VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
bo han



Bo Han ini sudah seperti bos di guild ini, btw nama Guild dari mereka Adalah lima mahkota biru. Tidak ada yang tau maksud dari nama tersebut tapi ini memang adalah Nama yang di buat oleh Ayah dari North itu sendiri.


Mereka saat ini berada di telaga cinta, mereka sedang berburu monster berjenis setan Yaitu Succubus, levelnya tidak tinggi sehingga sangat cocok untuk diburu bagi para pendatang baru yang ada di guild mereka.


Bo Han dengan santai terus mengawal mereka untuk terus meningkatkam level, karena kurang nya pengalaman para pendatang baru ini sering kali mendapatkan membuat  masalah seperti terkepung oleh monster  tapi dengan kemampuan Bo Han mereka dapat menyelesaikan semua itu.


Dalam tim ini hanya berisi para perempuan semata, sehingga dalam tim tersebut hanya ada Bo Han yang terus mencari kesempatan untuk menyentuh nyentuh tubuh para perempuan yang ada disana.


Dan ini adalah syarat yang Bo han berisakan kepada ketua guild mereka sebelum mereka bergabung, bahwa ia hanya akan membantu para pemian permepuan untuk menaikkan level mereka.


Saat bersama dengan para anggota Guildnya Bo Han akan terus menggunakan Pakaian dengan armor lengkap jadi mereka tidak pernah melihat bagaimana sosok dari armor yang ada dalam sana.


Karena moster yang mereka bunuh adalah para sucbus yang merupakan tipe monster yang seringkali mengendalikan para npc untuk di jadikan budak mereka, membuat Bo Han sudah terlalu banyak membunuh Npc dan memang itu terlihat dari Hpnya yang dimiliki telah berwarna Merah Tanda kalau sampai ia mati dalam pertarungan maka Penalty kematiannya akan berkali kali lipat.


“Bukankah kita harus istirahat dulu, hingga status death penalty yang kamu miliki berkurang,” ucap salah satu perempuan yang memang bertugas untuk melayani BO Han.


{Status deathwish dan death penalty pada dasarnya sama namun dalam death finalty itu berlaku kepada para manusia dan tidak memberikan penambahan status apapun melaikan ini hanya pertadah kalau mereka telah membunuh terlalu banyak orang.}


“Jangan Khawatir, aku adalah orang terkuat, di tempat ini tidak ada yang bisa mengalahkanku.” Ucapnya  dengan sangat percaya diri ia bahkan sedikit tertawa untuk memperjelas kalau semenjak ia bermain belum pernah ada orang yang mengalahkannya dalam pertarungan baik itu monster atau para pemain.


“Sepertinya kau tidak berubah,” ucap Aether yang segera menarik perhatian mereka semua.


“Kalau kata orang lain saatnya mencoba,” Lanjut Aether yang bersiap melakukan serangan pertamanya .


Aether yang muncul dari belakang, sedangkan North yang muncul dari depan sudah bersiap untuk menghadang mereka jika berusaha kabur.


Serangan pertama Aether lakukan dengan menggunakan Skill [milky Way] yang membuatnya dapat melemparkan beberapa Tombak. Serangan itu berfungsi untuk membuat pergerakan dari BO Han terlihat kacau


Tentu Aether tidak berharap apa- apa dengan serangan sederhana seperti itu, terlihat Serangan lemparan lemparan tombaknya  masih bisa ditangkis bahkan dihindari dengan mudah.


Setelah membuat pergerakan Bo han sedikit terganggu Aether segera menyerang, Aether Juga telah mengaktifkan [moon splitter] Sehingga saat ini ujung tombaknya terkumpul sebuah aura yang sangat hebat yang siap untuk membunuh lawan lawannya.


“Oi bocah, apa hanya ini kemampuan orang yang katanya tidak terkalahkan,” pancing Aether sambil tersenyum.


Dengan satu pertempuran Aether terlihat sudah bisa memukul mundur  Bo han Sehingga membuat orang yang mengikutinya berusaha untuk membantu Namun North bersama dengan su Jin berusaha menghentikan mereka.


Terutama Su jin yang menjelaskan kalau Kadal itu Adalah bos mereka yang sesungguhnya sehingga mereka tidak bisa untuk sembarang bergerak.


Semua orang yang ada disana terlihat terkejut bukan Main setelah melihat bos yang selama ini mereka ingin lihat, karena mereka sangat penasaran Ras apa yang North Ambil.


Dalam khayalan mereka north akan sangat ganteng apalagi jika ia memilih ras yang memiliki aura ketampanan seperti elf, atau sebenarnya North memilih manusia dan rambutnya Sedikit di rubah itu sudah sangat ganteng.


