VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
pembicaraan santai



Setelah kejadian ini North terus berusaha meminta maaf karena kejadian ini  membuat beberapa kerugian untuk mereka, ia sekarang lebih tenang. Terutama kepada Disu yang tentunya terkena dampak paling besar karena hal tersebut.


Tapi Sepertinya disu sama sekali tidak takut dengan lawannya, karena ia juga tahu cepat atau lambat kejadian seperti ini akan terjadi, mereka memang adalah dua kubu yang tidak akan cocok, Sidu yang pada awalnya memang kubu militer, sedangkan Como berada dalam kubu politik.


Mereka saat ini sedang berebut untuk naik jabatan kearah yang lebih tinggi, “Aku tadi hanya syok, jika bertarung aku sama sekali tidak akan kalah,” Kali ini north memberikan usulan untuk memberikan bantuan kepada Disu.


“Untuk saat itu belum diperlukan, namun jika aku butuh bantuan aku pasti akan meminta bantuan kalian,” balas Disu sambil meminta izin untuk meninggalkan tempat itu, karena memang masih banyak hal yang harus ia urus.


Tidak lama North juga meminta izin untuk pergi, dan meninggalkan kota karena merasa ia harus mengejek desanya, Aether dan yang lainnya juga merasa North saat ini membutuhkan waktu sendiri.


Bruce juga menyusul karena saat ini ia juga perlu mendatar kembali dalam guild pedangan untuk memulai bisnis baru di kota ini, Ia sudah membuat keputusan ia berniat untuk menetap di kota ini dang bersiap memberikan bantuan secara ekonomi kepada gereja Gaia.


 Hingga mereka menyisihkan nomos, Aether  dan Renata, mereka melanjutkan pembicaraan mereka yang sempat terganggu, “apa yang akan kau lakukan kedepannya karena saat ini kami saat belum menemukan lokasi dari pusaka lainnya?” tanya Nomos.


“Sebenarnya aku juga tidak memiliki gambaran apa yang aku harus lakukan, mungkin berusaha meningkatkan level dengan bergabung perang yang sekarang sedang ada dimana-mana.”


Tapi bagi aether walaupun ia harus ikut dalam perang maka ia lebih memilih untuk ikut dengan perang melawan para goblin karena menurutnya ia hanya akan percuma jika ia mengikuti perang melawan para Orc.


“Tapi mungkin akan pergi untuk bertemu dengan teman lama,  beberapa hari yang lalu aku mendapatkannya pesan untuk bertemu di kota yang seberang,” lanjutnya.


 Beberapa hari yang lalu setelah ia selesai untuk dengan tugasnya melawan aldo, ia mendapatkan dari yuno untuk bertemu dengannya jika mereka memiliki waktu luang.


Dan setelah ia sampai di kota ini ia kembali mendapatkan pesan untuk bertemu karena sepertinya ia memiliki misi yang sangat cocok untuknya, Sehingga karena memang sekarang ia tidak memiliki misi yang mengganggunya Seharusnya tidak masalah menerima misi itu karena memang ia tidak ada kerjaan di gereja Gaia.


Setelah semuanya Selesai, akhirnya ia memiliki kesempatan untuk berbicara bersama dengan Renata, “Aku awalnya sangat terkejut mendengar kau yang juga ikut masuk dalam vof,” ucap Aether memulai pembicaraan.


“Itu semua karena ceritamu, dan seperti yang kau katakan aku juga butuh beberapa hiburan dalam bekerja,” balas Renata.


“Aku harap kau menikmati bermain di dunia ini,”


“aku lumayan, menikmatinya yang kuharapkan ada seseorang yang pernah berjanji untuk menjadi pemandu aku tidak melupakan janjinya,” kali ini renata malah menangi Janji Aether.


Yang dulu sempat mengucapkan sebuah omong kosong kepada renata jika nantinya perempuan itu berniat bermain maka ia siap untuk menjadi pemain sekaligus pembimbing dalam perjalannya, Aether dulu sempat mengatakan itu karena Ia merasa Renata tidak akan memiliki waktu untuk bermain.


