
[Immortal killer]
Grade:uniq
Dendam dari seorang yang tersakiti membuat sebuah jiwa berniat untuk membunuh semua makhluk immortal yang ada di dunia ini. Saat melawan para mahluk immortal akan melipat gandakan penalty penurunan level kepada lawan.
Syarat penggunaan: Orang yang memegang [SERPENTINE AMULET]
[karena alasan khusus penalti yang dapatkan dari terbunuh menjadi berkali kali lipat]
[Level anda turun sebanyak 9 kali]
[killer knife]
[hunting hopp]
Urea terkejut bukan main setelah mendapatkan pemberitahuan berbagai penalti yang didapatkan, apalagi beberapa peralatannya yang terjatuh akibat kalah dalam pertarungan itu
Dari efek dari [Immortal killer] dari Aether dan penalti yang ia dapatkan dari status [deathwish]. Membuat Penalti akibat kematian yang diterima menjadi lebih berkali kali lipat.
Aether cukup senang melihat beberapa dropan yang dijatuhkan anastasia, tapi ia tidak bisa terus menikmati apa yang Aether dapatkan saat ini ia hanya menyimpannya dalam tas penyimpanan yang ia miliki.
“Biarkan mereka mendekat urus saja para monster yang mereka miliki untuk orang yang manusia biarkan aku yang mengurusnya.”
Aether mengirimkan pesan kepada joker untuk mengurus para monster Sedangkan untuk pasukan utama mereka biarkan Aether yang mengurusnya.
Ia segera mengaktifkan [Moon splinter nya]
Terlihat energi yang awalnya berbentuk Aura itu segera terfokus dalam pilah yang dimiliki tombaknya. Dengan skillnya ini ia berhasil untuk mengalahkan setiap anggota dari nightcoffen yang berusaha membalaskan dendamnya.
Satu persatu dari mereka akhirnya merasa ada yang aneh setelah melihat bagaimana denda yang mereka miliki setelah di bunuh oleh aether.
“Sial sepertinya aku memang harus membunuh manusia untuk membuat kalung sialan itu aktif,” gumam Aether.
Jika Dihitung dengan Rurea ia sudah membunuh puluhan orang, tapi jumlah yang ada disana tidak bertambah sama sekali.
Tapi saat ini ia tidak berada dalam keadaan untuk memilih milih lawan, karena jumlah mereka yang sangat berbading jauh.
“Wahai sang dewa yang menerangi dunia, berikan aku kekuatan dan lindungi para ksatria yang berusaha untuk melindungimu,”
Terdengar seseorang yang memberikan mantra blessing kepadanya, segera Aether mendapatkan beberapa peningkatan status.
Aether sempat melihatnya, dan tahu kalau ia adalah satu satu petinggi dari storm hunter yang kemarin menyambutnya.
“Aku mendapatkan perintah untuk mendukungmu dari belakang,” ucap perempuan bernama Legea
“Mendekatlah lebih sedikit, jangan terlalu lalu jauh,” ucap Aether karena melihat jarak perempuan itu dari tempat Aether terlalu jauh maka akan sangat sulit untuk melindunginya dari jarak yang seperti itu.
“Karena kita akan membuat konten ucap Aether sambil tersenyum.” Lanjut Aether.
“konten,”
Legea kebingungan tentang apa yang terjadi tapi ia hanya bisa mengikuti Aether yang dari belakang, Aether baru saja mendapatkan pesan dari cleo kalau pasukan dari yuno sudah sampai, sehingga ia bebas melakukan apa yang dia inginkan.
“Ingat jangan sampai ketinggalan,” ucap Aether
Karena beberapa orang yang berasal dari Nigtcofeen sepertinya mulai sadar kalau Aether memiliki sesuatu yang dapat melipat gandakan penalty kematian sehingga mereka mulai menjauhinya.”
“Jangan kabur kalian,” teriak Aether yang berusaha mengejar beberapa orang.
“bukan itu terlihat memalukan saat merundung orang-orang yang memiliki level i bawahmu,” ucap Uban yang datang untuk menghentikan Aether.
“Kalau kau mau ceramah jangan di medan perang, ini bukan harta yang membuatmu bisa bercerita saat sedang bertarung,” ucap Aether yang berniat meladeni Uban.
