VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
bos monster dan regenerasinya yang gila



Situasi saat ini membuat mereka sangat terdesak, mereka juga tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan Bom yang terpisah karena jarak mereka dengan para laba-laba terlalu dekat, dan bisa dipastikan kalau mereka bisa ikut dalam ledakan itu jika sampai mereka meledakkan dalam jarak sedekat ini.


“Tukar posisi!” teriak Aether kepada North yang ia lihat posisi yang terlalu jauh dengannya.


Saat ini ia tidak bisa membiarkan Piko mati, sehingga ia berharap ia bisa bertukar posisi dengan North, karena saat ini ia terpikirkan sebuah rencana.


“Jika kau berminat untuk ikut denganku di beberapa perbuaruan, mungkin aku bisa mempertimbakankannya jika memang misi ini nantinya akan berhasil, ” ucap Aether kepada Piko.


Di sertai sebuah pesan singkat tentang rencananya kepada Piko saat itu, mereka dengan cepat berhasil bertukar posisi dengan north,  North juga mendapatkan sebuah pesan yang sama dengan apa yang Piko dapatkan.


Dan memang benar itu adalah sebuah rencana gila yang tidak mungkin dilakukan oleh orang lain kecuali Aether  seorang , yang pertama ia lakukan adalah mengisi full Hp yang ia miliki dengan menggunakan potion buatannya.


Selanjutnya dengan kecepatan yang ia miliki Ia mulai mengarahkan semua agro semua para elit dari laba-laba itu mengarah kepadanya. Dan mengarahkan mereka menuju tempat ratu yang selama ini mereka jaga.


Entah itu mungkin mereka mengira Kalau Aether saat ini sedang berusaha menyerang ratu mereka, atau memang mereka tidak ingin membiarkan seseorang mendekati sang ratu, dengan cepat mereka segera mengejar Aether.


Untung kecepatan mereka ternyata masih di bawah Aether, terlihat sang ratu juga tidak tinggal diam semata melihat ada seseorang yang sedang mendekatinya. Beberapa serangan diarahkan kepada Aether, tapi Semua serangan itu ternyata sangat lambat, walaupun kekuatannya bisa sangat mengerikan.


Piko juga tidak hanya diam ia juga memberikan beberapa buft untuk meningkatkan kecepatan Aether, sebagai seorang shaman, selain ahli dalam sihir, mereka juga ahli dalam beberapa sihir buft untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan


Sehingga Aether dengan mudah menghindari setiap serangan tersebut, setelah memperoleh jarak yang menurutnya sudah sangat sesuai, ia mulai mengarahkan serangan kepada Para elit yang masih tersisa  sambil terus  waspada dengan serangan sang ratu yang bisa kapan saja muncul.


Sedangkan saat ini Piko sedang bersiap dengan mantra sihir anginnya. Kali ini yang  akan mengalahkannya adalah North.  Kali ini barulah ia melihat bagaimana kemampuan Sesungguhnya dari Aether.


Beberapa kali memang Aether akan bertarung, tapi sebelum ini monster-monster yang ia lawan akan ia habisi dengan hanya satu serangan semata,  sebelumnya ia beranggapan kalau north sangat memberikan leluasa kepada Aether memang Cuma karena Aether pintar semata.


“Sekarang kau baru mengerti apa yang kumaksud tidak menyesal untuk ikut kesini bukan?”


Sebuah anggukan Piko berikan, pertanda ia yang setuju dengan ucapan dari North, mereka sekarang mungkin tidak bisa banyak berbincang karena masih dalam pertarungan, tapi satu hal yang pasti mereka sangat takjub dengan Aether saat itu.


Rencana mereka sebenarnya cukup simpel dimana saat ledakan akan dimulai Aether berharap Piko dengan sihir terbarunya dapat menariknya menuju tempat Yang aman.


Mungkin Ia tidak akan bisa terhindarkan Dari dampak ledakan tapi setidaknya ia tidak terlalu mendapatkan dampak yang signifikan dari ledakan tersebut setidaknya itu yang ia pikirkan saat ini. Entah itu berhasil atau tidak tidak semua tidak ada yang tahu.


