
Saat sampai di Tamalanrea mereka disambut bagaikan pahlawan, Orang-orang dari storm hunter telah di usir dari Tempat ini, Sehingga terlihat raut wajah kebahagiaan dari para penduduk Sekitar sana, Dan Yeremia Telah dipastikan telah menjadi walikota baru menggantikan Storm hunter.
Area tujuan mereka adalah Ke diamana dari Yeremia, pada saat itu mereka berpisah karena North dan Bruce di tugaskan untuk menjadi mencari perbekalan untuk perjalanan mereka kedepannya.
Aether ingin Setelah ia menyelesaikan urusannya dengan Yeremia bisa langsung Segera melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.
Sebenarnya ia bisa saja langsung pergi karena daerah yang telah ia tuju mereka telah ketahui, tapi Karena Aether belum mendapatkan pemberitahuan kalau misinya telah Selesai membuatnya berpendapat kalau ia memang seharusnya telah Selesai setelah ia bertemu dengan sang raja.
Walaupun ia tidak berharap mendapatkan hadiah Setidaknya ia masih ingin mendapatkan EXP karena misi ini lumayan menguras tenaganya.
“Aku telah menunggumu.”
Setelah sampai di kediaman miliki yeremia, Aether melihat kalau orang yang cari Sedang duduk santai di teras kediamannya sambil menunggu kedatangan dari Aether.
“Aku benar-benar takjub akan aksimu di Istana.”
Setelah berita aksi Aether di istana sampai di telinganya Yeremia hampir pingsan akan hal itu, ia tidak tahu kalau utusan yang akan dikirim akan Senekat itu, bahkan harus menawan anak dari sang kaisar.
“Aku tidak punya pilihan lain saat itu, dan aku minta maaf jika aku membuatmu gugup.”
“Jujur saja melihat bagaimana strom hunter memburu kalian aku Juga mulai tidak percaya Diri kalau kalian bisa menyelesaikannya.”
{Anda telah menyelesaikan QUEST menjadi pembawa pesan}
+50%familiarity dengan npc yeremia
Exp juga didapatkan
Anda naik level
“Setidaknya aku naik level,” gumamnya dalam hati Setelah melihat pemberitahuan kalau ia baru saja naik level.
“Maaf karena tidak bisa memberikan hadiah, kau tahu Sendiri kalau kota ini masih perlu banyak perbaikan,” jelas Yeremia
“Tapi aku dengar kau ingin ke gurun kematian untuk mengecek sihir hitam yang ada disana, aku akan meminjamkanmu ini,” ucapnya memperlihatkan Sebuah cincin kepada Aether.
Ring of light
Required Level: 45
Garde Rare
Damage : 20+ 30
- Menambah Str +10
- Menambah Poin Faith +150
[Status saat ini dipinjamkan]
Cincin yang sangat mempesona bagi Aether, mereka saat ini Sedang ingin melakukan perjalanan untuk melawan pengikut kegelapan, dan salah satu cara untuk memperkuat diri melawan para pasukan kegelapan adalah dengan memiliki status Faith yang tinggi.
Dan Cincin memberikan ruang kepada Aether untuk menutupi itu, Sehingga ia tentunya sangat bersemangat untuk mengambil, walaupun saat ini statusnya masih dipinjamkan yang artinya Setelah misinya Selesai di pegunungan itu.
Ia harus Segera mengembalikannya kepada Yeremia,ia terus memperhatikan Cincin yang ada di hadapannya, bahkan beberapa niat buruk mulai ada di kepalanya untuk mendapatkan cincin ini.
“Sepertinya kau menyukainya, tapi maaf aku tidak bisa memberikan itu karena itu adalah cincin yang terus diwariskan oleh turun temurun di generasi ini,”
Yeremia tidak berpikir kalau Aether saat ini berniat untuk membunuhnya haya karena cincin itu, ia hanya berpikir kalau Aether kemungkinan Ingin membeli cincin itu untuk dia miliki.
“Baik, aku berterima kasih karena telah meminjamkan cincin yang berharga Seperti ini,” setelah beberapa tarikan nafas Aether memutuskan untuk berpamitan kepada Yeremia.
“Ia, dan aku berdoa untuk mu bisa mendapatkan Apa yang saat itu kau cari,” balas Yeremia yang mengirimi kepergian dari Aether.
