VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
segala perisapan yang Aether lakukan



Apa yang terjadi saat ini membuat semua orang yang ada disana berpikir keras tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


“Untuk semenatara kita harus menunggu untuk mendegar pendapat dari pihak gereja karena masalah ini,” ucap Aether kepada mereka.


Dalam serangan ini Aether berenecana untuk meminta bantuan dari Nomos karena ini akan menjadi pertarungan yang sulit tapi  ia berharap Ia masih bisa hadir disana saat pertarungan tersebut terjadi.


Ia juga meminta clon Aldo untuk menyuruh Aldo asli segera pulang untuk bersiap dalam perang besar seperti ini.


“Apa kita perlu meminta bantuan orang orang yang ada di maritange?” tanya North


“Tidak, walaupun ini akan menjadi pertarungan yang sulit, tapi aku masih sangat yakin kalau kita bisa memenangkan pertempuran ini,” ucap Aether.


“Aku hanya akan meminta mereka untuk menarik pasukan paladin miliki Gereja Gaia dan untuk bersiap melawan para mahluk kegelapan ini.”


Pertarungan akan menjadi mengerikan, tapi mereka  bisa untuk membuat pertarungan ini akan menjadi pertarungan yang penuh akan gejolak laki laki yang sesungguhnya.


Para pemimpin  dari setiap suku yang ada disana bergejolak, termasuk Lawalata, yang sudah memutuskan untuk memindahkan semua sukunya menuju tempat  mereka saat ini.


Sehingga para lizardman Bukan lagi ras yang paling sedikit di desa dan mereka terlihat sangat bersemangat untuk bertarung.


Jujur saja Aether senang saat mereka memutuskan untuk datang ke tempatnya karena pasukan bertombak sangat ia ingin buat dan Menurut Aether para Lizardman sangat cocok untuk di buat kan menjadi sebuah pasukan kavaleri.


Ia benar sebenarnya pasukan yang sangat ingin lihat adalah para pasukan Kavaleri, yang bagi Aether sebuah kerajaan Fantasi tanpa adanya Sebuah pasukan Kavaleri itu sangat tidak layak untuk disebut sebagai pasukan Kerajaan yang sesungguhnya


Tentu itu akan menjadi sangat sulit karena semuanya membutuhkan waktu, dan itu masih bukan prioritas mereka saat ini, apalagi saat ini pasukan khusus buatan dari Aldo masih sepenuhnya berkembang di bawah pimpinan dari FIWI yang sangat imut itu.


Mereka semua memberikan pendapat,  Aether memang menyuruh mereka untuk mempersiapkan segalanya Sehingga mereka Perlu untuk memberikan persiapan secepat mungkin.


Walaupun mereka semua pada dasarnya bisa bertarung dan level mereka sudah sangat tinggi,  sehingga ada serangan besar seperti ini bukannya takut malah membuat para penduduk di sana untuk bersemangat untuk bertarung.


Tapi untuk pelecehan, Aether memberikan perintah jika memang mereka nantinya kalah mereka masih tetap harus memberikan persiapan untuk mengizinkan opera penduduk lainnya.


“Maaf kalau lawannya adalah para mahluk yang di bangkitkan aku sama sekali tidak berguna, tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu,” ucap Debora sedikit tidak enak karena dalam penentuan seperti ini ia malah tidak berguna.


Secara level mungkin ia setara dengan Lich yang akan menyerang tapi dalam pertarungan satu lawan satu mereka pasti kalah, sehingga ia merasa tidak enak hal itu.


“Jangan khawatir, kau masih adalah senjata utama Kami, jadi kau masih akan berada di akhir pertempuran bersama dengan Nomos jika nantinya ia bisa membantu kita dalam pertempuran nantinya.”


Aether sama sekali tidak masalah dengan para Vampir yang memang tidak cocok melawan pasukan immortal seperti ini karena Bagi Aether mereka suatu saat akan lebih berguna.


“Bruce, untuk sekarang pergilah sebagai delegasi kita dan minta tolong kepada kerajaan dwarf untuk membantu kita dalam fokus memperbaiki Benteng. Karena kita disini berada dalam posisi bertahan jadi ada baiknya kita memperkuat pertahanannya kita miliki.”


