
[rapid recovery]
Tipe : utility skill
Penguasaan: pemula level 1
Menyembuhkan hp secara terus menerus, dan mendapatkan bonus pengurangan kerusakan dari serangan fisik yang diterima selama 10 detik.
Hp Recover: 50%
Damage reduction bonus: 15%
Durasi: 10 s
Seperti yang telah dijelaskan setiap skil memiliki tingkat penguasaannya Sendiri, dan saat masih di tingkat pemula tentu skill ini masih terlihat biasa saja, namun semakin tinggi penguasaanya maka Semakin terlihat bagaimana Skill ini akan semakin menakutkan.
Jika dibandingkan dengan beberapa Skil dari Aether saat ini, tentu skil Spear masterynya adalah skil paling tinggi pengusaaanya, pasalnya itu telah ditempa dengan sangat tinggi oleh baron. Salah satu alasan kenapa walaupun Tampah Skill yang banyak Aether masih dapat membunuh para goblin itu dengan mudah Adalah t Skil Spear mastery nya yang lumayan tinggi untuk ukuran levelnya.
“Sepertinya kalian masih perlu banyak latihan!” ucap Aether yang melemparkan beberapa Potion kepada teman-temanya masih saya terkapar karena kelelahan .
Mendapatkan Potion tidak membuat mereka senang, bahkan mereka tidak tertarik untuk mengkonsumsi potion itu. dengan sebuah harapan mereka sedikit bisa mengambil nafas dan Aether tidak bergerak untuk Semantara waktu.
“Kalian tidak perlu meminumnya, dan aku harap kalian bisa bersiap kalau para goblin yang kubawa nantinya,” Aether yang berada dalam Suasana hati yang tidak tahan untuk bercanda dengan mereka.
“Dan kau tidak akan mendapati kami disini?” ejek cleo.
“Aku bisa mengirim mereka ke arah Kamp,” Aether tentu tidak kalah dengan perdebatan yang seperti itu .
“sudah ku bilang kau tidak akan bisa berdebat dengannya bukan,” balas Yuno yang berusaha bangkit.
Saat melihat Yuno yang terlebih dahulu bangun Aether melemparkan sebuah Buku Skill, ada beberapa Skil yang ia dapatkan dan menurutnya skill yang ia lemparkan tadi, sebenarnya Aether tidak terlalu pelit dengan jika memang ada yang cocok pasti ia tidak ragu untuk memberikan kepada para teman temannya.
“Aku tidak harus bayar bukan?”
Yuno yang tahu kalau Aether adalah tipe orang yang sangat tergila-gila dengan uang ,sehingga ia dengan Sepontang menanyakan apakah ia harus membayar tentang buku skill yang ia dapatkan itu.
“Ayolah!!! Sebenarnya itu gratis, tapi jika kau ingin memberikan ku uang aku juga tidak masalah, karena uang masihlah yang terbaik bagiku,” canda Aether.
“Hei, kenapa hanya dia yang dapat? Kami juga perluh skill yang bagus.”
Mereka yang melihat Yuno yang mendapatkan Skil bagus tentu protes karena mereka tidak mendapatkan apa-apa.
“Di Sana masih banyak equipment yang belum aku ambil dan kalian bisa mengambilnya.”
Mendengar itu mereka yang awalnya terlihat tidak bersemangat, kini terlihat sangat-sangat bersemangat dan saling berlomba untuk mencari item dan Skill yang mereka inginkan.
Aether hanya duduk santai dan menikmati waktu istirahatnya bersama dengan Yuno yang tidak terlihat tertarik bersaing dengan mereka yang ada disana.
“Sepertinya kau tidak tertariknya?” tanya Aether yang melihat Yuno tidak tertarik untuk berebut dengan yang lainnya.
“Aku masih terlalu kelelahan untuk berebut, dan Skill yang kau berikan sudah sangat cukup. Skill itu bagiku sudah sangat Seimbang dengan kesusahan dengan bertarung bersamamu ,” jawab Yuno.
“Apa aku memang sekeras itu ?” terlihat Aether cara ia berburu memang separah itu.
“ini sebenarnya sudah agak lama ingin aku tanyakan. Tapi apa kau pemain profesional yang membuat kembali akun mu?” sebuah pertanyaan yang tidak masuk akal tiba-tiba yuno tanyakan kepada Aether.
Aether dengan mudah membalas masalah itu kepada yuno, ia juga merasa hal ini tidak perlu dirahasiakan, kepada orang lain.