Aether bertemu dengan North dan Bruce di pusat kota, yang telah menyelesaikan kegiatan berbelanja nya, North juga membelikan beberapa peralatan Kepada Bruce hingga nantinya mereka bisa lebih baik dalam bertarung.
Karena masalah yang ada disini telah Selesai mereka Segera melanjutkan perjalanan, menuju tempat dimana petualangan Selanjutnya akan tercipta.
. . . . . . . . . . . . . .
Renata dengan hewan peliharaan terus membuat kontribusi besar dalam perang yang ada disana, hingga ia mendapatkan lumayang banyak uang dari berburu Goblin.
Uang-uang itu kebanyakan digunakan untuk memberikan makanan kepada Hewan panggilannya. Yang ia memang tidak masalah akan hal itu karena semua uang itu didapatkan dari Owl sebagai hewan peliharaanya terus berburu banyak Goblin.
Yang terkadang membuatnya terkadang Sedikit jengkel jika ada Sesuatu baju atau peralatan yang renata inginkan namun ia tidak bisa mengenakannya karena tidak cocok dengan job yang ia ambil.
Karena memang kebiasaan ia hanya akan memilih peralatan atau baju Sesuai dengan fashion yang ia tahu, bukan melihat bagaimana itu akan berguna akan dirinya. Karena baginya Selama itu bisa membuatnya terlihat cantik maka itu bukanlah Sebuah masalah yang harus ia takutkan.
Terus terusan melawan para gomblin membuatnya bosan, sehingga Sebuah keputusan yang tidak diketahui akan sangat berpengaruh di kerajaan maritage telah ia ambil dengan pergi meninggalkan medang perang.
Dan mengambil perjalan Secara pribadi menuju ke benua tengah, ia tidak akrab dengan orang-orang yang ada disana, Sehingga saat ia pergi ia tidak mengatakan apapun.
Tentu tujuannya tidak lain untuk bertemu dengan Reyhan, karena ia mengendarai Sebuah monster yang bisa terbang, waktu yang ia butuhkan untuk sampai benua tengah lebih Singkat dari kebanyakan orang .
“Kalau tidak salah, terakhir ia mengatakan ia saat ini berada di Gereja Gaia,” Gumamnya saat sampai di kota antang.
Ia terus berjalan-jalan di kota dengan terus berusaha mencari Gereja Gaia yang ia ingat dari cerita Reyhan.
“sepertinya apa yang ia katakan dulu memang ada benarnya!”
Saat ia melihat secara langsung bagaimana penampilan dari Gereja Gaia, ia akhirnya mengerti kenapa Reyhan terlihat sangat lesu Setelah ia menceritakannya.
“Kakak kok bisa Secantik ini Sih,” ucap Seorang anak yang menyambutnya saat baru masuk ke dalam sana.
Beberapa ucapan lainya terus dilontarkan anak-anak yang ada disana, kepada Rena, sampai-sampai renata tidak tahu harus membalas apa.
“Kakak mau tinggal bermain dengan kita, kalau tinggal lebih lama kita bisa makan makanan dari om-om yang tidak ganteng.” Ucap salah satu anak yang terlihat berusaha menahannya tinggal.
“Kamu jangan ngomong gitu doan, entar kak renata tidak mau lagi dengan ka Aether jika kamu bilang ia adalah om-om yang tidak ganteng,” balas anak lainya memarahi anak yang pertama.
mereka juga berusaha menjelaskan walaupun om-om itu tidak ganteng tapi ia memiliki kemampuan memasak yang sangat enak dan bisa di jamin membuat Renata sangat senang
Renata menanyakan se sosok om-om itu hingga ia mendapt kalau yang mereka madsud adalah Aether, dan yang membuat Renata Sedikit salah tingkah karena melihat anak-anak ini berusaha menjodohkannya dengan Aether.
“Kalau kakak gimana? Nggak dijodohin juga dengan om-om tidak ganteng itu.”
Salah satu perempuan yang melihat pembicaraan Renata menghampiri mereka, dan Segera membuat anak-ana yang ada disana langsung kabur.
“Tidak mau, kakak terlalu galak,” ucap mereka Sebelum mereka kabur dari kejaran perempuan itu.