VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
bertemu dengan north



Saat ia masuk dalam permainan, ia Sedikit dikejutkan dengan datangnya piko yang menhubuginya,  ia yang awalnya ia berpikir kalau ia berniat untuk Menagih janjinya untuk mengajaknya ke tempat berburu yang baik.


“Sepertinya ia dalam kesusahan?” ucapnya melihat pesan dari Piko.


Pesan itu berisi tentang meminta pendapatnya tentang apa yang harus ia lakukan jika mereka telah sampai di benua tengah, ia Sedikit bingung untuk menjawab apa, tapi Ia tiba-tiba teringat dengan Gereja Of Gaia.


Aether berharap Kalau mereka bergabung kesana, bantuan mereka nanti bisa akan Semakin besar, atau perkembangan mereka bisa akan lebih baik.


Melihat pesan dari piko, ia mulai teringat dengan kadal yang Bersama dengannya saat mereka melawan ratu laba-laba. Setelah Aether meninggalkan hutan Lizardman mereka hampir tidak Mendapatkan kabar darinya.


Terakhir kali ia mendapatkan kabar,adalah Saat North mengabarinya tentang ia juga yang telah berada di benua tengah. Aether Sedikit kaget dengan keputusan dari North meninggalkan Desa Para Lizardman Sedangkan Potensi desa itu di serang oleh pasukan para Goblin lumayan tinggi.


“kami telah memutuskan untuk bergabung,  Vincent menyerahkan kepada kami untuk membantumu.”


Setelah beberapa saat akhirnya Ia  mendapatkan balasan dari piko tentang keputusan dari kelompoknya bergabung dengan gereja Gaia.


“Tidak Usah, lakukan saja tugas yang ada di gereja,” balas Aether.


Ia memang awalnya berpikir untuk mengajak Piko, tapi Setelah berpikir Setelah beberapa saat akhirnya ia memutuskan untuk berangkat Sendiri, dan menikmati perjalannya bersama dengan Rangga.


Yang masih membutuhkan banyak latihan,  Aether saat ini berharap  untuk melawan Para monster tipe humanoid pengguna Senjata Sehingga latihan Rangga bisa menjadi akan Semakin.


.......


Gereja Of Freya  adalah salah satu gereja terbesar dan memiliki pengikut paling besar untuk saat ini,  Macron adalah salah satu  pendeta tertinggi yang ada di gereja utama, ia salah satu orang yang terus memantau Perkembangan gereja Gaia.


Dan ia mengetahui kalau adanya Seseorang yang saat ini berusaha mengumpulkan  kembali pusaka dari gereja of Gaia. Ia tentunya tidak ingin Gereja Gaia kembali mencapai kejayaan di masa lalu.


Jadinya Ia harus mengutus Charlie yang merupakan Paladin muda  terbaik  di kota itu, ia mengutus nya untuk mendapatkan lebih dulu pusaka pusaka  yang di maksudkan.


Dengan mengumpulkan berbagai Informasi yang dapat dipercaya ia akhirnya menemukan lokasi yang memusingkan lokasi dari pusaka itu berada.


........


 


Aether Akhirnya sampai di tujuan yang disinyalir tempat terakhir keberadaan pusaka tersebut sebelum menghilang, info yang didapatkan dari Si hantu penyihir, kalau keluarganya sempat menyimpan pusaka tersebut di tempat ini.


Tapi mengingat kalau dulu pernah ada Seseorang yang datang dari pihak gereja yang mencarinya  ia ragu kalau benda itu masih berada disini,  tapi tetap saja ia harus mengeceknya. Aether terus mengulang gulang kalau Ini adalah permainan Sehingga petunjuk Sekecil apapun itu pasti akan saling berkaitan yang semakin lama akan mengirimnya ke tempat dimana pusaka itu tersimpan.


Kalau yang ia dengar tempat ini adalah tempat dimana para prajurit dari masa lalu dikuburkan, dan saat Witch mulai melakukan Serangannya kepada kerajaan Salah satu target kekacauan berada disini, karena memang dari ini dulunya masih di wilayah kekuasaannya.


“Jadi  kali ini lawanku Slektoon?” ucapnya sambutan pertama yang ia lihat adalah seekor kerangka  yang memegang Senjata.


“Sepertinya aku mendapatkan tangkapan yang lumayan besar,” ucapnya Setelah itu ia mulai memerintahkan Rangga untuk menyerang.


Mahluk-Mahluk Seperti ini adalah lawan terbaik untuk dihadapi oleh Rangga, sesuai apa yang ia inginkan rangga segera  berubah membentuk manusia, dan mulai bertarung sebagai Seorang humanoid.


