
Sandra juga termasuk generasi pertama pemainan ini, sehingga menjadi hal yang aneh saat ia melihat bagaimana level yang cukup rendah dengan kemampuannya yang sekarang.
"Ada beberapa kejadian yang membuatku tidak login cukup lama," jawabnya singkat.
" Jangan bertanya kepada orang aneh itu, kau hanya akan pusing sendiri, jadi mari lanjutkan perburuanya." Potong Aether untuk menghentikan pembicaraan ini lebih lanjut.
Mereka sudah membunuh puluhan dari pemain dari lawan. Jika di tambah dengan orang yang di bunuh north seharusnya para pemipin guild sudah menyadari keberadaan kelompok aether.
Sehingga mereka harus mempercepat pergerakan. Agar mereka tidak berakhir dalam keadaan terkepung.
. . . . . . . . . . . . .
Di tempat yang berbeda para petinggi dari guild sedang melakukan rapat untuk masalah ini, masing-masing dari mereka sudah mendapatkan laporan tentang masalah ini.
Ini tentang pergerakan dari dark word yang sudah menargetkan mereka, "anggota ku melaporkan kalau ada seorang kucing yang Sepertinyaseorang archer terus memburumereka." Ucap seorang laki laki yang menggunakan setelan armor yang besar yang memiliki tombak di sampingnya.
Ia adalah pemimpin dari guild gerbang beladiri, mereka berasal dari Cina, dari ketiga guild yang ada di sini merla adalah guild dengan jumlah anggota terbanyak saat ini.
"Sepertinya itu Sandra," ujar Smith ia merupakan pemimpin dari guild uni soviet dilihat dari nama nama nya saja kita sudah tahu ia berasal dari Rusia.
"Jangan lupakan north, sepertinya ia juga bersama dengan Sandra," disini juga ada Gading yang bersama dengan guild matahari ya.
Sampai saat ini hanya ada kelompok dari aether yang paling menarik perhatian musuh, karena dengan kelompok tiga orang aether dengan rekan rekannya terus membunuh mereka dengan mudah.
Walaupun saat ini aether sendiri belum di kompilasi karena ia belum mendapatkan lawannya, itu pun north bisa do kenali karena penampilannya memang sangat menarik perhatian.
"Melihat pergerakan mereka saat ini ada kemungkinan mereka sedang berusaha untuk memancing kita keluar," Ucap xio lan, ketua guild gerbang beladiri.
"TAPI tetap saja perintahkan beberapa orang untuk menangkap dua orang itu, karena kita bisa mendapatkan lebih jika sampai kita bisa menangkap mereka berdua."
Gading terlihat lebih bersemangat untuk menangkap north, ia tahu kalau north adalah kenalan dari aether sehingga dalam hatinya masih ada niat untuk balas dendam atas perlakuan yang ia terima dari reyhan beberapa hari yang lalu.
Ia malam itu cukup beruntung karena tidak berhasil di temukan oleh reyhan, tapi hasilnya puluhan anak buahnya yang ia sering gunakan untuk berbagai pekerjaan kotor telah di habisi.
Walaupun tidak ada yang mati, hampir separuh dari orang -orang itu mengalami kelumpuhan.
"Jangan macam-macam dengan apa yang tidak kau ketahui,"
Sebuah tulisan kecil dalam sebuah kertas di tinggalkan disana, dan di atas kertas itu ada sebuah flashdisk yang berisi informasi tentang berbagai kejahatan yang telah ia lakukan.
Hal itu tentunya membuatnya tidak bisa berkata apa-apa, dan hingga saat itu Gading tidak lagi berani untuk bergerak menghancurkan reyhan.
Dan satu-satunya cara adalah bergerak di vof dan berusaha membuat penawaran dengan orang itu sehingga Gading bisa menhapus semua bukti yang dia pegang.
. . . . . . . . . . .
"Sepertinya kalian sudah mulai di target kan," ujar aether saat melihat berbagai pasukan yang mulai mendekat kepada mereka.
Saat ini rangga sudah di samarkan menjadi seekor burung pipit, ia bertugas untuk melihat area sekitar terutama mencari musuh.
Dan juga menyebarkan clon yang dia miliki membuat aether dengan mudah mengetahui siapa yang akan berada di sekitarnya.
