
Dalam kebingungan itu Aether mau tidak mau harus membuat sebuah terobosan baru, pertama tama yang dia lakukan adalah mengaktifkan salah satu skillnya Wifi, sebuah skil yang dapat membuatnya mentransfer skil skil yang dia miliki kepada beberapa prajuritnya.
Tentu skill ini berguna membuatnya dapat melindungi berbagai orang yang ada di sekitarnya, sebagai seorang tank ia memiliki beberapa skil pertahanan yang kuat sehingga ini sangat berguna jika di padukan dengan skil wifi yang ia miliki.
“untuk para penyihir jangan melakukan serangan secara sembarangan, coba fokus pada sihir yang dapat hentikan pergerakan mereka.” Ucap Aether memberikan perintah.
Ia melihat kalau serangan para peyihir terlihat sembarangan sehingga ia memberikan arahan kepada mereka untuk menhemat mana dan membuat mereka menyerang lebih baik lagi.
Mungkin mereka bukanlah para penyihir pemula tapi koordinasi mereka satu sama lain terlihat sangat kacau sehingga memberikan beberapa arahan untuk membuat koordinasi mereka menjadi lebih baik.
Aether terus melihat ke arah medan perang dan melihat bagaimana kondisi para prajuritnya saat ini, terkadang ia juga salah fokus dengan berbagai peralatan tingkat tinggi yang dijatuhkan oleh lawan.
Ia melihat berbagai peralatan peralatan yang dimiliki para Dark knight milik lawan juga sangat tinggi, ia sudah membahayakan apa yang akan dia dapatkan jika bisa membawa pulang semua peralatan itu tapi ia tahu itu tidak mungkin karena ini hanya sebuah ilusi kemasa lalu.
Kembali ke topik utama saat ia belum mendapatkan inti dari masalah ini, ia harus melakukan beberapa kali skill tato yang dia miliki hingga ia sadar kalau ada yang berbeda dari setiap Makhluk immortal yang menyerang mereka.
Itu adalah setiap makhluk immortal yang ada disini memiliki sebuah perbedaan di beberapa tubuh mereka terdapat sebuah kristal mana yang sepertinya memberikan mereka kemampuan untuk terus hidup walaupun itu tidak menggunakan kemampuan sang lich.
Memang setiap Ia membunuh para pasukan immortal ini jumlah mereka berkurang, tapi beberapa diantara mereka terlihat semakin bertambah kuat, bahkan terlihat ada beberapa death knight yang memberikan perlawanan kepada prajuritnya elitnya.
Dan dari sana ia menemukan peningkatan itu terlihat masuk akal setelah melihat kristal yang ada di sana terlihat mengalami perubahan, ia melakukan percobaan dimana oa langsung merakit salah satu kristal memiliki salah satu monster yang ada disana dan ia langsung menghancurkannya hasilnya terlihat mahluk tadi tidak lagi hidup.
“Untuk para archer segera target kristal yang ada di tubuh mereka,” perintahnya dan segera para archer yang dari tadi tidak terlalu berguna kini memiliki andil besar dalam perang.
Semua orang yang juga tergabung dalam pertempuran jarak dekat juga mulai mengamuk dan menargetkan semua kristal tersebut, sehingga secara perlahan mereka segera mengambil alih medan peperangan.
Aether tidak bisa menggunakan kemampuan tatonya karena saat ia menggunakan kemampuan tato tersebut ia tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi disana sehingga cara terbaik adalah melakukannya secara manual.
Yang sekarang perlu ia lakukan adalah menjaga segala prahurit ia miliki terus aman sehingga mereka tidak keuarangan prajurit dan Pihak lawan tidak menambah prejurit mereka dengan kekalahan para elf.
Walaupun Aether sudah bekerja dengan keras untuk membuat prjuritnya aman di beberapa kesempatan ia masih kecolongan sehingga beberapa dari mereka masih mati, tapi jumlah korban yang ada disana dapat berkurang dengan signifikan .
“Terus jangan- jangan sampai mereka lolos,” teriak Aether.
