VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
sedikit berdebat



sekarang rasa penasaran mereka malah berbuah yang tadinya alasan kenapa reyhan menjual hal seperti ini, sekarang mereka malah menanyakan alasan reyhan tidak menggunakannya, padahal akan lebih menguntungkan kalau reyhan bisa menggunakannya secara pribadi.


tapi karena reyhan sedang malas menjawab, ia sama sekali tidak menjawab jawaban tersebut dan membiarkan lebih penasaran, “aku bisa menebak alasan kenapa kau melakukan ini, tapi bukankah kau  bisa menjual secara pribadi yang memungkin kau bisa mendapatkan uang yang lebih besar.”


bahkan setelah reyhan memperlihatkan barang apa yang ia ingin jual rasa penasaran dari vanesa tidak berkurang karen Vanessa tahu kalau aether sama sekali tidak kekurangan  kenalan yang mau membeli barang tersebut tidak menggunakan kekerasan


“itu sangat simbel, aku hanya ingin sebuah nama,” balas reyhan singkat.


jika reyhan menjual secara pribadi dan tidak melakukan publish seperti ini mungkin mereka akan mendapatkan harga yang lebih pantas, contoh saja mereka bisa mendatangi leon dan arjuna tentu saja mereka membeli relik ini tanpa harus melalui jalan kekerasan.


tapi setelah mereka mendapatkannya semua itu hanya menjadi angin lalu tampah ada yang mengetahui kalau mereka mendapatkan itu dari Aether, tapi jika  reyhan mempostingnya seperti ini tokoh mereka akan memiliki nama sebagai satunya yang berani memajang sebuah relik untuk dijual.


logika sederhananya jika saja mereka bisa menyediakan sebuah relik tentu barang barang lain tidak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya, dan itulah yang di incar dari reyhan, ini mungkin akan berbeda cerita jika sebuah hasil keuntungan dari menjual ini hanya untuk dirinya.


tapi karena semua uang hasil dari penjualan ini akan mereka donasikan untuk perkembangan kerajaan maritengae, maka reyhan hanya berusaha meningkat namanya saja melalui penjualan ini.


“mulai hari aku tidak akan mempertanyakan perintah bos, apapun itu!” ucap nasruddin setelah mendengar semua itu.


“ingatkan aku juga,” rachel bersuara.


“kalian hanya tidak tahu jika kalian bertanya lebih banyak lagi kau mungkin sudah dipukul,” balas daniela.


ia tadi tahu kalau reyhan sedikit jengkel, pasalnya mereka tidak langsung mendengar apa yang dia perintahkan, “ini hanya pendapatku sebaiknya kalian tidak terlalu banyak bertanya tentang keputusan kecil seperti tadi, karena jujur saja itu sangat menjengkel  kalau aku berada dalam posisi dari bos,”


memang tidak masalah kalau mereka bertanya kalau keputusan yang reyhan ambil  berhubungan dengan masalah perusahaan, tapi masalah tadi bukalah masalah seperti itu melainkan hanya sebuah keputusan pribadi yang sebenarnya tidak perlu mereka campuri, apalagi reyhan menjual barang tersebut menggunakan nama pribadi bukan atas nama perusahaan.


itupun reyhan tadi memberikan perintah karena beberapa sosmed yang memiliki reyhan memang saat ini ditangani oleh nasruddin, yang juga telah merangkap menjadi manajer pribadi dari Reyhan.


“Maaf kami hanya tidak  terbiasa dengan pola pergerakan yang terus diambil bos saat ini,”  ucap rachel yang merasa kalau apa yang dikatakan daniela memang ada benarnya.