Ia hanya tidak tahu kalau Apa yang sebenarnya apa yang ia ingin sampaikan salah diartikan oleh Yuno, bahkan membuat Yuno tidak enak untuk melanjutkan pertanyaan masalah Aether. Yuno mengngaap kalau itu adalah hal terlarang, Sehingga Aether baru bisa bermain Sekarang ini, ia bahkan merasa harus meminta maaf kepada Aether karena telah mengangkat masalah itu.
Untuk mengalihkan pembicaraan yuno mengalihkan pembicaraan tentang apa yang akan mereka lakukan saat ini, Aether dan Yuno adalah otak yang ada disini Sehingga tentu ada baik kalau mereka selalu berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
“Menurutmu, sebenarnya aku juga tidak terlalu tahu harus melakukan apa.”
Aether sebenarnya juga bingung harus melakukan apa, ia juga ragu untuk melakukan hal yang sama dengan terakhir yang ia lakukan, karena ia yakin kalau para goblin sudah pasti memperkuat pertahanan yang mereka miliki.
Baik Aether ataupun Yuno mengalami kebuntuan, untuk menentukan pergerakan yang akan mereka lakukan selanjutnya.
“jujur aja, aku sudah memenuhi keinginanku, disini Sehingga jika aku ingin pergi aku sama sekali tidak masalah.”
Aether menjelaskan kalau sebenarnya ia Sudah menyelesaikan misinya disini, ia hanya tinggal disini karena ia masih ada perjanjian dengan Yuno dan Cleo.
“jujur saja, expedisi ini sudah terlalu memakan banyak biaya.aku sendiri mulai merasa kalau ada baiknya untuk mundur?”
“sebenarnya kita masih memiliki kesempatan, selama para goblin ini tidak menyerang sekarang, tapi seperti yang kau katakan bantuan akan kembali terhambat, sehingga akan sangat sulit untuk menahan mereka dalam jangka waktu itu.”
Aether dan mereka terus mendiskusikan apa yang mereka harus lakukan untuk sekarang, berbagai Aspek harus mereka diskusikan,tidak Seperti apa yang mereka pikirkan para goblin ini terlihat sangat pintar.
“Untuk semenatara kita kembali saja ke kamp, Sepertinya goblin yang kita buru juga sudah cukup. Jika memang para goblin itu Sepintar apa yang kita perkirakan ada kemungkinan Setelah ini mereka akan secara gila-gilaan untuk mencari kita. Hingga Setidaknya mereka Sedikit lebih aman jika mereka kembali ke kamp.”
Sebagai orang yang dianggap sebagai ketua dalam party ini, Aether memutuskan untuk kembali semantara waktu, dan yang lain hanya mengikut pasalnya mereka sudah cukup Senang beberapa bahkan bahagia karena mereka sudah mendapatkan berbagai keuntungan dari equipment atau Skil dari perburuan itu.
Untuk berjaga-jaga mereka masih harus berkeliling-keliling di sekitar pingir hutan. Tidak ada yang khusus tapi mereka hanya berusaha untuk melihat apakah mereka bisa menemukan gobin yang keluar untuk berburu makanan.
Dan memang benar masih ada beberapa rombongan yang masih keluar untuk berburu, mereka semua menghabisi para goblin itu dengan mudah. Penemuan ini membuktikan kalau para goblin yang ada disana masih sangat kekurangan dalam makananan.
“Apakah, yang kau pikiran sama dengan apa yang aku pikirkan.”
Kejadian ini membuat mereka terpikirkan sebuah ide terutama Yuno yang terlihat sangat bersemangat.
“Baguslah kalau kalian sudah menemukan ide untuk menyelesaikan masalah ini, tapi saat ini aku akan logout,” ucap Aether Setelah itu ia berpamitan untuk logout untuk sementara waktu .
“Aku masih menunggu pembayaran awal, dari potion yang telah aku buat?” ucap Aether setelah itu ia langsung logout.
“Apa ia secinta itu dengan uang?”
Setelah Aether pergi mereka mulai berdiskusi, cleo sedikit mengejek karena merasa aman aether yang tidak ada disana.
“Semua orang punya kepercayaannya sendiri, jangan mencampuri urusan lain.”
Yuno masih terus berusaha bersifat netral, pembicaraan dari hati kehati membuatnya merasa semakin dekat dengan Aether.
Setelah itu memangil mereka untuk kembali ke kamp untuk semantara dan mengeatur rencana yang ada di kepalanya saat ini.
“sepertinya kita kalah kali ini,”
Ucap Aqua saat mereka sampai di kamp dan melihat Rose yang masih ada di sana, mereka tahu siapa mereka tunggu.