Dalam teriakan nya itu ia segera melepaskan [lion roar]nya yang membuat semua orang yang ada disana semakin bersemangat.
Kewaspadaan aether terus terjaga takutnya ini masih belum berakhir, dan memang benar saja setelah semua kristal yang ada di hancurkan, itu malah memicu sebuah monster yang baru muncul, terlihat di atas udara Muncul sebuah skeleton dragon.
“jangan biarkan ia menyelesaikan persoalannya, lakukan serangan besar kepada nya,” perintah Aether.
Mereka semua segera mengikuti apa yang aether katakan namun sepertinya orang tadi memiliki sebuah pencegah sehingga semua serangan yang mengarah kepada dipertahankan oleh Naga tulang itu
Tapi serangan itu gagal karena sepertinya serangan itu dipentalkan oleh sebuah anti sihir dan ada sebuah pelindung yang tidak bisa di tembus oleh pasukannya.
“Boston, bersiap untuk melemparku,” ucap Aether kepada salah satu pasukan terbaik yang dia miliki.
Elf yang dimaksud memiliki tubuh yang cukup besar yang sepertinya memiliki Job Mont, dan memiliki kemampuan Tato yang membuatnya kekuatan yang berkali kali lipat
Setelah mengatakan arahannya Aether sama sekali menunggu balasan ia langsung berlari menuju Boston untuk dilempar ke atas sana.
Tujuan Aether adalah menghancurkan Barrier yang memberikan perlindungan kepada lawannya, karena ia tahu ia bisa menghancurkan Barrier tersebut, dengan satu lompakan ia tiba di Boston dan boston yang sudah bersiap dengan kuda kuda yang bagus dan ia pun melemparkan aether ke atas sana untuk menyerang sang skeleton dragon.
[Doan paster] sebuah skil berpedang yang dimiliki Oleh aether skill berpedang itu cukup kuat, dan ia yakin Sebagai seorang barier master dengan tentu ia memiliki kemampuan untuk menghancurkan setiap barrier yang ada di hadapannya.
Skill berpedang nya segera menghantam barier itu dan memang skil it berhasil menghancurkan Barier yang ada, dan para bawahan dari aether yang memang telah menunggu segera melepaskan serangan terbaik yang dia miliki.
“Maaf sepertinya kau terlambat!” ucap orang itu, saat berhadapan dengan Aether.
Terlihat orang yang sepertinya Merupakan seorang Oni itu tersenyum saat tahu rencananya berhasil, setiap serangan yang diarahkan oleh para Elf segera mengenai dragon skeleton yang ada, dan secara perlahan Hp dari dragon itu terus berkurang dan mati.
Aether Juga terlihat sigap dengan langsung melontarkan sebuah serangan untuk menghancurkan kristal mana yang di miliki dragon itu.
Tapi sepertinya itu digunakan dengan baik oleh Sang oni untuk segera kabur dalam medan pertempuran, melihat itu Aether terlihat biasa saja, karena memang masih ada yang harus dikhawatirkan
Ia tahu sihir yang berusaha orang itu lakukan bukanlah sebuah sihir sembarangan, sehingga tentu orang itu tidak akan pergi sebelum sihirnya berhasil.
Dan memang benar apa yang Aether khawatirkan terjadi, terlihat medan perang yang tadinya berhasil mereka menangkan perlahan pasukan yang awalnya mereka kalahkan telah kembali hidup. Kali ini ia bukanlah sebuah pasukan immortal biasa melainkan sebuah pasukan demon.
Mereka semua mengaku sebagai pasukan dari neraka yang di bangkitkan untuk memakan banyak korban.
Kali ini musuh baru telah tiba, tiba walaupun jumlah mereka tidak sama dengan Para pasukan immortal, tapi lawan mereka kali ini memiliki kemampuan individu yang sangat hebat yang mungkin menyaigi pasukannya saat ini.
Bahkan ia sendiri merasakan kalau ada salah satu dari mereka yang sangat kuat yang sepertinya akan menjadi lawannya dalam perang kali ini.