“sudahlah aku juga tadi salah, dan daniela memang ada benarnya tidak terlalu sering mempertanyakan apa yang telah menjadi keputusannya,” ucap vanesa yang juga merasa sedikit bersalah setelah melihat reyhan terlihat membentak mereka tadi.


semenjak ia bertemu dengan reyhan ia belum pernah melihat Reyhan membentak seperti itu, walaupun hanya beberapa detik, untuk orang yang tidak pernah melihat reyhan mengeluarkan ekspresi seperti itu.


mereka tahu kalau Reyhan tadi sempat sangat marah, “sudahlah lanjutkan apa yang telah menjadi pekerjaan kalian untuk masalah reyhan tadi biar aku yang bicara padanya, ingat lakukan seperti apa yang dia perintahkan.” lanjut vanesa yang menyusul reyhan.


yang sepertinya sedang bermain dengan kamila yang memang sedang berada di taman kecil yang tidak jauh dari tempat mereka.


belakangan ini jika ada masalah seperti ini reyhan akan terus bersama dengan kamila terutama kalau ia sedang tidak mengontrol emosinya, “sepertinya aku tadi kelepasan,” gumamnya yang saat ditegah menemani mila bermain.


seperti adi walaupun ia sedang marah dan sempat lepas kendali, ia akan berusaha membuat dirinya seperti biasa, dan berusaha membuat kalau ia tidak marah.


“kak, kak, saat ini sedang sakit nya?” tanya mila yang mendapati aether sedang melamun.


“maaf, tadi kakak sedang memikirkan sesuatu, ayo lanjut lagi mainnya,”  balas reyhan mengajak mila kembali melanjutkan untuk bermain


mereka terus bermain hingga vanessa datang ke tempat mereka, dan mengajak Mila untuk pulang karena hari itu memang sudah menjelang sore.


karena miila memang saat itu sudah kelelahan seperti biasanya ia akan meminta reyhan untuk menggendong jika pulang dan biasanya ia akan tertidur dalam gendongan dari Reyhan.


“sepertinya adikku benar benar menganggapmu sebagai pahlawannya,” ucap vanesaa yang melihat mila yang terlihat sangat nyaman berada dalam gendongan dari reyhan.


“tidak masalah sepertinya aku juga mulai melihatnya sebagai malaikat kecilku, dan sepertinya memiliki orang seperti ini memang diperlukan supaya aku bisa mengontrol diri,”  balas Reyhan.


setelah ia berpikir lagi salah satu alasan dulu kenapa ia bisa terus bertahan untuk mengontrol diri sendiri dan terlihat menjadi pria yang tidak ringan tangan adalah adanya mawar di sampingnya.


tapi karena Mawar sudah tidak ada disana mungkin membuatnya tidak memiliki alasan untuk terus menahan diri, sehingga sering kali itu akan lepas kendali.


yang beruntung adalah tidak ada kesempatan yang membuatnya menjadi tidak terkendali sepenuhnya, salah satu alasan kenapa ia mempekerjakan boni adalah ia pernah melihat aether mengamuk, karena terlalu marah dan ia adalah satu- satunya orang yang berhasil menahannya, jika dalam keadaan mengamuk.


“maaf tadi nada suaraku sedikit naik,” ucap reyhan yang meminta maaf kenapa vanesa karena sempat membentaknya.


“dan tolong sampaikan kepada anak anak kalau itu tadi tidak di sengaja,” lanjutnya.


“tadi anak-anak juga minta maaf pasalnya memang tidak seharusnya mereka terlalu banyak bertanya akan setiap keputusan yang kau ambil,” balas vanesa yang mulai menceritakan apa yang terjadi setelah ia keluar dari ruangan.


“kalian tidak perlu menerima setiap perintah yang aku katakan, tapi juga terjadi karena aku yang belum terbiasa dengan mendapatkan pertanyaan akan setiap keputusan yang aku lakukan,” balas reyhan.


“Kau harusnya tadi melihat muka anak anak yang kau bentak, coba lain kali melihat muka mereka jika memang kaui lepas kendali karena itu mungkin membuat tertawa setelah melihatnya,” sebuah sarang sedikit nyeleneh vanessa berikan kepada reyhan.


“lain kali jika kau mendapatkan relik mungkin aku  bisa menjadi prioritas!” canda vanessa.


“tentu aku akan memberikannya jika memang itu cocok denganmu,” ucap  reyhan saat itu mereka memang telah sampai dalam mobil dan reyhan juga telah memasukan mila kedalam sana, dan menyuruh mereka untuk segera berangkat.