Namun hanya dalam dua pertempuran saja Uban akhirnya sadar kalau merupakan sebuah kesalahan besar ia berusaha menghadang Aether.
“Kalau kau sudah di sini jangan berusaha untuk kabur lagi,” Aether terus meningkatkan sernagannya kepada uban, dan hanya butuh beberapa detik sebelum ia membunuh Uban.
Uban sangat terkjut ia kalah dengan mudah oleh Aether tapi ia semain terjut saat melihat finalty yang lebih bayak biasanya, dan semakin terkejut dengan pedang yang sangat ia sayangi juga jatuh setelah di kalahkan oleh Aether
Aether tidak terlalu peduli dengan Uban, setelah mengalahkannya ia hanya mengambil pedang yang diajtuhkan oleh Uban dan segera membunuh semuah rekan ubang yang berusaha melawan Aether.
Tapi sepertinya uban bergerak cepat, setelah ia keluar dari game ia Segera mungkin melakukan berbagai cara untuk memberitahukan anak anak yang iab awha guildnya untuk menyuruh mereka menjauhi Aether.
Karena penalti yang bisa membunuh dan melibatkan penalti dalam kematian, tapi Aether tidak membiarkan itu, ia kesini untuk membunuh manusia sehingga Saat para kelompok ini mendekat kepadanya ia tidak berniat melepaskannya.
“Bukan kami yang menyerangmu, itu Nightcoffee kenapa kau malah terlihat menyerang kami dengan gila gila seperti ini,” protes salah satu petinggi Pohon surga yang berhasil menghentikan serangan Aether.
“Apa kalian akan menerima nya kalau aku bilang karena kalian manusia!” setelah berdiam selama beberapa detik ia memberikan jawaban yang membuat orang yang ada disana menguba karena mendengar itu.
Tapi Aether tidak peduli, Jika uban saja bisa Ia bunuh apalagi bawahan yang tentunya memiliki level yang lebih rendah dari Uban.
“Apa orang ini adalah orang gila?” gumam Legea
Melihat cara bertarung Aether yang brutal, yang membuatnya terlihat seperti Orang Gila yang berusaha membunuh semua orang yang ada di hadapannya.
Walaupun Aether terlihat asal menyerang sangat jelas kalau Aether masih bisa untuk mengontrol diri, karena terbukti saat Legea membutuhkan bantuan ia dengan cepat membantunya Sehingga Hampir tidak ada satu serangan pun yang bisa mengenainya.
“Joker mengatakan setelah kau membunuh Uban dan rurea dari pihak musuh hanya ada satu pemain lagi yang sepertinya Seorang npc, yang berada di garis terbelakang pasukan,” ucap Legea yang menyampaikan pesan dari Joker.
“Ia tidak menyuruhku untuk membunuh jendral itu bukan?” Tanya Aether.
Bagi Aether itu terdengar sebuah perintah kepada Aether untuk menerobos pasukan ini hanya dengan dua orang semata.
“tunggu, tunggu, aku akan bertanya kepadanya,” ucap legea gugup.
Perang seperti ini tidak perang ia alami Sehingga ia mulai gugup harus melakukan apa, ia adalah orang yang berasal dari salah satu guild yang tergabung dalam otgram tapi ia tidak pernah menemukan orang segila Aether dalam guild.
“Sudahlah, berusahalah untuk lebih mendekat saat bertarung, aku juga penasaran untuk mencoba sesuatu yang baru.”
Aether terlihat benar benar ingin menerobos pasukan yang banyak ini untuk mengincar kapten yang ada di belakang sana.
“Igat fokusmu hanya menjaga untuk tidak membiarkan Hpku mencapai Nol, saat aku memberikanmu kode segera lakukan hel,” Aether mulai memberikan arahan kepada LEGea
Dengan adanya legea disampingnya akan membuat berbagai baju dan hadiah dari para dwarf menjadi lebih berfungsi.
Sehingga Aether sangat tertarik untuk membuat mencobanya dalam perang seperti ini, Jika pun mati Yuno sudah ada disini dan ia sudah membunuh pemimpin pasukan musuh sehingga seharusnya tidak masalah untuk melakukan beberapa percobaan