VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
bisnis



saat ini reyhan sedan bersantai ria di rumahnya, yang memang  sedang menunggu kedatangan dari reyna,  yang memang telah lama tidak datang berkunjung di tempatnya, ia yang awalnya berpikir kalau anak itu akan sangat merepotkan.


 namun saat ia tidak melihatnya selama beberapa waktu ia mulai merindukan sikap anak yang memang kadang  kadang kalah akan sangat menggemaskan.


“halo kak,” ucap reyna saat  baru sampai disana.


 sebuah pelukan sederhana  reyhan dapatkan, seperti biasa reyna saat itu ditemani oleh vanesa yang senantiasa menjadi kakak yang baik.


“sepertinya kau memiliki lumayan banyak waktu, di saat teman temanmu mungkin masih dalam perang yang sedang sangat berkecamuk,” ejek aether kepada vanessa.


jika itu di dalam game mungkin ia bisa sedikit maklum kalau ia bisa berkeliaran antar benua sekalipun karena dengan menggunakan sihir teleportasi yang kemungkinan dimiliki oleh para gereja besar semua itu akan menjadi mungkin untuk direalisasikan.


“aku akan sangat berterima kasih jika kau  meminjamkanku peralatan, saat kau nanti bermain dengan reyna,” balasnya


tentu saat reyna ada di sini aether tidak akan bermain game jadi seharusnya ada beberapa peralatan yang tidak terpakai oleh rayhan.


“kak rey jangan dengar si cerewet itu.”


ucapan dari reyna membuat reyhan merasa  aneh dengan tampang yang yang sama dengan orang eropa dengan gaya bicara seperti itu membuatnya tidak  terlihat sama dengan orang eropa asli.


“sepertinya adikmu belajar banyak hal saat ia bersekolah,” ucap aether dengan sedikit tersenyum.


ia tidak memarahi reyna yang berbicara seperti itu, karena menurutnya itu tidak lain karena bahasa lokal yang tidak bisa ia hindari selama ia terus berada di indonesia. dan sepertinya vanessa juga telah mengerti akan hal itu.


“seperti yang kau lihat anak itu, sudah seperti anak indo dari anak eropa tulen.”


ia terlihat lebih membiarkan reyna untuk bermain bersama dengan reyhan dari pada menanggapi ucapan dari reyna yang sedang mengejeknya.


“jika kau jika seserius itu ingin bermain, di sana ada satu buat perangkat full drive  yang bisa kau gunakan, tapi ingat untuk tidak terlalu berharap lebih karena versinya tentunya tidak akan sama dengan versi yang sering kau gunakan,” lanjut  reyhan yang melihat kalau vanessa sedikit serius untuk ingin bermain.


“kenapa kau tidak memberikan perangkat yang sering kau gunakan, di luar sana banyak orang lelaki yang berusaha mendapatkan berbagai peralatan yang telah ku pakai,”  balasnya  dengan pose sedikit menggoda untuk reyhan.


“kak reyhan bukan laki-laki mesum seperti banyak orang yang ada di luar sana,” reyna yang melihat pembahasan itu dengan cepat membelah reyhan.


tidak lupa ia juga menutup mata reyhan untuk tidak melihat vanesa yang menurutnya berusaha menggoda pahlawannya itu.


dengan reyna yang turun tangan seperti itu vanesa hanya bisa mengalah dan tersenyum mengejek, sedangkan reyhan hanya tersenyum dan memberikan jempol kepada reyna yang telah membelasanya


vanessa langsung mengarah ke kamar tamu untuk bermain sedangkan reyhan bersama dengan reyna tinggal di ruangan tamu karena reyna terlihat sangat ingin menceritakan banyak hal kepada reyhan yang telah lama tidak ia temui.


bagi reyna, reyhan adalah pahlawan sekaligus kakak baginya, di saat keluarganya sering kali tidak ada waktu untuk nya reyhan dengan sangat baik dan sabar untuk terus mendengarkan ceritanya yang kadang kala bahkan kakaknya seringkali malas untuk mendengarkan cerita itu.


