
Saat para pemain yang meragukan bagaimana perkembangan perang nantinya saat ini Aether sedang berdiri di atas benteng dan terus melihat Area yang nantinya akan menjadi area pertempuran.
Ia terus membayangkan apa yang akan terjadi dalam mendan perang, jika ini hanya satu lich itu akan menjadi lebih mudah karena kemungkinan akan lebih mudah untuk mengetahui cara mereka menyerang yang menakutkan kalau pasukan yang nantinya menyerang adalah ada beberapa orang lich yang di pimpin oleh satu orang.
Maka dipastikan kalau itu akan menjadi lebih merepotkan apalagi setelah melihat kalau deskripsi pesan nya adalah perang ini akan dipimpin oleh seorang lich.
Jadi ada dua kemungkinan ia akan memimpin pasukan skeletonnya atau ia akan memimpin pasukan lich untuk menyerang tempat ini.
“Do menurutmu apa akan ada Death knight yang sekuat dirimu dulu yang akan menyerang kita?” tanya Aether kepada Aldo.
Dunia saat ini masih dipusingkan oleh sosok death knight dari pihak para Orc, dan Aether juga mengingat bagaimana kekuatan dari aldo saat menjadi seorang death knight, maka memang akan sedikit mengkhawatirkan kalau akan ada satu orang seperti itu muncul dalam perteragun kedepannya.
Aether tahu kalau kemungkinan itu sangat sedikit karena sangat tidak mudah untuk menemukan seorang death kening seperti itu tapi tetap saja setiap memikirkannya itu akan mengkhawatirkan.
“Walaupun ada kemungkinannya sangat kecil,” ucap Aldo singkat.
“Bos, tidak biasanya kau banyak berpikir, mau bertarung siapa tahu kau bisa lebih tenang setelah melakukan beberapa sparing,” balas aldo sambil tersenyum.
Mendengar ucapan dari aldo membuat aether sadar kalau seperti nya ia memang terlalu banyak berpikir dan memang bukan seharusnya ia seperti itu, ia memang adalah orang yang banyak berpikir, tapi bukan yang akan khawatir akan kalah dalam pertarungan seperti ini.
Sepertinya ucapan anak anak yang ada di kantor membuatnya sedikit kepikiran dan memang jika mereka kalah dalam pertempuran ini itu bisa merusak segala rencana mereka baik itu di desa ataupun rencana mereka di dunia nyata.
“Kau yakin, karena sepertinya aku memiliki firasat kalau aku bisa menaklukanmu saat ini,” ucapnya kepada Aldo.
Dan segera mereka pun tiba dalam medan pertempuran dimana mereka bisa bertarung. Kabar dari Aether dan Aldo yang akan latihan kembali menyebar dan segala kegiatan yang ada di sekitarnya segera berhenti untuk menyaksikan kedua pemain terbesar yang ada di desa keali bertarung.
Aether terlihat memulai Aura Weaponnya, aether juga langsung mulai dengan menggunakan perisai, beberapa petinggi yang melihat itu berpendapat kalau aether saat ini sedang berusaha membiasakan diri untuk pertarungan dengan menggunakan perisai.
Perisai yang Aether gunakan adalah sebuah perisai kecil yang biasanya di gunakan para sparta atau kapten amerika untuk bertarung.
Setelah mengaktifkan aura wepoannya ke arah senjata senjata yang digunakan, mereka berdua telah siap, aldo terlebih dahulu mengambil inisiatif untuk menyerang menggunakan pedang besarnya.
Aether terlihat melihat itu dengan baik sehingga ia dengan mudah menhidarinya, ia menggunakan tongkat nya untuk sebagai tongkat sehingga Ia bisa melompat ke atas.
Namun sepertinya itu sudah di tunggu oleh Aldo Sehingga Ia menggunakan pedang kecil langsung menargetkan Aether dengan sangat cepat terlihat pedang itu memanggang dan menargetkan Aether.
Tapi tapi Aether juga tidak panik dengan menggunakan perisai yang dia miliki ia berhasil menangkis tusukan pedang itu.