Ia tahu bagaimana gilanya orang itu tentang barang yang bisa dijual,  itu bisa dilihat  tentang bagaimana tidak ada satupun barang yang ia lewatkan di sepanjang perjalan menuju keruangan ini. Mungkin ia masih akan berbaik hati untuk memberikan beberapa hal yang memang berguna untuk North atau Piko.


Terlepas dari Itu  ia sama sekali tidak tanggung-tanggung untuk mengambil semua yang dapat diambil, walaupun kebanyakan dari yang dijatuhkan oleh para Laa lab itu hanya berupa daging atau beberapa kulit yang digunakan untuk membuat beberapa peralatan.


Pertarungan terlihat sangat intens, karena Aether harus terus berjaga Supaya ia tidak membunuh salah satu Laba laba dan menciptakan sebuah ledakan yang dapat membahayakannya.


Sebuah teriakan yang menandakan Kalau Ia melaksanakan rencananya terdengar oleh Piko dan North. Piko Segera mengaktifkan sihirnya, itu berupa sebuah Cambuk yang dibalut listrik bertegangan tinggi. Dengan jarak yang lumayan panjang ia segera berupaya untuk aether dapat menarik cambuk tersebut.


Cambuk itu ia gunakan Sebagai Sebuah tali, untuk di gunakan Menarik Aether supaya dapat menjauh dari pusat ledakan yang terjadi, Aether di saat terakhir berhasil mendaratkan sebuah serangan  dengan cara melemparkan  tombaknya kepada Salah satu elit Laba-laba yang tengah sekarat.


Serangan tersebut berhasil, membuat dampak yang cukup besar, sehingga membuat laba-laba yang diincarnya mati saat itu juga, seperti yang diperkirakan kalau Aether tidak bisa menghindari dampak dari ledakan yang terjadi.


setidaknya ia dapat menghindari kematian, yang mungkin seratus persen orang yang akan melihatnya pasti akan berpikir pada saat itu Aether benar benar akan mati. Yang tidak disadari oleh North dan Piko, di detik detik terakhir Aether sempat meredam Ledakan yang ia terima menggunakan Clon clon yang dikeluarkan rangga. Hampir sama dengan cara ia gunakan saat ia mencoba menerima dampak dari ledakan tersebut.


Walaupun seperti itu semua perhitungannya  masih ada beberapa yang melenceng, termasuk sang ratu yang sepertinya tidak merasakan apa dari dampak ledakan yang ia terima, walaupun pada saat itu Aether sudah memperkirakan seharus sang ratu mendapatkan ledakan yang lumayan besar.


Memang dampak dari ledakan tersebut, ****** membuat HP dari nya sempat berkurang setengahnya, tapi dengan cepat itu segera pulih karena kemampuan regenerasi utuh yang dimilikinya.


Saat ini satunya yang patut ia skuri adalah sang ratu saat ini tidak bisa bergerak bebas karena ukurannya memang yang terlalu besar, dengan gerakan yang lambat membuat Aether dan yang lainnya berhasil bersembunyi untuk sementara waktu.


Tidak jauh dari tempat mereka berada memang terdapat sebuah ruangan kecil yang layak untuk di tempat untuk beristirahat, namun mereka Segera kaget setelah melihat ada sesesok manusia yang ternyata sedang bersembunyi di sana.


Mereka sama sekali tidak siap karena perempuan ternyata Adalah seorang priest dari sebuah gereja. Mereka tahu kalau orang ini adalah seorang Npc, tapi tanpa diduga saat melihat Aether yang terluka Ia langsung melakukan pengobatan menggunakan Sihir penyembuhnya.


Dan segera mungkin mengajak mereka untuk bersembunyi bersama, terlihat kalau perempuan ini sudah lumayan lama berada disana, mereka yang sempat curiga, segera menghapus rasa curiga tersebut Setelah melihat kalau memang saat ini ia sedang merawat seorang laki laki yang terlihat juga Sedang terluka karena keracunan.


Aether sempat menolak untuk membantu karena merasa sangat curiga dengan mereka berdua tapi setelah didesak oleh Piko dan North Aether akhirnya mengalah dan memberikan beberapa Potion kepada laki-laki tersebut.


Dengan Paduan dari potion dari Aether dan kemampuan penyembuh dari Priest tersebut membuat laki laki tersebut dengan cepat pulih dengan semula.