Ia juga memiliki pet seperti itu, yang memang sangat berguna untuk nya sebagai seorang archer. Ia juga satu dari sedikit orang yang pernah di repotkan oleh slime yang sejenis dengan rangga.
"Aku cukup beruntung bertemu dengan seorang alkemis yang memiliki cara untuk mengevolusinya, jika aku tidak bertemu dengan orang itu bahkan aku ragu bisa membuat slime ini berkembang sampai segini ya."
Melihat sampai sekarang belum ada orang yang berhasil untuk mengembangkan slime yang sama membuat aether mulai berpikir ia hanya cukup beruntung untuk mengembangkan ya.
Sandra hanya menganguk tanda ia setuju dengan pendapat dari aether. "BTW adikmu kenapa tidak bergabung dengan mu disini?" Tanya aether.
"Semenjak ia di kalahkan, ia terus menyuruhku meminta pralatannya kepadamu, tapi karena aku menolak ia tidak mau datang kesini untuk membantuku, bahkan saat aku di buru oleh para tentara bayaran itu ia masih menolak untuk membantuku," ujar terlihat sedikit emosi disana.
Mendengar itu baik itu north dan aether tidak tahu harus merespon apa, sampai sekarang belum ada yang terlalu merepotkan mereka.
Walaupun jumlah musuh yang datang terus meningkat dengan perpaduan sihir memperlambat dari north dan ketepatan dari Sandra itu membuat musuh-musuh yang datang hanya terlihat hanya menyerahkan diri kepada mereka.
Sedangkan aether hanya bertugas untuk mengumpulkan berbagai item yang di jauhkan musuh.
Bahkan untuk nya yang memiliki perasaan cinta terhadap item item seperti ini mulai bosan.
"Ayolah gaes ini mulai terlihat membosankan, istirahatlah lebih dulu bar merah yang ada di statusnya sudah terlalu tebal akan berbahaya jika kau mati," Ucap aether mulai menyuruh Sandra istirahat.
"Kalau aku mati itu hanya karena kesalahanmu," balasnya santai.
Tugas dari aether adalah melindungi Sandra agar ia tidak terlibat dalam pertempuran jarak dekat. Sehingga secara otomatis jika Sandra mati itu akan menjadi kesalahannya.
Entah doa aether yang di ijabah dengan baik atau bagaimana, tapi jumlah pasukan yang di kirim ketempat mereka terus bertambah dua kali lipat dari jumlah yang mereka bunuh.
Sehingga mau tidak mau, aether pada akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi hal itu sendiri bukan menjadi pertanda yang baik untuk mereka karena saat aether mulai mendapatkan pertarungan mereka segera targetkan habis habis oleh musuh.
"Sepertinya mereka yang terlalu menganggap tinggi mu," Ucap sadra sambil tersenyum.
"Sudahlah anggap saja ini berkah bukan, memiliki rekan seterkenal diriku," balas aether dengan sedikit bercanda.
"Aku Kan memberikan respek tertinggi karena masih berhasil membuat sebuah lelucon, di saat seperti ini," Sandra terlihat jetuz menanggapi candaan dari aether.
"Gaes bisika kita sedikit melupakan perdebatan ini, dan fokus kepada musuh yang ada didepan sana."
North terlihat bingung dalam menangani bercanda mereka ini, sehingga ia hanya menyuruh baik itu aether atau Sandra untuk lebih fokus.
Tapi respon dari mereka semakin membuatnya bingung, karena setelah ia mengatakan itu baik itu aether ataupun Sandra mereka semua diam.
Bahkan Sandra terlihat mulai mengarahkan panah kepadanya, "hy, hy, maaf kalau perkataan ku membuat kalian tersinggung…."
Tapi belum sempat ia menyelesaikan perkataannya ia sudah di serang oleh Sandra, namun beberapa saat akhirnya ia sadar kalau Sandra bukanlah menargetkannya melainkan seseorang yang sedang bersembunyi di belakangnya.
Panah dari lawan terlihat bertabrakan dengan panah Sandra. Akibatnya sekarang mereka bisa melihat mereka yang sedang bersembunyi.
Aether juga segera bergerak, "death step," ungkapnya yang langsung bertelportasi ke belakang targetnya dan mengakhiri lawan.