
Mereka mulai merayakan keberhasilan acara pertama mereka ini, “Untuk memulainya mari kita dengarkan beberapa pata kata, dari bos kita,” ucap vanessa memberikan kata sambutan.
“Sebenarnya aku ingin bilang untuk tidak makan terlalu banyak,” sebuah ucapan yang hampir membuat Vanesa melemparnya, “tapi aku tahu kalau itu tidak mungkin untuk acara makan ini aku hanya berharap untuk kalian, terus bertahan disini, dan menjadi saksi perusahaan ini bisa terus berkembang kearah yang lebih besar artinya, aku tidak suka terlalu banyak bicara karena sudah terlanjur aku tidak ingin pulang sebelum kalian makan dengan puas ,” lanjutnya sambil mengangkat gelas tanda mereka bisa makan sepuasnya.
“Kalian sudah dengarkan, jangan ada yang pulang sebelum kalian kenyang,” ucap Vanesa setelah itu mereka pun makan sepuasnya.
Sambil mereka makan satu persatu dari tamu juga bergabung dalam acara makan –makan ini, seperti biasa Renata datang akan sangat menarik perhatian banyak orang, tapi mereka tidak peduli dengan masalah kecil seperti itu karena mereka memang sedang larut dalam kesenangan.
Tentu mereka sangat senang, dengan kedatangan terutama Reyhan yang akhirnya dapat tersenyum, puas setelah ia membayar tagihan. Kedatangan Renata ke tempat ini ternyata membawa sebuah berkah tersendiri.
Karena kedatangannya Reyhan mendapatkan bonus Sebesar 30% dari semua biaya yang harus dibayarkan, hanya dengan modal ia menyuruh Renata untuk tanda tangan berfoto bersama bersama dengan anak sang pemilik yang ternyata pemilik rumah makan tersebut sangat fans dengan renata.
“aku tahu apa yang ada di kepala kalian, tapi saranku simpan saja itu di kepala dan jangan mengeluarkannya,” ucap Reyhan.
Membuat semua orang yang ada disana tertawa, terutama para manajer yang sangat tahu kalau Reyhan yang terkenal tidak menerima bantuan atau memanfaatkan kenalannya malah menggunakan renata untuk kepentingannya pribadi.
“Idi ngancem,” ejek vanessa.
“Kau! Ku bilang diam,” ucap Reyhan dengan sedikit ngegas.
“Ma!ma! liat ma dia itu bos yang galak,” melihat reyhan yang emosi vanesa lasung kabur berlindung ke arah mamanya.
“Kalian, ini sudah jadi pemimpin sebuah perusahaan tapi masih seperti anak kecil.”
Karena tingkah mereka yang seperti itu akhirnya mereka mendapatkan nasehat dari ibu dan ayah vanessa.
“Dia yang mulai,” ucap reyhan.
“Pelit,” sebuah kalimat singkat vanessa ucapkan kepada Reyhan.
“sebagai orang yang lebih tua, REYA aku memberikanmu beberapa nasehat untuk mencari laki-laki jangan mencari orang pelit seperti itu,” kali ini vanessa merubah targetnya ke arah renata.
“Kok malah jadi ke aku,” ucap Renata yang cemberut, ia juga sangat menikmati obrolan ini terkejut saat obrolannya di arah kepadanya.
“Tidak apa, karena mila suka yang plit seperti kak Reyhan,” Ucap Mila yang malam membuat semua orang tertawa, karena ucapan itu sama sekali tidak membantu.
Karena secara tidak langsung Mila memperjelas Kalau Reyhan memang adalah orang yang pelit, tapi Reyhan masih memberikan jempol kepada mila karena telah berusaha untuk membantunya
Hari itu berakhir manis, untuk semua orang para karyawan yang ada disana berakhir tersenyum, sedangkan para tamu juga senang, atas keberhasilan reyhan.
Har itu menjadi hari yang santai sebelum mereka disibukkan dalam rangkai acara pembukaan dari perusaahn, yang akan di adakan satu minggu dari sekarang.
