
Reyhan terus menemani renata untuk memilih, orang yang tadi melayaninya juga ia panggil karena merasa pelayannya tadi sudah sangat memuaskan.
Pada akhirnya ia memilih sebuah Kalung yang terlihat simpel tapi terlihat sangat elegan, dan harga juga tidak main main, satu buah kalung saja sudah seharga 50 juta rupiah.
Tentu Bagi reyhan itu adalah harga terbaik yang bisa ia miliki saat ini, “Jika boleh apa disini ada sebuah perhiasan yang sangat melambangkan indonesia, tidak Mahal Pun boleh selama itu bisa dijadikan seperti sebuah cinderamata untuk orang luar,” pesan reyhan setelah ia setuju untuk membeli kalung pilihan.
“Kau punya kenalan di inggris?” tanya renata.
“Aku punya kenalan lama, aku pernah berjanji kepadanya kalau aku datang ke inggris aku akan menyempatkan waktu untuk bertemu dengannya,” ucapnya menjelaskan kalau ia memiliki kenalan.
“Untuk ukuran orang yang pertama kali ke ibukota pertemananmu jauh juga nya!” ejek Renata.
Entah bagaimana terlihat Renata Sedikit Jengkel dengan sesuatu terlihat mbak mbak yang bertugas melayani mereka hanya tertawa melihat renata yang terlihat cemburu namun laki laki yang bersama dengannya terlihat tidak menyadari hal tersebut.
“Kami ada sesuatu seperti yang anda inginkan Pak, dari Cincin gelang sampai kalung juga ada, beberapa dari mereka terbuat dari bahan langka yang hanya ada di indonesia Sehingga itu sangat cocok untuk menjadi oleh oleh untuk teman anda,”
Orangnya yang ada disana mulai menjelaskan akan barang-barang yang tersedia tentu hal yang pertama yang reyhan tolak adalah memberikan sebuah cincin, karena itu akan sangat memalukan memberikan Sebuah cincin kepada lawan jenis.
Sehingga ia mulai melihat sebuah gelang dan sebuah kalung, “Ada saran?” tanya kepada Renata.
“Jika itu aku, aku akan memilih yang Gelang bentuknya seperti akar hitam, dan sebuah permata batu kecil yang ada disana bisa sangat cocok untuk dijadikan sebuah Oleh oleh yang mencerminkan indonesia.
Hari ini sudah menunjukkan sekitar pukul 10 pagi hari, dan terlihat tokoh ini adalah jam ramai ramainya, beberapa pelanggan datang untuk melihat berbagai perhiasan yang cocok untuk mereka.
Saat reyhan sudah berniat membayar, “Bam,” suara tembakan.
“Angkat tangan kalian, dan jangan ada yang berani berani untuk menelpon aparat,” teriak seseorang yang sepertinya merupakan seorang perampok.
Jumlah mereka ada Tiga orang dan satu orang yang membawa senjata Api jenis Pistol dan dua lain membawa Senjata tajam seperti Parang dan elurit.
“Jangan jauh jauh dari ku, tetap tenang dan dengarkan apa yang aku katakan,” Bisik Reyhan kepada Renata.
Yang dibutuhkan saat ini adalah sebuah ketenangan, reyhan terus melihat apa yang akan dilakukan para perampok ini, yang sepertinya bukan komplotan perampok pemula.
Orang yang memegang pistol terlihat bersiaga dalam jarak Aman dan melihat tindakan sebuah orang yang ada di sekitar, satu orang lagi yang terlihat memegang celurit berusaha mengumpulkan barang barang dari pengunjung.
Jika dihitung bersama dengan Reyhan dan Renata total ada 7 pengunjung di tempat ini, dan sisanya menyuruh satu satu pekerja yang ada disana untuk memasukan semua perhiasan yang ada disini dalam sebuah tas yang cukup besar.
Reyhan memberikan arahan untuk sementara waktu terus ikuti arahan dari mereka, sehingga terlihat ia terus mengikut saat mereka dikumpulkan di satu tempat yang tidak jauh tempat kasir berada.
Di kasir itu adalah tempat pria yang bertugas mengumpulkan barang rampokan berada sedangkan pria yang memegang senjata api berada di dekat pintu.