terbukti saat sekarang dengan sabar ia terus mendengarkan cerita dari reyna dengan sabar, dan terkadang akan memberikannya nasehat jika memang apa yang ia lakukan termasuk dalam perbuatan nakal.


yang tidak diketahui vanessa terkadang reyna sering kali menceritakan beberapa hal rahasia yang bersifat memalukan bagi semua perempuan, seperti seperti bagaimana ekspresi vanesa saat mengetahui kalau pasangan telah menikah dengan orang lain dan lain sebagainya.


 saat reyhan masih asik dalam cerita mereka, vanesa keluar dari kamar, yang terlihat kecewa, reyhan berpikir kalau ia mungkin tidak nyaman dengan perbedaan perangkat yang ada di rumahnya dengan yang ia kenakan barusan.


“tidak, tidak, aku masuk hanya untuk mengecek keadaan yang sepertinya tidak lumayan bagus.”


vanessa tahu kalau reyhan berpikir yang tidak-tidak tentangnya sehingga ia  sedikit menjelaskan tentang apa yang terjadi di dalam sana.


“btw sebelum aku kesini ayah sempat nitip salam, katanya ia kecewa karena kau membeli sebuah bangunan tanpa memberitahunya,” ucapnya berniat untuk mengalihkan pembicaraan.


“ kalau hanya membeli sebuah bangunan, aku bisa mengurusnya sendiri aku tidak ingin terlalu banyak hutang budi kepada om,” balas reyhan.


ia tentunya tidak ingin mereka salah paham, apalagi di akhir akhir ia baru sadar kalau ia tampah sadar telah mebeli sebuah abngunan di tempat pesain utama dari perusahaan dari ayah vanessa.


“apa kau serius untuk membangun sebuah perusahaan seperti apa yang kau katakan dahulu.”


vanessa ingat kalau ibunya pernah pernah bercerita tentang reyhan yang tidak ingin terlalu serius dalam game ini dan hanya ingin menjadikannya batu loncatan dalam usahanya nantinya. yang reyhan ceritakan saat reyna dan ibunya mengantarkannya keluar dari rumah sakit.


salah satu alasan kenapa ayah dari vanessa tidak terlalu memaksa reyhan untuk bergabung dalam guild yang sedang ia bentuk tidak lain karena mereka telah menghormati keputusan tersebut.


“jelas, dan reyna akan menjadi sekretarisnya,” ucap reyna dengan penuh semangat memotong pembicaraan mereka.


“benar, tapi reyna harus sekolah yang bagus dulu jadi nanti bisa menjadi sekretaris yang baik,” balas  reyhan.


“perlu bantuan?”


tentu sebagai orang yang telah dari lahir telah mengetahui seluk beluk sebuah perusahan ia dengan penuh percaya diri menawarkan bantuan kepada reyhan.


“untuk sekarang masih belum, dan tentu akan ada waktunya aku akan meminta bantuanmu, jadi saat itu tiba aku harap kau tidak kabur bersama dengan sekertarisku yang cantik ini,” balas areyhan dengan mengoda reyna.


 “lagian untuk saat ini bagunannya juga akan direnovasi, sehingga untuk menjadi sebuah perusahaan yang sesungguhnya masih lumayan lama.” lanjutnya.


reyhan memang telah membeli sebuah bagunanan kecil yang rencananya akan menjadi tempat perusahan sekaligus studio  untuk nya, disana  ia akan membangun sebuah perusahan kecil yang akan bergerak dalam video graffiti, dengan brant utama yaitu aether dalam vof.


makanya ia saat ini sedang berusaha membuat nama aether sangat terkenal tokoh sentralnya akan menjadi aether, dan bisa jadi segala pernak perniknya yang ada di vof.


dengan aether menjadi ikon dari perusahaannya ia berharap itu dapat berkembang menjadi berbagai misalkan menjadi sebuah tokoh souvenir atau pakaian yang akan diproduksi oleh mereka sendiri.


tapi semua itu masih  dalam proses setidaknya mereka harus mengenal siapa itu aether di vof, sedangkan reyhan di dunia nyata terus  mempersiapkan panggung  untuk aether bisa bersinar dengan bagus.