
Setelah menyampaikan pendapatnya kepada para pemimpin orang yang ada di maritagae ia langsung logout, ia masih harus mempersiapkan barang barang yang akan digunakan saat menuju inggris.
Saat ia mempersiapkan barang barangnya ia melihat salah satu barang yang selalu ia bawah, yaitu sebuah dompet yang memang merupakan pemberian mawar saat ia ulang tahun dahulu.
Ia menyimpangnya bukan Karena masih memiliki perasaan kepada perempuan itu tapi Ia sangat sayang membuannya karena Dompet itu masih berguna untuknya, dan ia merasa ia sangat memalukan membuat buang barang seperti itu hanya karena sebuah perasaan peribadi.
“Bukankah orang itu sekolah di inggris,” gumamnya tiba- tiba teringat kalau Mawar memang bersekolah di inggris.
“Aku harap ia tidak datang, karena kalau ia datang Maka itu akan sangat canggung nantinya,” lanjutnya menyimpan dompet itu kembali ke tempatnya.
. . . . . . . . . . .
Di tempat yang berbeda cleo yang baru pulang dari misi yang diberikan aiko kepada Cleo, ia datang ke ruang rapat dan menemukan yuno joker dan Felicya sedang berpikir keras tentang rencana apa yang harus mereka Lakukan.
Dan saat ia mengetahui apa yang mereka pikirkan Cleo langsung tertawa, “HAHAHA, ini adalah saran ku saja tapi ada baiknya kalian tidak terlalu mendengarkan ucapan dari Aether, pandangan kita dengan pandangannya sangat berbeda.”
“Maksudmu?” tanya Felecia.
“Seharusnya Joker mengerti apa yang aku madsdud,” balasnya lagi.
“Jujur aku memiliki pandangan yang sama denganmu, tapi di beberapa hal hati ku juga mengatakan apa yang Aether katakan ada benarnya,” ucap Joker yang membuat orang orang yang ada disana semakin bingung.
“Dalam dunia militer terutama saat perang terjadi terbagi dua kepribadian dalam tubuh para prajurit, yang pertama adalah orang yang masih berusaha mempertahankan rasionalitas mereka, dan yang kedua adalah orang orang yang memang tercipta untuk membunuh lawan lawannya saat berperang,” jelas Joker.
“Jika itu aku maka bisa dikatakan aku masih berusaha untuk mempertahankan rasionalitas dalam bertarung, aku hanya akan membunuh jika itu memang diperlukan, jika dalam dunia Vof jiwa ksatria yang menjadi panduannya, tapi tebakan ku Aether menyarankan kita bertarung dengan cara orang kedua Yaitu, melakukan penaklukan yang cepat dengan melakukan segala cara untuk mendapatkan kemenangan.”
Setelah mendapatkan penjelasan seperti ini semua orang yang ada disana mengerti apa yang dimaksud joker, “Jujur saja aku sempat terpikirkan ide itu setelah bergabungnya Kalian di tempat ini, tapi aku tahu kalian tidak akan setuju, dan jika pun kita berani melakukan itu pemerintah dunia atau Setidaknya para kekaisaran besar yang ada di benua tengah akan memperhatikan dan kemungkinan akan melakukan serangan terhadap kita.” Lanjut Joker.
Terlihat Yuno dan Felesia setuju apa yang Joker katakan di akhir, ada kemungkinan mereka tidak akan setuju kalau rencana mereka terlalu ekstrim, yang akan mereka lawan hanya para prajurit dan tidak ingin melibatkan para Npc yang tidak bersalah.
“Terus kenapa dari tadi kau diam Jika dari awal kau sudah menebak apa yang Aether sarankan memang berbahaya?” tanya Yuno.
“Aku hanya bingung bagaimana bisa Aether terlihat tidak melihat biasa adanya sebuah serangan dari Gereja atau kerajaan Bone yang kemungkinan berkaitan dengan meningkat persenjataan dari kerjaan sekitar.” Ucap Joker dengan jujur.
