VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
udian makan malam bersama Artis



Berbagai pembicaraan tengah terjadi, undangan terbagi antara beberapa kelompok, terlihat beberapa Guild kecil juga berusaha menawarkan guildnya kepada para Pemain solo, yang terlihat sangat santai Hanyalah Guild Garuda.


Yang memang sepertinya Memang tidak perlu media promosi lagi, sebagai Guild yang termasuk Di octagram, akan ada ratusan ribuan orang yang akan mendaftar jika mereka memang ingin membuka pendaftaran.


Tapi karena standar mereka yang tinggi Sehingga sangat sulit, membuat beberapa dari pendaftar sudah terlanjur menyerah sebelum mereka mengambil kertas pendaftaran.


“Apa kau serius untuk tidak ingin bergabung dengan kami?”  ucap Wahyu kepada Aether.


“Bahkan vanesa, tidak bisa membujuknya. Apa yang membuatmu berpikir Ia akan tertarik dengan Guild kita!” Ucap Arjuna Sedikit menyinggung Reyhan


“Bukan Begitu......”


Ucap dari Reyhan langsung di Potong Oleh Joker, tentang ia Yang telah ditolak secara kasar.


“Bahkan ia telah mendapatkan tawaran dari Donatur Storm Hunter.”


Pembicaraan mereka Sedikit  terpotong saat seseorang pembawa acara mulai berusaha menarik Perhatian mereka.


Saat sang pembawa Acara itu mulai melantur dengan berbagai kata-kata sambutan kepada para tamu yang hadir, berbagai teriakan tamu undangan Seolah menunggu seseorang yang akan hadir ke atas sana.


“Akan ada penampilan seorang artis nya?” tanya Aether.


Ia tahu kalau di tempat ini sudah ada beberapa Orang artis baik itu aktor atau seorang penyanyi, tapi seharusnya penampilan dari mereka tidak terlalu seperti ini apalagi para Pemain ini notabene sudah saling mengenal satu sama lainnya.


“Serius kau tidak tahu?” ucap Wahyu yang tidak percaya tentang ucapan dari reyhan.


Walaupun orang-orang yang ada di tempat memiliki maksud dan tujuannya masing masing untuk hadir, dan mungkin mayoritas dari mereka berkeinginan mempertambah relasi mereka di Vof.


Namun tidak sedikit orang yang hadir disini, hadir hanya untuk menyaksikan penampilan artis yang akan tampil.


“Mari kita sambut Renata,”  ucapnya mulai memanggil sang artis yang di tunggu- tunggu oleh para hadirin yang ada disana.


Reyhan terus memperhatikan orang –orang yang ada disekitarnya, dan ia cukup takjub melihat ekspresi para penonton, bagaimana tidak, bahkan orang yang menurutnya Seaneh Joker Bahkan Mulai histeris menunggu kedatangan.


Para Wanita yang biasanya juga akan santai atau tergolong tidak suka kalau ada orang yang mengalahkannya dalam keramaian Seperti sangat terhipnotis akan Kehadiran dari artis ini.


Dan setelah ia melihatnya langsung Reyhan harus akui kalau perempuan itu sangat ahli dalam menarik perhatian banyak orang, untuk menarik perhatian banyak orang yang kemungkinan tidak tertarik untuk menghadiri acara ini.


Mereka mengadakan sebuah acara dimana Renata sebagai Artis yang paling ditunggu saat ini, akan mengadakan undian yang di mana untuk para tamu undangan yang  paling beruntung akan mendapatkan kesempatan untuk makan malam bersama dengan Renata.


Dan sepertinya cara itu berhasil, awalnya acara ini akan diprediksi akan sangat sedikit pemain pro yang bersedia untuk datang, tapi dengan cara itu hampir 100 persen tamu undangan hadir dalam acara itu.


“Harus kuakui anak ini benar benar berbakat untuk menjadi seorang artis,”  gumam Reyhan dalam hati setelah ia melihat bagaimana profesionalnya menarik perhatian banyak orang yang ada disana .


Saat ini Reynata sedang mengundi tentang nama seseorang yang akan di temani makan malam di acara tahun baru nantinya. Iya cukup senang setelah melihat nama joaquin phoenix. Ia sudah mengira kalau IA akan makan malam bersama dengan seseorang yang merupakan keturunan Eropa.


