VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
masih lanjut



Berbagai orang di kolom komentar segera berpendapat mana pertarungan yang harus di perlihatkan, dalam Lanyara itu masih ada batas Sebanyak mana kamera yang harus mereka gunakan Sehingga mereka harus menentukan Mana yang akan harus mereka tonton terlebih dahulu.


Total dalam setiap siaran langsung akan ada tiga kamera yang bisa mereka gunakan untuk melihat apa yang terjadi termasuk kumara sudut pandang dari Vanesa itu sendiri. Sehingga mereka harus menentukan mereka akan melihat pertarungan aldo atau pertartarungan kumara yang sedang bersama dengan enzy.


Pertarungan Kumara sendiri sebenarnya menarik perhatian banyak orang, karena di sana ada bidadari dari gereja Gaia, tentu banyak laki laki yang menyukai pertunjukan kekuatan.


Tapi pertunjukan kecantikan tentu tidak bisa dikalahkan dengan mudah,  reyhan yang saat itu terus menonton dari Monitor tercetuskan sebuah ide yang menarik.


Ia segera mengambil salah satu komputer di sana ia langsung masuk ke halaman dimana saat ini Vanesa sedang melakukan siaran langsung.


“Segera pin komentar yang aku tuliskan,” ucapnya kepada Operator yang ada disana orang yang dimaksud segera mengangguk.


Di sana tertulis dalam 1 menit kedepan akan  diadakan voting pertarungan mana yang akan ditanyakan,  dan tentu Poting ini akan menggunakan Uang sebagai  hasil penentunya.” Tulis Reyhan dengan Emot ketawa yang terlihat menjijikan bagi sebagian orang.


Sudah jelas reyhan berusaha memanfaatkan keadaan untuk mendapatkan uang yang lebih banyak, Sehingga banyak orang yang mengejek sebagai seorang yang terlalu gila akan uang.


“Berhenti protes, dari tadi aku sudah melakukan semua yang kalian inginkan, jika kalian berpikir kalau selamanya hiburan itu gratis kalian salah besar.” Lanjut Reyhan membuat semua orang akhirnya terdiam.


“Hahaha itu baru rekanku,” terlihat Joker ikut berkomentar.


“Jika kalian beranggapan kalau di tempat ini kalian akan mendapatkan perlakuan sebagai raja kalian salah besar,” Ucap Arjuna.


Dari tadi para petinggi yang ikut menyaksikan siaran langsung ini mulai muncul akibat dari Komentar dari Aether.


Mereka juga mulai mengisi survei yang ada dan memberikan donasi kepada pertarungan yang mereka ingin lihat.


Joker yang sudah sering melihat cara bertarung dari Kumara dan Enzy memberikan donasi untuk melihat pertarungan aldo karena menurutnya itu bisa menjadi referensi bagaimana cara ia bertarung kedepannya.


Sedangkan Arjuna Ia Sepertinya lebih tertarik melihat Pertarungan antara kumara yang bersama dengan enzy karena pertarungan kecepatan selalu akan sangat menarik untuk di lihat.


Setelah waktu yang ditentukan Poting segera terjadi dan menemukan pada akhirnya pertarungan antara Aldo yang keluar sebagai pemenang karena mendapatkan uang donasi terbanyak.


Setelah menang telah ditentukan  para operator yang bekerja segera mengarahkan kamera menuju area dimana saat ini Aldo Sedang bertarung.


Jadi dalam Monitor saat ini kamera pertama menampilkan medan perang dimana Fokus utamanya adalah Pertarungan Nomos melawan Lich yang menyerang daerah tempat ini.


Kedua adalah pertarungan Aldo melawan Romario, dan Yang terakhir adalah pertarungan wifi yang dibantu Vanessa melawan Revo.


Aether Masih di Area pertama , karena Area pandangan dia monitor  pertama sangat luas mereka harus pintar untuk mengatur angle kamera Sehingga pertarungan bisa menampilkan area pertempuran menjadi lebih baik.


“Jika Nantinya Vanesa keluar sepertinya ia akan mendapatkan tugas yang sangat Besar,” ucapnya yang membuat semua orang berbalik untuk melihat ke arah Reyhan.