Tugas dari Aether hanya memberikan perintah dan arahan yang baik supaya pertarungan rangga menjadi lebih baik. Tentu pertarungan itu tidak mudah karena ada perbedaan kekuatan yang sangat besar.


 Selain adanya Skeleton biasa, tempat ini juga dipenuhi Skelton warrior, yang biasanya bisa mengendalikan beberapa Skeleton biasa.


Aether Sedikit bergeser Setelah melihat bagaimana peralatan para Skelton warrior itu kenakan,  sehingga ia mulai meningkatkan intensitas serangan, dan mendapatkan peralatan dari mereka.


Sayangnya Kebanyakan dari mereka adalah pengguna pedang Sehingga tidak mudah untuk mendapatkan Senjata yang sudah Setingkat dengan apa yang dimilikinya. Ia Sedikit puas dengan beberapa Armor yang mereka miliki yang memiliki Efek  akan menambah efek pertahanannya saat di malam Hari.


Waktu terbaik Aether adalah di malam hari karena memang dengan kemampuannya Sebagai Asura yang membuatnya akan bertambah kuat sebesar 30%  membuat monster yang bertambah kuat pada malam hari juga tidak berpengaruh apa-apa baginya.


Apalagi dengan kemampuan individunya yang memang lumayan tinggi dari ditambah berbagai efek tambahan dari judul-judul yang telah didapatkan, membuat kekuatan dari Aether jauh lebih besar dari Levelnya yang seharusnya.


Jika tidak melihat telinga ini aku akan sering lupa kalau didunia ini aku adalah Seorang Elf bukan Seorang manusia, sebenarnya Menjadi Elf bagi Aether sama sekali tidak berbeda apa-apa kecuali memberikan kemudahan untuknya untuk menjadi Seorang tidak ada yang lain.


Apalagi Setelah ia terus memotong rambutnya, yang biasanya menjadi ciri khas elf yang ada disini, membuat banyak orang akan berpikir kalau Aether Adalah manusia itu pun kalau mereka tidak melihat terliganya atau Statusnya yang tertulis Sebagai Seorang elf.


Saat sedang memilah milah barang barang yang dijatuhkan oleh para Skelton  yang ada disini, ia tiba tiba mendapatkan Seragam  berubah lemparan batu yang sangat besar, tentu ia berusaha terhindar dan Segera melakukan Serangan balik.


Ia Segera mengaktifkan Skillnya Galaksi Spiral untuk menyerang penyerang nya itu, yang sanyang serangan itu berhasil dihindari dengan baik, melihat serangannya yang  gagal Aether Segera menarik kembali Tombaknya yang telah ia Lemparkan.


Untuk bersiap untuk serangan Selanjutnya, namun Serangan itu segera berhenti Setelah melihat siapa orang yang sebenarnya menyerang itu. karena tidak lain orang yang menyerangnya adalah North.


Si Kadal bertangan banyak,yang tidak ia duga akan sampai di tempat ini, ia akhirnya datang menghampiri Aether dengan ekspresi buas karena berhasil membuat Aether terkejut akan serangaanya.


“Sepertinya aku berhasil membuatmu terkejut bukan?”  ucapnya santai.


Sebuah salaman hangat mereka berikan, seperti seorang sahabat yang memang telah lama tidak bertemu. Tentu Aether penasaran tentang alasan kenapa North bisa berada di tempat ini.


“Bukankah Sudah ku bilang aku sedang berusaha mencari skil yang berurusan dengan perubahan Jobku,” balasnya.


“IA tahu, tapi skil yang kau cari ditumpakan Skelton Seperti ini,”


“Kau ingin jadi Death knight?” lanjutnya  yang sama sekali tidak mengerti tentang skill apa yang dicari oleh North.


“Sejenis dengan itu mungkin, aku juga tidak tahu jelasnya yang jelas, skil itu memerlukan skil memanggil skeleton untuk berhasil.” Jelas kepada Aether.


“Sudah dapat?”


“Jumlah skelton warrior yang ada di atas lumayan banyak, walaupun level yang sedikit lebih tinggi, mereka akan dengan mudah mengepungku karena aku juga tidak bisa menghabis merek dengan satu kali serangan.”


 “Mau join dengan kami?” ucap Aether dengan Sedikit tersenyum.


Aether berharap dengan adanya North bersama dengan mereka, membuat misi ini lebih muda,  dan ia bisa sedikit lebih tenang karena North bersama dengan mereka jadi ia tidak perlu takut lagi Tentang rangga yang bisa saja dalam bahaya.