Walaupun hasilnya ia terpukul mundur karena terdorong akibat tusukan tadi, saat masih di udara dengan menggunakan galaksi spiral. Aether terus melemparkan tombaknya kepada Aldo.
Ia tidak ingin aldi terus menyudutkannya, sehingga ia dapat mendarat dengan aman, karena aether tentu tidak terlalu ingin menjadi orang yang tersesat ia mulai menyerang gila gila.
Semua orang terkejut karena cara bertarung aether, “Aku adalah seorang asura, makhluk yang tidak takut akan kematian, bertarung bagaikan hewan buas dan mengalahkan semua lawan lawannya yang aku hadapi.”
“Itu baru seharusnya Bos yang aku akui,” balas Aldo yang juga bersemangat dengan ucapan dari aether.
Semenajak Aether juga miliki skil shileld mastery ia juga memiliki skil yang membuatnya memegang dua senjata di saat bersamaan.
Sehingga Saat Aether terus mendekat ia tidak berhenti melepaskan berbagai tombak yang dimiliki seperti orang gila.
“Jika hanya Seperti ini itu hanya membuatku kecewa , balas Aldo yang menkis Semua tombak yang dia miliki.
“sepertinya belakangan ini kau terlalu banyak bicara,” ucap Aether yang menarik perisai yang tadinya ia lempar.
Memang tadi perisai itu berhasil ditangkap oleh Aldo dan aldo sengaja menulisnya ke arah yang jauh dari Aether Sehingga aether tidak lagi bisa menggunakan nya.
Jadinya ia tidak tahu kalau Aether masih bisa membuat perisai itu berbalik dan menyerangnya, hal ini membuat Aldo terkecoh dan berusaha menghindari arah perisai itu.
Tapi saat itu ia benar tertipu sebenarnya perisai itu tidak berusaha menyerang Aldo tapi itu hanya kembali ke tangan dari Aether tapi berkat kelemahan dari dari Aldo segera mengeksekusi [Milky Way].
Dan saat itu aldo yang tidak siap tekerna dengan telak dan membuatnya terlempar, tentu tidak mengalihkan melukai Aldo secara serius tapi Dalam pertarungan seperti ini Aldo bisa dikatakan Oleh Aether.
“Kali ini aku bisa dikatakan menang bukan,” ucap Aether melihat Aldo yang sudah berdiri.
“Tapi bukankah ini bukan yang kau cari,” balas Aldo
“Tidak masalah, aku akhirnya memutuskan kalau ini akan mengganggu perkembanganku jika terus memikirkannya, selama sebuah senjata di gunakan untuk menyerang dan Sebuah perisai untuk bertahan itu sama sekali bukan masalah kan,” jawab Aether sangat simpel
“tapi kamu menggunakan perisa tadi hanya untuk pengalih perhatian semata, itu sangat berbeda dengan apa yang kau katakan tadi,” gumam Aldo dalam hati.
Tapi karena melihat Aether sudah memutuskan seperti itu ia tidak membantah dan lebih memilih untuk melihat apa yang akan Aether lakukan dengan perkembangan karakter yang diinginkan.
Semua orang terlihat senang dan memberikan tepuk tangan atas pertarungan tadi semua orang melihat pertarungan tadi mereka semua semakin bersemangat. Karena melihat perbedaan kekuatan Aether dengan aldo namun aether masih bisa memberikan perlawanan yang seperti itutentu memberikan motivasi yang berlebih.
Setelah pertarungan tadi Aether memiliki sebuah gambaran apa yang harus ia lakukan pertama ia ke tempat dimana Bruce berada, ia disana bersama dengan gurunya yang sedang berusaha mengejar bagaimana cara menjadi blacksmith yang bagus.
Mereka terlihat terkejut melihat kedatangan dari Aether yang tiba-tiba itu , bruce segara menyambut aether. Santai aku hanya datang kesini hanya untuk menanyakan apa kau bisa membuatkanku sesuatu.
Mereka pun segera membicarakan barang yang akan Aether buat.