpengalaman Tapi ia melihat kalau level mereka lumayan tinggi.
Apalagi mereka tentunya Sudah mengalami beberapa pelatihan khusus dengan Sedikit perintah saja Seharusnya bisa menjadi tentara yang baik.
Sanggarak Sebagai komandan Awal sangat mengagumi Aether Sebagai pengambil keputusan yang baik, terutama Rencana yang sangat Simpel malah menurutnya malah Menjadi cara terbaik untuk Para prajurit yang mengalami keterpurukan mental.
Awalnya ia mengira kalau Aether adalah Seorang Koki yang hanya bermodalkan Surat rekomendasi Semata, namun Semakin lama kinerjanya di lapangan ia harus mengakui Kalau IA memang adalah orang yang layak dihormati.
Apalagi saat mereka mendapatkan Sergapan dari para goblin Jika bukan Karena Aether sudah tidak terhitung korban yang terjatuh di pihaknya atau bisa-bsa mereka terbantai oleh para Goblin itu.
Jujur saja Ia Juga awalnya mengira kalau perjalan ini akan berlangsung cukup cepat pasalnya mereka bertarung hanya melawan Goblin monster yang terus ia anggap Sebagai sampah, Sehingga saat melihat para prajurit yang terlihat meremehkan para goblin ia tidak berkata apa- apa pasalnya ia juga memiliki Pikiran yang sama dengan apa yang mereka pikirkan.
Sehingga saat mereka hampir dibunuh para Goblin ia merasa sangat malu, karena dan membiarkan untuk semantara waktu Aether yang akan mengambil kepemimpinan, apalagi kemampuan bertarungnya yang sepertinya memang sangat tinggi.
Teriakan Singa
Beginner level 1
Teriakan anda akan memberikan kepada prajurit yang ada pimpin,
Efek: menghilangkan Efek stun yang terjadi kepada prajurit yang kau pimpin
Sebuah teriakan penuh Semangat Aether, menambah motivasi para prajurit, Dengan Aether yang ada di depan mereka Motivasi mereka Semakin besar. Pertarungan itu tidak terlalu lama dan terbukti Kelompok Aether yang sudah Siap dengan cepat mendominasi pertarungan.
Bahkan para Goblin yang seharusnya menyulitkan mereka tidak berarti apa-apa karena memang sudah di habis atau dilemahkan lebih dulu oleh Aether. Sehingga mereka bisa menang dengan hampir tidak ada korban jiwa.
Beberapa orang luka namun Seharusnya itu bukan masalah karena mereka membawa lumayan potion dan Aether akan siap-Siap menjualnya jika memang potion mereka akan habis Ditengah jalan.
Setelah kemenangan itu Mereka merayakannya dengan riang Gembira dengan Aether yang kembali bertugas untuk menjadi chef untuk mereka Semua, makanan enak dari Aether yang membuat mereka Sangat bersemangat.
Apalagi skill memasaknya telah memasuki tingkat lanjutnya yang membuat Setiap masakannya terkadang akan memiliki efek khusus,membuat setiap masakan itu semakin dinikmati oleh para pasukan yang ada disana.
Setelah itu mereka bersiap untuk pulang, yang ternyata Di dalam perjalan tersebut Yang masih ditugaskan untuk memimpin pasukan adalah Aether, karena Sanggarak masih sedikit tidak enak untuk memimpin dan Aether sama Sekali tidak masalah akan hal itu.
Namun di tegah perjalan mereka Sempat di hentikan oleh Sebuah pasukan yang terdiri dari beberapa orang paladin, kelompok itu Segera bergabung dengan mereka apalagi memang mereka berada di kerajaan yang sama Hanya saya mereka berbeda Devisi, atau setidaknya mereka Setidaknya lebih berpengalaman dari pada pasukan dari aether saat ini.
Karena mereka saat ini merupakan kenalan dari Sanggarak maka Aether terus berperang Sebagai Koki yang baik, namun kembali lagi ia tidak menyangka kalau para pasukan Sebelah akan membuat keributan Setelah mencium dari bau masakan dari Aether.
Aether kembali mendapatkan masalah karena itu hingga ia kembali harus dipanggil ke tempat para pemimpin pasukan belanda, yang ia harapkan saat itu hanya satu yaitu iya yang tidak ingin di suruh untuk memasak untuk para prajurit yang ada di tempat ini.
Sebuah kejadian yang tidak terduga di lihatnya saat masuk kesana, pasalnya salah satu kenalannya berada di tempat itu, itu tidak lain adalah Vanesa sang mawar putih yang dikagumi oleh banyak orang.
Ia tidak menyangka kalau Vanessa Sebenarnya Adalah Sebuah priest eksekutif dari Sebuah Gereja bahkan telah menjadi anak tuhan di gereja yang mengabdi.
“Haloha, sialan,” ucapnya di tengah banyak orang yang ada disana.
Banyak orang yang terlihat sangat kaget Setelah melihat Vanesa mengenal Aether sepertinya ia adalah pemegang keputusan tertinggi di tempat ini.
“Jujur aku Sedikit terkejut,” balas Aether.
“Jadi apa aku mendapat masalah?” lanjutnya
“Seperti yang kau tahu untuk sementara kau akan dialihkan dari Koki Prajurit menjadi para Eksekutif di tempat ini,” balasanya santai.
Aether dengan muda Setuju karena menurutnya itu tidak ada masalah jika dibandingkan harus memasak untuk ratusan orang.