VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
Aether yang mulai terpojok



Beberapa kali Aldo bisa merasakan kalau ada kesempatan yang sepertinya dilewatkan oleh lawannya  hal ini membuat Aldo ragu dalam membunuh vampir tersebut.


“kenapa?” ucap Aldo.


Sebagai orang yang memiliki banyak pegalama Aldo tahu kalau lawannya tidak terlalu Serius dalam melakukan pertarungan, bahkan mengarah kalau ia berusaha mengalah kepada Aldo.


Di awal memang ia  terlihat berusaha mengalahkan Aldo tapi secara perlahan Aldo tahu kalau dalam tubuh Vampir itu hanya berusaha  bunuh diri.


Namun sebelum sang Vampir berusaha menjawab pertanyaan dari aldo terlihat seorang gadis kecil berusaha untuk menghentikan lado yang berusaha membunuh orang tuanya.


“Apa salah kami Sehingga kami harus terbunuh, kami sudah dengan damai tingal dengan nyamang di gua ini kenapa kami harus dibunuh,” dengan mengeluar tangisan sedih ia terus mengatakan segala kesedihannya.


Hal ini membuat Aldo bingun karena seharusnya ia menjadi seorang penyelamat disini, tapi entah kenapa ia malah terlihat sebagai seorang penjahat yang telah membunuh orang orang yang tidak bersalah.


“sepertinya kau sadar kalau aku sedikit tidak niat dalam bertarung, tapi jika menanyakan alasannya maka aku mungkin bisa menjawab dalam hatiku aku sudah terlalu lelah terkurung dalam goa ini selama ribuan Tahun, tapi Jika ada sebuah permintaan yang bisa ku minta aku berharap anakku ini dapat keluar melihat dunia luar,” ucapnya menjelaskan kepada Aldo bagaimana situasi yang mereka alami.


“Tunggu, tunggu, kenapa aku terlihat sebagai penjahat disini, aku datang kesini hanya karena mendengar kalau ada sebuah makhluk yang sangat berbahaya tersegel disini,” ucap Aldo yang hentikan ucapan aldo yang sepertinya berbeda dengan apa yang dia harapkan.


 “pasti kau mendengarnya dari para manusia atau para dwarf, yang terlalu takut denganku karena dapat menciptakan para pasukanku sendiri,” ucap menjelaskan bahwa dengan beberapa pengorbanan ia dapat membuat koloni Vampirnya tersendiri.


Contohnya yang selama ini Aldo lawan adalah para koloni yang ia ciptakan, sehingga kemampuan dari Vampir ini sangat menakutkan bagi kebanyakan orang yang melihatnya, dan itu menjadi alasan utama membuatnya dikurung di tempat ini.


Namun ia merasakan ia saat ini sedang dipanggil oleh Aether yang sepertinya sedang membutuhkan bantuannya, “Aku minta maaf jika aku ada salah, tapi jika kau ingin mendapatkan kebebasan aku menjanjikanmu itu, tapi aku berharap selama aku tidak disini aku berharap kau tidak keluar dulu,” Aldo segera memberikan peringatan kepada sang Vampir ini.


Ia saat ini masih belum terlalu percaya dengan mereka tapi untuk saat ini ia berusaha untuk mempercayai pilinnya Sehingga Aldo memperingatkan mereka jika mereka bisa menunggunya untuk sementara waktu Aldo menjanjikan sebuah tempat untuk anak kecil itu bisa tumbuh dan berkembang tanpa ada seseorang yang mengganggu pertumbuhannya itu.


“Kami disini sudah ribuan tahun jadi menunggu selama beberapa saat tidak menjadi masalah,” ucap sang Vampir sambil tersenyum ia juga berterima kasih kepada Aldo jika memang ada tempat seperti itu.


“Ya, kuharap kalian tidak membuatku menyesal telah melakukan ini,” balas Aldo sebelum ia menghilang.


. . . . . . . . . . .


Di tempat yang berbeda Aether Harus melawan dua orang yang seperti merupakan orang orang dari organisasi pemerintah dunia yang saat ini sedang terkenal,  Ia sudah menyuruh Rangga untuk menjaga Hilal.


“Kenapa ia sangat lama, biasanya ia akan langsung datang setelah aku memanggilnya,” ucap Aether yang semakin lama semakin terpojok.


Awalnya ia berusaha bertahan karena ia tahu kalau tidak lama Aldo akan segera datang untuk membantu, tapi saat ia sudah berusaha bertahan Aldo malah tidak datang, saat ia berusaha menyerang balik karena melihat Aldo yang tidak datang lawannya sudah tidak membiarkan hal itu terjadi.