“Bos sepertinya kita mendapatkan jackpot,” ucap orang yang memegang celurit saat ia mengenali Renata sebagai artis besar.
“ini...” Reyhan menemukan cela dalam pembicaraan tersebut Sehingga ia segera memberikan sebuah pukulan yang sangat keras menuju ************, Reyhan tidak menghentikan serangannya ia juga tidak melepaskan orang itu karena itu akan menjadi perisai yang bagus untuk pengguna senjata.
Tapi perisai itu terlihat tidak berguna orang yang memegang senjata sepertinya tidak peduli dengan rekannya dan berusaha memberikan tembakan mengarah ke reyhan.
Mereka semua tidak menyangka akan mendapatkan perlawanan seperti ini sehinga ini menjadi sebuah kejadian yang sangat mengejutkan bagi mereka.
Saat orangnya sendiri tidak peduli dengan kondisi rekannya reyhan akan lebih tidak peduli lagi, karena memang itu Reyhan tidak ragu ragu untuk menjadikan orang itu sebagai perisai daging.
Terlihat satu tembakan ia berusaha ia arahkan ke arah kaki reyhan yang memang tidak terlindungi, tapi entah itu beruntung atau apa tapi tembakan itu terlihat seperti meleset dan hanya memberikan luka kepada kakinya Sehingga laki laki itu berusaha memberikan tembakan kearah badan.
Walaupun itu ada rekannya sebagai sadra ia masih melakukannya sehingga tempoyak itu malah mengenai temannya Sendiri.
Dengan kekuatan yang ia miliki Reyhan terus mendorong orang tu kearah bosnya untuk memrikannya waktu reyhan melepar celurit yang awalnya di pegang oleh orang yang saat ini telah ia jadikan perisa daging kerah orang yang memengan senjata api.
Dan itu berhasil, “Kena kau,” ucap Reyhan yang berhasil menangkap orang yang memegang senjata bahkan berhasil merebut senjata yang dia miliki.
Sehingga ia memberikan satu tembakan menuju kaki dari orang yang tadi memengan senjata dan segera memberikan tembakan kepada orang yang satunya lagi karena ia berusaha mengambil sandra.
Apa yang reyhan lakukan terjadi sangat cepat sehingga bahkan para pengunjung di buat terkejut masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.
Seorang yang laki- laki bergerak cepat setelah melihat para pelaku yang ada disana sudah diamankan ia membantu Reyhan untuk mengamankan mereka.
Renata sendiri langsung pergi untuk mengecek keadaan dari reyhan, karena melihat reyhan saat ini memegangi kakinya yang terluka karena tembakan itu.
“hehehe, sepertinya aku tidak bisa lagi untuk menemanimu jalan- jalan,” ucap reyhan dengan cengengesan.
“Sudahlah, jangan pikirkan itu, apa kakimu tidak apa-apa.” Balas Renata yang masih takut ada apa- apa dengan kaki reyhan.
“Itu bahkan sudah hampir dihancurkan oleh sebuah truk, jadi hanya Sebuah ciuman dari senjata api tidak akan menjadi apa- apa untuknya,” balas reyhan santai.
Para pegawai yang ada disana juga mulai mengerumuni Reyhan untuk mengucapkan rasa terima kasihnya.
Tidak lama polisi datang karena mendapatkan laporan dari warga sekitar adanya sebuah perampokan yang ada di toko ini.
Mereka terkejut, karena melihat kalau para pelanggan dan para pekerja yang ada disana. Mereka segera bertanya apa yang terjadi, dan mengetahui alasan kenapa tempat ini terlihat sangat kacau adalah reyhan yang berusaha melakukan perlawanan.
“Karena sudah seperti ini, aku mohon kepada bapak untuk ikut kami untuk dimintai keterangan.”
Hal yang membuat reyhan mengatakan kalau sepertinya hari ini ia tidak bisa menemani Renata jalan jalan bukan karena luka yang ada dalam tubuhnya, tapi ia tahu kalau kejadian ini akan terjadi dan ia tidak bisa menghindari untuk berurusan dengan polisi karena sepertinya orang yang ia jadikan sebagai perisai daging mati.