Perasaanku mengatakan Kalau Aether juga tahu kalau adanya Potensi serangan dari kekaisaran besar, seperti itu, tapi jika ia masih memiliki rasa percaya diri yang tinggi seperti itu ada kemungkinan ia memiliki cara untuk mengatasinya.
“Bocah ajaib dari gereja itu Bukan!” ucap Felesia.
Kumara memang sudah sangat memiliki nama di kerajaan maritanae, semenjak mereka terus melakukan perang dengan kerajaan kerajaan sekitar kelompoknya tidak pernah absen, dan Seringkali menjadi penentu kemenangan mereka saat orang orang seperti joker dan para petinggi lainnya tidak ada disana.
“seharusnya kalian tahu kalau orang itu adalah Murid dari Aether bukan, Sebenarnya itu bukan muridnya melainkan kumara adalah murid dari aldo monyet yang menjadi pet dari Aether, jika kalian mengingat saat perang melawan para goblin Aether membawa dua anak bukan? Anak itu kumara dan satunya lagi bernama Zegion,” Cleo terus menjelaskan kedua anak itu dan mereka tidak mengerti kenapa Cleo tiba tiba menjelaskan dua anak itu.
“jika kalian sudah beranggapan kalau kumara adalah anak hebat, jika kalian melihat anak yang satunya mungkin kalian akan melihatnya Sebagai monster, aku tidak tahu apa ini juga menjadi salah satu senjata dari Aether tapi setidaknya saat ni anak itu sedang berada di bone yang kemungkinan ia menyuruhnya sebagai mata mata,” tutup cleo.
Tentu Cleo tidak tahu kalau Sebenarnya apa yang dilakukan Kumara jauh lebih apa yang dia ayankan Sehingga ia hanya bisa menebak apa yang terjadi disana.
Sekali lagi mereka mengalami masalah tapi semuanya sekarang sudah jelas dan mereka tinggal menjalankan rencana yang sudah ada tanpa terganggu dengan berbagai pilihan yang ada dan mereka telah alami.
“Tapi sepertinya mereka akan melawan sesuatu yang lebih menakutkan Sehingga mereka meminta pasukan paladin untuk mundur untuk membantu mereka dalam medan pertempuran.” Balas Yuno.
Menurut Yuno jika Mereka meminta sesuatu yang besar seperti itu Bisa dipastikan apa yang mereka lawan cukup mengerikan sehingga IA sedikit penasaran tentang apa yang akan mereka lawan.
Saat Aether datang kesini Ia masih belum sempat mengatakannya karena Aether terlihat tidak berniat mengatakan kepada mereka.
“Sepertinya apa yang mereka lawan Adalah pasukan Immortal dari sesuautu yang besar katanya,” Balas Cleo yang menjelaskan bagaimana ifo yang ia dapatkan tentang perang yang akan di jalani masyarakat maritangae, Dan mereka Yakin Kalau mereka bisa mengatasi semua itu?'' Tanya Felesia.
Semakin ia mengenal Aether semakin ia merasa kalau Orang itu terlalu menakutkan karena berbagai hal yang dia lakukan.
“Selama mereka tidak meminta bantuan kita Seharusnya mereka masih yakin bisa menang,” balas Joker.
Cleo juga menyanggupi ucapan Joker selama mereka tidak meminta bantuan Seharusnya Aether dan yang lainnya tidak masalah, setelah misi ini selesai ia juga berencana untuk kesana dan Jika bisa ia akan membantu dalam perang tersebut.
Itu jika ia tidak diberikan arahan dari Yuno, karena terkadang Yuno akan memberikannya tugas, dan sebenarnya jika Boleh memilih Cleo lebih suka pertarungan yang mereka Hadapi di hutan Jura Karena musuh yang akan mereka hadapi jauh lebih bervariasi.
Sedangkan di maritengae musuh mereka hanya Sebatas manusia yang terkadang bersama pasukan bantuan berupa Para pemain dari berbagai guild, yang menurut Cleo itu tidak semenatang peperangan yang ada disana.
. . . . . . .