Siapa kau, apa yang membuatmu menyerangku,” tanya Bo Han Karena merasa orang yang menyerang ini bukan orang sembarangan maka seharusnya ia mengenal orang itu.


Ia saat ini berusaha keluar dari tekanan tapi itu sangat sulit karena kemampuannya tidak sebanding dengan orang yang dia lawan. Beberapa serangan yang berusaha ia lakukan dapat ditangkis dengan mudah oleh Aether


“Sebagai seorang yang memainkan death Game bukankah kemampuanmu terlalu banyak menurung, dan tidak penting aku siapa tapi apa kau sudah mendapatkan ijin dari kakakmu untuk bermain game ini,” ucap Aether yang berhasil membuka Topengnya.


Aether terus mengejek Bo han yang menurutnya kemampuannya terlalu banyak menurun karena terus menuruti pikirannya yang selalu tertarik dengan para perempuan cantik. Sehingga ia mungkin tidak pernah melatih dirinya lagi.


Di balik topeng tersebut ada sesosok perempuan cantik yang masih sangat mudah di dalamnya,umurnya berkisar 10 sampai 15 tahun.


 semakin Bo Han bertarung semakin ia tahu kalau orang ini sangat tahu akan dirinya, tapi seingatnya dalam death Game ia tidak mengenal seseorang yang sangat ahli dalam perarungan mengunakan tombak.


Setelah cukup lama berpikir akhirnya menyadi orang yang ia lawan saat ini, setelah ia berpikir lebih keras haya ada satu orang yang mengenalnya sebaik itu, terutama sampai kakaknya hanya ada satu orang.


“Hyun,  kenapa bisa kau tahu di mana keberadaaanku,” ucap BO HAN yang akhirnya menyadari Aether sebagai lakalasi kenalanya dahulu.


Bagi  Bo han, Aether adalah Sosok kakak yang sering kali membantunya untuk melawan para orang Gila yang ada di di permainan saat itu.  sehingga saat ia tahu kalau orang yang menyerangnya adalah Aether,  bahkan tidak ada sedikit keberanian dalam dirinya untuk melawan.


“Kali ini aku akan membunuh, kalau kakakmu juga bermain suruh dia untuk menghubungiku karena aku perlu beberapa bantuannya jika ia memang masih bermain.” Ucap Aether sebelum ia benar membunuh  Bo han.


[anda membunuh seorang pembunuh yang keji, status Immortal Killer dilipat dangakan.]


Sebuah pembiratahuan yang mengejutkan Aether, ia tidak tahu seberapa banyak orang yang di bunuh Bohan sampai ia mendapatkan pemberitahuan seperti itu, padahal saat ia melawan orang orang dari neihtcefeen ia tidak pernah mendapatkan pemberitahuan seperti itu.


Apalagi saat ia melihat berbagai peralatan yang  Bo han Aether saat itu lasung merasa tidak Enak, “Dengan segini banyaknya peralatan yang ia jatuh sepertinya walaupn aku tida menyuruhnya sepertinya ia masih akan melaporkannku kepada kakkanya


“Jadi dari awal kau sudah tahu kalau ia adalah perempuan dan umurnya masih sangat mudah.” Ucap North yang menghampirinya.


“Ya aku cukup dekat dengannya saat masih bermain terutama kakaknya yang memiliki kemampuan yang sangat hebat. “ Balas Aether.


“Jujur saja, sebenarnya kalau kalian beruntung, kalian bisa merekrut banyak pemain death game karena yang kutahu banyak pemain dari death Game yang berasal dari Korea atau jepang, tentu tidak semua dari mereka memiliki kemampuan bertarung seperti orang tadi,  kalau masalah kemampuan seharusnya mereka tidak kalah dengan para petinggi Guild di guild sedang yang berusaha bangkit,” jelas Aether.


Yang Aether dengar saat itu Orang orang asia seperti Korea dan jepang berusaha menggunakan Death game untuk menjadi cara baru untuk membunuh diri mereka sendiri Sehingga populasi death game yang ada disana cukup tinggi.


Aether Cukup mengingat saat itu ada sebuah lonjakan orang-orang yang masuk dalam death game dan kebanyakan dari mereka berasal dari Asia terutama Korea dan jepang.


“tapi sekali lagi akan sangat sulit untuk menemukan orang yang memiliki pikiran seperti orang Normal.”


Aether menggaris bawahi kalau jika mereka ingin merekrut para pemain dari death game mereka Harus bersiap untuk melihat hal hal Seperti itu karena bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan apapun yang mereka inginkan di death game tentu akan sangat sulit untuk melihat mereka bertingkah seperti orang biasa  yang pada umumnya.