“Sial, hilal berusahalah untuk bertahan sementara waktu, kalau bisa buka jalan untuk kita meninggalkan tempat ini,” Aether mulai memberikan perintah kepada Hilal jika terus ini mereka benar benar dalam  bahaya.


Jika salah satu dari mereka adalah pengguna tato tipe Serangga, satunya lagi adalah seorang perempuan yang sepertinya Seorang  gunner, karena terlihat senjatanya itu adalah sebuah senjata api tipe laras panjang.


Si manusia kupu-kupu berusaha untuk menyerang Aether dari dekat sedangkan Yang satunya lagi terus menembaki aether dari jarak jauh, yang cukup beruntung Aether saat ini sudah menguasai cara penggunaan Perisai dengan baik Sehingga pertahanannya tidak mudah ditembus.


“Rangga coba gangu pergerakan orang itu,”  Aether sama sekali tidak peduli dengan umpatan yang mereka berikan kepadanya ia terus berusaha Fokus dalam pertarungan ini.


Aether beranggapan selama ia berhasil mengurus dua orang ini seharusnya Hilal tidak akan ada masalah karena hilal bukanlah npc level rendah levelnya juga cukup tinggi untuk bertarung.


Ia mungkin tidak sebaik Aether dan Rangga tapi hilal masih bisa mengimbangi para kroco yang mulai memberikan ganguan kepada Aether yang masih berada dalam keadaan bertahan.


“Apa hanya ini kekuatan dari tato kupu-kupu, bahkan  kekuatan racunnya ternyata  sungguh sangat lemah,” bukannya menyerah, Aether malah memberikan provokasi kepada pengguna tato itu karena melihat Orang itu terlihat sangat mudah termakan akan provokasinya.


Dari tadi Ia terus berusaha menyerang Aether dengan beberapa racun tingkat 3, yang notabene tidak bekerja dengan Aether yang memiliki cadangan potion yang lumayan banyak.


Sayangnya ia tidak pernah mengira kalau Aether adalah Seorang alkemis, ia bahkan berani untuk memprovokasi di awal dengan mengatakan ia ingin melihat sampai Mana Aether dapat bertahan menggunakan potion yang ia miliki.


“Bukan kah kau pensarang seberapa banyak potion yang aku miliki? Jangan berhenti doan,” jika melawan orang orang yang mudah di provokasi seperti ini Aether sangat menyukainya.


Sehingga ia terus berusaha memprovokasi lawannya itu apalagi saat yang satunya di kontrol oleh Rangga membuat  aethernya sendiri mulai berusaha untuk menyerang balik.


“siapa kau sebenarnya?” lawan Aether sangat terkejut saat melihat luka yang Aether hasilkan dari tebasan Tombaknya menimbulkan kerusakan yang sangat besar walaupun tombak itu hanya sedikit mengoresnya


“Hanya Seorang pahlawan dari negeri terpencil, seperti yang kau katakan diawal bukan?” ucap Aether sambil tersenyum.


“sepertinya yang tadi cukup meleset, aku jamin Selanjutnya itu pasti akan kena,” lanjut Aether yang kembali berusaha menyerang.


Tapi serangannya berhenti saat melihat Rangga yang terlempar karena Sebuah serangan dari lawannya hilal juga Sepertinya juga terpojok Sehingga terpaksa Aether berubah arahnya untuk menyelamatkan mereka berdua.


Sang pengguna kubu sepertinya sadar kalau Aether adalah orang yang sangat  berbahaya jika dibiarkan, Sehingga ia segera berubah dalam mode serius ia mulai berubah dalam mode kubu-kupunya.


Dalam mode tersebut kekuatan racunya menjadi jauh lebih kuat Sehingga beberapa orang yang ada disana mulai terepgaruh satu persatu dari orang orang yang meninton mulai berhaburan untuk meyelamatkan diri, terlihat walaupun mereka berusaha menyelamtkan diri mereka masih terkena dampak dari racun tersebut.


“Mosa hentikan, kau bisa membunuh semua orang yang ada disini,” rekannya saat itu berusaha menghentikan Mosa yang berusaha membunuh semua orang yang ada disni.


“Kakak orang itu sangat berbahaya jika kita tidak membunuhnya disini, orang itu bisa mengganggu rencana organisasi, untuk jika organisasi marah kita bisa membuat alasan kepada mereka kalau ini adalah perbuatan dari gereja kegelapan.”


Mosa saat itu tidak bisa dihentikan lagi, ia sudah membulatkan tekad untuk membunuh Aether dan kawan2.