Membayangkannya saja sudah membuatnya tersenyum, hal ini dilihat semua orang yang ada disana sehingga mereka tahu kalau senyum itu adalah sebuah senyum tanda mereka akan kembali mendapatkan lembur yang panjang.


Setelah mengatakan itu  reyhan segera masuk dalam medan perang  yang harus ia Selesaikan sesegera mungkin. “Katakan saja kepadanya Jika selesai suaruah ia bertemu denganku,” ucap nya sebelum ia benar benar masuk dalam permainan.


Karena semua orang sedang berfokus kepada siaran langsung Aether tidak memerlukan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya.


Kembali lagi kemendan pernag yang ada di desa bersama dengan anaknya yang Cantik memperlihat medang perang kepada anaknya bagaimana dunia ini sebenarnya.


“Orang dari desa bisa menangkan yah”tanya putri kecil dari Debora.


“Tentu, jangan khawatir tempat ini  telah dititipkan tuang Aether untuk aku jaga sehingga tidak mungkin aku membiarkan mereka kalah dalam situasi tuang aether tidak ada disini,” ucap debora sangat yakin.


“Ia baru saja mendengar walaupun tuan Aether saat ini sedang menjalankan misi, ia masih khawatir kepada desa Sehingga ia bahkan memberikan bantuan Sehingga mereka bisa segera sadar akan siasat dari musuh, hal ini membuat Debora takjub Sehingga membuat keyakinannya dengan Aether menjadi lebih baik.”


“Tuan Aether adalah Elf baik aku suka dengannya,” ucap anak itu dengan polosnya.


Beberapa kali Aether akan bermain bersama dengan anak itu Sehingga Ank itu terlihat sangat nyaman bersama dengan Aether , “Kita sudah berhutang banyak kepada tuan Aether, jika nanti kamu besar ingat untuk terus membalas budi ini kepadanya ya,”


Sepertinya terlalu bosan karena tidak mendapatkan lawan Sehingga ia menjadikan tempat ini sebagai arena pembelajaran yang baik untuk Anaknya.


Aldo Sendiri saat ini masih bertarung, cara bertarung yang sama membuat mereka menjadi pertarungan yang monontong untuk dilihat.


Tapi Aldo terlihat lebih unggul karena Sepertinya pengalaman yang ia miliki jauh lebih tinggi dari pada lawannya Sehingga disini terlihat perbedaan pengalaman yang menjadi penentu dalam pertarungan.


Karena  dari segi lain mereka terlihat lebih seimbang sehingga mereka yang menentukan adalah teknik berpedang mana yang lebih kuat diantara mereka.


Aldo Cukup beruntung karena mendapatkan Pedang yang berada dalam tingkatan Leendari Sehingga ia masih bertarung dalam waktu yang lawan dengan orang ini.


Salah satu yang membuat lawannya menjadi sangat menakutkan adalah pedangnya yang dia miliki adalah pedang hidup dimana ia memiliki durability tidak terbatas Sehingga ia tidak mudah hancur.


Atau lebih tepatnya sebuah pedang aneh yang memiliki sebuah skil sejenis regenerasi yang membuat pedang nya menjadi sebuah pedang yang sangat sulit untuk hancur.


Cara kerja pedang ini setiap luka yang dia hasilkan kepada lawan akan di erap olehnya Sehingga itu akan menyembuhkan setiap kerusakaan yang terjadi dalam pedang itu.


“Seperti apa yang beredar pedangmu itu terlihat sangat menakutkan.”


Aldo memberikan pujian kepada pedan dari Romario, pasalnya pedang itu bahkan bisa mengambil darahnya untuk dijadikan Sebagai bahan penguat untuk memulihkan luka luka yang ada dalam diri nya.


Yang hal itu bahkan tidak bisa di lakukan oleh para klan vampir yang memiliki kemampuan yang sama, karena memang Darah yang dimiliki oleh aldo adalah darah unik Sehingga itu akan sangat berbahaya kepada Sesuatu yang memiliki kekuatan seperti ini.