Reyhan meminta Maaf kepada Renata, tapi ia sudah bulat kalau ia tidak ingin acara perempuan tersebut terlalu menarik perhatian.
“Aku tidak masalah, yang aku ingin lakukan hanya hadir dalam acara tersebut jika memang tidak harus tampil itu bukan masalah,” balas Renata.
Yang pada akhirnya renata memang tidak masalah ia memang diundang untuk menghadiri acara tersebut jika ada beberapa hal ia memang akan tampil, jadi jika memang ia tidak harus tampil ia sama sekali tidak masalah.
Satu minggu itu Reyhan ingin habiskan untuk bersama dengan Ji sun, bruce, vanesa, renata dan Mila untuk menghibur diri.
Dengan mendatangi beberapa tempat rekreasi, sebagai orang dari luar negeri Reyhan tentu merasa tidak enak kalau mereka tidak dibawah memahami keindahan alam nusantara sulawesi, awalnya itu menjadi acara para laki-laki.
Sebelum mila mengamuk untuk ikut, sehingga Vanesa, dan renata juga ikut dalam acara itu, “Aku mengerti kalau Mia ingin ikut, tapi kenapa kalian juga ikut?” tanya reyhan kepada Vanesa dengan renata.
“Kalau aku menemani mia, sekaligus jalan-jalan,” balas vanessa sambil tersenyum, yang sebenarnya ia hanya tidak ingin kalau mereka semua aksi rekreasi sedang ia tinggal dengan mengurus guild dan perusahaan.
“kalau kau pergi siapa yang akan mengawasi para pegawai? Vanesa cantik ,” ucap reyhan dengan sangat jengkel.
“Kalau aku hanya butuh beberapa liburan setelah melakukan beberapa tour di luar negeri, sekaligus menemani perempuan itu,” ucap renata yang dilihat oleh reyhan dan yang lainnya.
Sulawesi selatan mungkin kurang memiliki tempat wisata yang indah jika dibandingkan dengan bali, tapi jika kalian riset lebih dalam akan ada beberapa tempat wisata yang jarang terekspos yang sangat layak untuk dikunjungi.
Tentu yang paling terkenal adalah daerah toraja, melihat keunikan dari orang tolotang yang ada di sidrap yang sangat kental dengan kehidupan spiritualnya, pangkep dengan wisata air terjun atau pemandian air panas yang ada di sidrap, ata goa tomanpu yang ada di bone
Selama beberapa hari mereka terus berpindah tempat untuk terus menikmati liburan yang ada disana, walaupun liburan tersebut terasa sangat sulit untuk dinikmati karena mereka ada beberapa orang yang sangat terkenal.
Jika tidak mengenali ji sun, pasti akan ada yang mengenali vanesa atau setidaknya mereka pasti akan mengenali renata.
Jadi kemanapun mereka pergi pasti akan ada beberapa orang yang mengenali mereka bertiga. “Maaf karena itu akan sangat mengganggu, tapi beginilah yang terjadi saat aku bepergian kemana pun itu,” ucap Renata yang sedikit meminta maaf.
“Jangan meminta maaf, ia memang harus terbiasa dengan kejadian seperti ini,” balas vanesa santai.
“Benar, kau saat ini memang harus terbiasa dengan hal seperti ini,” ucap ji sun kepada reyhan.
“kalian itu terlalu berisik, dari tadi aku tidak bilang apa-apa dan terus saja mereka , ia ngak mila,” ucap reyhan yang saat itu berada di pundak Reyhan.
Karena terlalu jauh berjalan mila harus digendong Reyhan, ia memilih untuk mengabaikan orang yang banyak bicara itu dengan terus berjalan menikmati pemandangan yang ada.
Mereka saat ini ada di bantimurung yang memang terkenal akan pemandangannya, karena memang dari Awal reyhan sama sekali tidak masalah dengan banyak orang yang meminta foto kepada teman-temannya mereka saja yang terus mengapa jengkel padahal ia sama tidak ada masalah