Tapi sekarang ia harus menepati janjinya, “Bisakah aku membuat alasan kalau aku tidak pernah mengatakan hal itu,” ucap Aether dengan tersenyum kaku.


“Yayaya, dasar laki-laki, tapi aku juga tidak memaksamu sekarang karena tahu  ada yang harus kau kerjakan dan aku juga masih ada beberapa pekerjaan di dunia luar,” jelas renata yang pada akhirnya Aether aman untuk saat ini.


“Aku mendapatkan pesan titipan sepertinya Mila ingin datang ke rumahmu hari ini,” lanjutnya setelah itu Renata Pun pergi untuk melanjutkan misi dengan enzy.


Saat ini di gereja masih sangat banyak misi yang harus mereka kerjakan dan salah satu alasan kenapa Renata tidak terlalu memaksa Aether untuk ia bisa ikut dengan laki-laki adalah enzy, bagi Renata Enzy terlihat seperti Adik perempuan untuknya.


Ia yang merupakan anak tunggal merasa Enzy adik yang sangat jojok untuknya sehingga ia selalu menikmati waktunya saat bersama dengan enzy. Dan sepertinya Enzy memiliki pemikiran yang sama dengan renata sehingga itu berjalan dengan baik.


Walaupun renata mungkin tidak tahu kalau orang yang ia anggap adik bukanlah orang sembarangan tapi salah satu anak tuhan yang sangat diagungkan oleh para pengunjung gereja.


Sebelum keluar ia mengirimkan pesan kepada yuno tentang ia yang sudah selesai dengan kegiatan  sehingga ia bisa bertemu dengannya dalam waktu yang dia inginkan.


Setelah itu ia baru logout, jika Apa yang dikatakan Renata benar maka Mila sebentar lagi akan datang, semenjak Ia pergi bermain bersama dengan mila di sekolahnya kedekatannya dengan mila semakin baik.


Sudah 5 hari setelah acara itu, Mila seringkali menyempatkan diri setelah pulang sekolah ketempatnya, Hingga Ia mendapatkan peringatan dari ibunya dan Vanessa karena menggap akan mengganggu kehidupan dari Reyhan.


Saat itu mila tidak mau pulang Sehingga mamanya bersama dengan Vanessa harus datang secara pribadi untuk menjemputnya hasilnya reyhan juga kena omel karena dianggap terlalu memanjakan Mila.


“Kali ini Kau sudah izin ke orang rumah kan,” Ucap reyhan yang menyambut kedatangan dari Mila.


Reyhan tahu kalau ia sudah mendapatkan izin karena ia sudah mendapatkan pesan dari vanessa, tapi ia hanya ingin menggoda mila sehingga ia menanyakannya kembali.


Setiap pergi atau di jemput sekolah ia akan diantar oleh satu orang supir datu satu orang lagi yang merupakan bibi yang bertugas untuk mengurus keperluannya.


Jika ia mampir kesini mila akan langsung masuk kerumah bersama dengan bibinya sedangkan sopirnya akan menunggu di luar.


Jika dilihat lagi sebenarnya bibi dari Mila itu masih cukup muda Mungkin masih berada di sekitar tigapuluhan, karena ia yang terlalu sering pergi kesana, saat aku  bermain bersama dengan mila ia kadang kadang bantu bantu dengan dengan membersihkan rumahku.


“Sebenarnya aku tidak enak bik kalau bibi bebersih bersih di rumah saja, karena itu kan bukan tugasta,” ucap reyhan yang menegur nenshi nama dari bibik mila itu.


“Tidak apa-apa kak, lagian tangan saja gatal kalau tidak melakukan apa-apa,” balasnya yang masih langsung mengerjakan beberapa hal seperti mencuci piring yang memang pada saat itu sedang menumpuk.


Jadi secara tidak langsung ia mengatakan rumah dari Reyhan terlihat sangat kotor, setidaknya itu Yang ia lihat dari perkataan tersebut.