 Perintah Aether kepada bruce.


“Hilal, aku tidak berharap banyak tapi kalau bisa aku minta para wood elf untuk sedikit meningkatkan produksi potion yang dibuatnya minimal sampai hari pertempuran terjadi.”


Sekarang ia memberikan Arahan kepada hilal dan para wood elf untuk sedikit meningkat pembuatan potion hingga mereka setidaknya bisa memasok cukup banyak potion saat adanya serangan nantinya.


“North, berikan sedikit bantuan kepada para pemain pemula yang ada di desa sehingga mereka bisa lebih berkembang hingga saat perang yang sesungguhnya.”


“Xander, berikan isyarat kepada para barbarian kalau saatnya menggila,”


“Lawalata, sepertinya pasukanmu akan mendapatkan sambutan meriah akan kedatanganmu ke tempat ini,”


“Sepertinya kalian sudah tahu apa yang harus dilakukan bukan? Jadi tunggu apa lagi mari bekerja dan tunjukkan kepada orang orang mati itu kalau desa ini tidak bisa hancur dengan pasukan orang mati!” ucap Aether disertai sebuah hentakan yang membuat semua orang bersemangat dan langsung bergerak untuk mengerjakan segala tugasnya.


Segera setelah mengucapkan hal itu hanya ada Bruce dan north di dalam ruangan Aether, “Sepertinya aku sudah bertindak selayaknya raja saat ini,” ucap Aether dengan tersenyum.


“emangnya Kenapa?  kau layak untuk mendapatkannya, tapi jujur kau terlihat sangat mendalami perangmu seperti tadi,” ucap North dengan sedikit tertawa.


“YA, ya, ya, aku hanya bisa memberikan perintah karana saat ini aku masih sibuk di dunia nyata,takutnya kalau aku yang bergerak sendiri akan membuat semuanya menjadi lebih kacau,” balas Aether.


“Btw asal Kau tahu saja aksimu di indonesia sampai mendapatkan pemberitaan di kanada,” kata Bruce


“Aku juga sempat melihat beritanya di korea,” lanjut north.


Berita reyhan yang bertarung melawan perampok sudah sampai menyebar ke seluruh dunia, tentu aksi ini tidak jauh karena melibatkan Renata yang memang merupakan artis internasional.


“Jangan membicarakan itu, itu sangat memalukan, pergi dan selesaikan tugas kalian aku akan logout,” balas Aether segera menyuruh mereka meninggalkannya.


. . . . . . . . . .


Sebelum Log ut, ia mendatangi  ibu kota meritage untuk bertemu dengan para petinggi dari disana.


Yang terjatuh, joker felesia dan Yuno masih ada disana, sehingga ia langsung mengatakan niatnya untuk meminta para paladin dari Gereja gaia untuk ditarik mundur untuk membantunya dalam medan perang yang akan datang.


Mereka terkejut karena permintaan dari Aether sangat mendadak, tapi mereka tidak masalah dan segera menyetujui permintaan tersebut.


Setelah itu ia mendengarkan bagaimana perkembangan perang saat ini. Dimana dimitri bersama dengan leon telah memimpin para pasukannya untuk memberikan penaklukkan berbagai kerjaan yang ada.


“Aku tidak akan mengacau cara kalian dalam berperang, tapi aku ingatkan kalau ini hanya permainan, dan niat kalian untuk merebut wilayah musuh, kenapa sangat repot memikirkan tata cara berperang yang sudah ada seperti itu,” ucap Aether setelah itu pergi karena memang ia tidak terlalu ingin ikut campur dalam masalah mereka.


Ia tidak ada disana, Sehingga memang ada baiknya mereka yang menentukan cara mereka untuk berperang, tapi Aether juga tidak ahan melihat mereka yang masih berpadangan kalau saat ini ia melawan manusia normal Sehingga beberapa tata krama mereka tuhankan di dalam sana.


Sehingga itu malah merepotkan mereka sendiri, tapi dengan ucapan dari Aether menyadarkan mereka sehingga mereka mulai berpikir apa yang dikatakan aether memang benar.