VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
laba-laba peledak 3



Penampilan dari North yang memang terkesan aneh bahkan untuk jenis seorang Lizardman ia masih terlihat berbeda sendiri, dengan badannya yang besar yang lebih terlihat seperti beruang, atau lengan tambahannya yang ada di bagian belakangnya membuatnya kian terlihat aneh.


Mungkin orang dari ras lain yang mendapatkan penampilan seperti ini akan tidak menjadi masalah, tapi sekarang saat itu muncul diantara para lizardman membuatnya akan terasa sangat Aneh. Tapi satu hal yang Aether membuatnya sangat merasa dekat dengan North mungkin karena mereka merasa aneh di kelas masing masing.


Bahkan aksinya menggeser batu itu mendapatkan apresiasi berubah tepuk tangan dari piko yang ada di samping Aether.


“sepertinya sekarang aku berpikir kau lebih cocok menjadi Seorang entertainment,”


“kalau itu aku setuju karena memang aku adalah seorang intertanait sejati,” ucap North dengan bangga.


Candaan tersebut berakhir dengan mereka yang  tertawa bersama, Candaan Seperti ini juga membuat poki yang tadi nya sedikit tegang karena takut membuat masalah kini semakin tenang, mereka yang telah membuat sebuah party kini bersiap masuk.


“Sepertinya jobmu itu bukan Sebuah job biasa!” ucap North yang melihat kalau saat ini ia mendapatkan efek khusus peningkatan kekuatan Sebesar 15 persen setelah membentuk sebuah party.


“Aku tidak ingin mendengar itu dari muh.”


Aether sama sekali tidak membantah ucapan dari North, karena ia juga tahu kalau Job dari north bukalan sebuah job sembarangan, jadinya ia tidak terlalu peduli dengan ucapan seperti itu. Sedangkan untuk masalah Poki, itu tidak bisa ditutupi karena saat ini ia memang dibutuhkan.


“untuk bagian depan kuserahkan kepadamu,” ucapnya melemparkan bom-bom yang ia miliki kepada North.


Karena ia harus memberikan perintah kepada Poki, ia harus berada di belakang sehingga untuk masalah bagian depang seharusnya tidak menjadi masalah kalau North yang ada di depan. Ia sedikit menjelaskan rencana sebelum ia masuk ke dalam sana.


Sebenarnya rencana mereka sangat simpel dimana mereka membom semua laba laba yang ada disana.


“kau tidak berpikir kalau kita bisa terkubur hidup-hidup di sana bukan?”  ucap North yang sadar kalau mereka memiliki potensi untuk mati terkubur  di sana.


“Kau takut mati?” balas Aether singkat yang langsung membuat north terdiam, ia tidak sadar kalau sebenarnya yang ia maksud adalah poki.


“Tenang Lah jika ratu nya saja bisa berada di dalam sana, kenapa kau sangat takut jika ledakan bisa mengubur kita,” ucap Aether yang berusaha menenangkan mereka, langsung menendang North untuk segera masuk ke dalam sana


Yang jika di pikirkan apa yang Aether katakan memang benar, bahkan ratunya saja berada disana, yang seharusnya berpotensi menimbulkan suara ledakan yang lebih besar.


 Saat masuk mereka sudah disambut dengan berbagai hantu, untuk  pertama baik Aether  dan poki sedikit kaget kalau mereka akan disambut dengan monster yang seperti ini, pasalnya serangan fisik sama sekali  tidak berpengaruh kepada  mereka.


Tapi dengan NOrth  yang sudah terbiasa dengan mereka, apalagi level mereka yang memang tergolong kecil mereka bisa diatasi dengan cepat.


Sebenarnya Mereka dapat dikalahkan dengan menggunakan serangan Sihir, tapi Aether melarang piko untuk menyerang dan membiarkan North yang mengurus mereka Semua.


 Aether terus memperhatikan gerak gerik dari piko, dan menurutnya ia cukup baik karena di situasi genting seperti tadi ia terlihat tidak dan tidak membuat gerakan sia-sia, walaupun ia tidak diperintah beberapa tindakan yang dia ambil menurutnya sudah sangat baik.


Terutama ia sempat memberikan sihir pelindung kepada Aether dan North, sehingga ia memberikan sebuah Apresiasi dengan memberikan Sebuah jempol dan sebuah hadiah Sebuah skil yang sangat diharapkan Semua penyihir di luar sana.


{double casting}


Ia mendapatkannya beberapa saat yang lalu, di pertarungan pertama mereka diluar goa. Skil itu menyebabkan seorang penyihir dapat mengeluarkan dua buah Sihir secara bersamaan. Walaupun skil itu sedikit mahal itu seharusnya cukup untuk menambah kekuatan dari Piko kedepannya.


“Kedepannya jika Ada skil atau kita mendapatkan sebuah percakapan yang kau inginkan bilang saja dan itu akan menjadi milikmu,” ucap Aether sambil memberikan perintah untuk melanjutkan perjalanan.


North yang melihat itu hanya tersenyum, ia tidak ingin protes, yang ia tahu kalau ia protes ia hanya akan mendapatkan cacian, salah satu alasan kenapa mereka bisa di sergap seperti itu karena ia tidak memberitahukan masalah tersebut kepada Aether.


Aether juga tidak marah karena ia merasa kalau North juga tidak bisa disalahkan, ini semua murni karena adanya miskoordinasi antara mereka.


“untuk kedepannya kamu tidak perlu khawatir untuk masalah manamu, pasalnya aku memiliki potion yang cukup untuk mengatasi masalah itu,”