Joker sangat senang setelah melihat Namanya di sebut sebagai Orang yang memenangkan undian tersebut, tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama, setelah ia mendengar kalimat selanjutnya dari Renata.


“Ok, itu adalah Contoh bagaimana cara pengundiannya, mari kita tentukan Pemenang sebenarnya dalam undian ini.” Ucap dengan santai, tanpa ada rasa gugup sama sekali seolah mengatakan kalau memang begitulah seharusnya.


Tidak ada yang menyalahkan  Tindakan dari Renata,  mereka hanya bisa menunjukan rasa perhatian kepada Jker yang mendapatkan PHP seperti itu.


Mereka terus menunggu yang selanjutnya akan naik, beberapa pihak penyelenggara berharap Kalau Yang akan mendapatkan ujian tersebut setidaknya para ketua atau setidaknya wakil ketua  dari para Guild besar.


“Reyhan, Reyhan ,ooh Reyhan dimana kamu itu.”


Saat nama dari Reyhan disebut terjadi keheningan karena tidak ada orang yang mengaku sebagai orang yang di madsud.


Yang ada di name tag mereka adalah Nama-nama yang mereka gunakan saat bermain, namun yang ada di undian merupakan nama Asli dari para pemain.


Disana hanya Sedikit orang yang mengenal Reyhan, bisa dikatakan  yang mengenalnya hanya Vanessa dan Mawar ataupun Anto.


“Reyhan adalah orang yang saat ini sedang duduk bersama dengan Joker dan Arjuna,” ucap Vanesa dengan Sedikit lantang,sehingga orang lain dapat mendengarnya.


Kembali lagi semua pandangan saat ini mengarah ke arahnya. Wahyu yang saat itu berada disamping Aether segara mengambil tangan dari Reyhan untuk diangkat menunjukkan kalau ia disini.


“Bisa aku serahkan saja Tiket itu ke orang lain?” ucap dengan sedikit pelang.


Sebuah senyum yang sangat cantik Renata berikan, “Tentu Tidak,”


Renata takut kalau reYhan akan memberikannya kepada Joker yang ada di dekatnya Sehingga ia langsung merasa bersalah Kepada para hadirin membuat Reyhan di berikan tatapan yang tidak mengenakkan karena menolak tawaran seperti itu.


“Apa menurutmu ini komik jepang,” gumamnya dalam hati setelah ekspresi yang ditunjukkan oleh Renata kepada para penonton


Pembawa acara terlihat sangat ahli, melihat suasana yang tidak kondusif membuatnya langsung mengambil alih acara.


“OK semua karena undiannya, telah ditentukan. Kita akan  beralih ke acara  selanjutnya di mana kita akan melihat penampilan dari Renata dengan judul lagu barunya.”


Ucapnya mempersilahkan Renata untuk bersiap-siap untuk menyanyi melihat Itu reyhan sama sekali tidak bersemangat karena menurutnya ini malah akan menjadi beban selanjutnya.


Saat Renata mulai menyanyi Insiden insiden yang terjadi sebelum ini seakan terlupakan di gantikan rasa ceria mendengar suaranya yang sangat indah.


Termasuk Joker yang terlihat sangat kegirangan mendengar lantunan lanjutan lagu itu. sedangkan reyhan lebih memilih mencari makan lainnya yang menurutnya bisa menghilangkan rasa frustasinya.


Saking enaknya suara dari renata, Reyhan yang menangani meja makan itu sama sekali tidak di sadari oleh Arjuna dan kawan-kawan.


Saat sampai di meja Makan Ia disambut oleh Vanessa, yang terlihat mengejeknya.


“Mungkin di dunia ini hanya kau yang akan menolak untuk makan malam bersama dengan renata,”


Ucapnya Dengan sedikit mengejek.


“Kau yakin masih Normal,” lanjutnya


“Atau kau hanya menyukai anak kecil seperti adikku,” berbagai pertanyaan Absurd mulai Renata Lontarkan kepada Reyhan. yang menurutnya sangat tidak masuk akal.


Yang  tidak ada satupun dari pertanyaan itu ditanggapi oleh Reyhan. yang membuat Vanesa merasa kalau Reyhan saat ini marah kepadanya.


Dan memang jika Vanesa tidak berbicara seperti itu mungkin ada kemungkinan kalau namanya akan didiskualifikasi dan diganti dengan nama orang lain.