VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
meyelmatkan warga desa



Kinerja dari Kelompok Aether sampai di pimpinan pasukan aliansi, sehingga Aether dan pasukannya segera mendapatkan kenaikan jabatan, Aether yang awalnya menjadi abdi sekarang di naikan menjadi kapten sedangkan pasukannya yang sepuluh orang dinaikkan menjadi Abdi.


Dan tentunya masih berada di bawah perintah Aether,  mendapatkan pasukan yang sebanyak itu membuat Aether kepikiran sesuatu, “Jedral bolehkah aku mengusulkan sesuatu?” tanya Aether dalam suatu rapat.


Aether menggunakan pasukanya bergerak secara terpisah, dan mengambil jalur tersulit yang ada di daerah sekitar, Aether berencana melakukan latihan dengan cara menyerang berbagai desa-desa goblin.


Jika orang lain yang mengajukan ini bukan akan dianggap sebagai tindakan kabur dalam perang tapi melihat bagaimana Aksi dari Aether dan pasukannya selama beberapa hari, mereka memutuskan  menyetujui permintaan dari Aether.


Aether melakukan pelatihan singkat kepada para prajurit baru yang ikut dengannya sehingga sehingga bisa langsung yetel dengan cara dia berperang, ia terbantu dengan 10 prajurit awalnya memang bergabung dengannya.


“Bagi menjadi beberapa pasukan, dan mulai lakukan perburuan,”  ucap  Aldo yang mengambil alih komando setelah mereka berada di luar barak prajurit.


Mereka awalnya terkejut tentang Aether yang memiliki monyet yang bisa berbicara, “Lakukan sesuai dengan apa yang dia katakan,” ucap Aether mempertegas ucapan dari aldo.


Aldo sangat percaya diri dalam mengatur pasukan sehingga ia mulai memberikan beberapa instruksi secara langsung kepada mereka semua, sedangkan Aether menggunakan Rangga sebagai pemantau untuk terus memantau bagaimana pergerakan mereka.


“Aku tidak menyangka kalau kau memiliki peliharaan seperti ini,” komet aldo setelah melihat  kemampuan dari Rangga.


Ternyata yang awalnya Rangga  hanya bisa berkomunikasi dengan Aether kini bisa berbicara dengan Aldo entah itu karena hubungan mereka yang sama sama pet dari Aether.


Aether sebenarnya sedikit tidak enak membalas perkataan dari aldo karena pasalnya Sebenarnya aldo saat ini juga tidak lebih dari hewan peliharaannya.


“Kau mungkin tidak percaya, tapi setidaknya aku tahu monster itu bisa berkembang menjadi kelas bencana sepertimu,” balas Aether.


Salah satu alasan kenapa Aether dulu sangat ingin menjadikan  slime itu menjadi petnya pasalnya saat menjadi seorang beta tester, ia pernah melawan slime tipe yang sama dengan rangga, dan menurut Aether, itu adalah lawan tersulit yang pernah ia lawan saat itu.


“Kalau tidak salah memang ada beberapa cerita seekor slime yang termasuk dalam pasukan monster yang menyerang kayangan bersama dengan kanyangan ini, kemampuannya untuk menyamar dan mengelabui musuh memang sangat mengerikan.


“Jadi kapan aku akan turun tangan?”  Tanya  Aldo.


“Bersabarlah, aku disini masih membutuhkanmu untuk mengontrol mereka,” balas Aether meminta Aldo untuk bersabar.


Dalam perjalan menuju kemari Aldo sudah memintanya untuk berpisah, dan aldo akan melakukan pelatihan untuk meningkatkan levelnya, tapi Aether memintanya unutk bersabar dan untuk sementar membantuanya mengontrol pasukan setidaknya  melatihnya menggunakan pasukan seperti ini sebaik mungkin.


Saat ini Aldo memiliki dua skill yang sebenarnya tidak terlalu berguna dalam pertarungan, yaitu skil clon dan skil membuatnya dapat berubah menjadi berbagai wujud benda. Karena skillnya yang masih sangat rendah Ia hanya bisa membuat dirinya menjadi dua, dan satunya lagi ia berubah menjadi cincin sehingga saat ia nantinya ia bertarung ia tidak akan mati, karena yang bertarung hanyalah Klonnya


Aether adalah orang yang menyarankan cara ini, sehingga saat ia bersantai seperti ini Aether akan memberikan kesempatan  untuk aldo naik level secara  perlahan, tapi kekurangan dari skil ini walaupun tubuh Aslinya masih berada di cincin kesadaran tidak bisa terbagi, sehingga Aldo hanya bisa membuat keputusan menyimpangnya di tubuh utama Atau di clonnya.


Dengan bantuan dari taktik dari aldo dan kemampuan Aether dalam membantu pasukannya membuat  pasukan itu terus menjadi ancaman dari desa desa kecil para goblin,  tujuan sebenarnya Aether untuk melakukan di luar mereka bisa meningkatkan kekuatan pasukannya mereka bisa menyelamatkan sebanyak mungkin rakyat yang menjadi tahanan para goblin.


Semakin banyak ia desa yang mereka selamatkan semakin  kuat baik emosional pasukan, karena melihat bagaimana para goblin itu memperlakukan tawanan membuat semangat mereka menjadi semakin kuat untuk membunuh goblin itu.


Walaupun terkadan Aether masih dipusingkan Karena masih ada beberapa orang yang meninggal, tapi aldo menasehatinya bahwa korban jatuh tidak mungkin dihindari karena mereka adalah para pasukan yang masih pemula.


Walaupun banyak dari pasukannya yang mati pasukan yang dia miliki  tidak berkurang karena Setiap desa yang dia masuki dan selamatkan akan ada beberapa pejuang yang ingin turun tangan dan membunuh semua goblin yang telah menghancurkan desanya.


Aksi dari Aether dan pasukannya segera menyebar, dan menutupi kegagalan demi kegagalan yang dialami pasukan aliansi yang mengalami berbagai hadangan para goblin, pasukan aether segera sangat terkenal.


Aksinya sampai menarik beberapa pemain untuk  bergabung dalam pasukannya Sehingga Aether tidak lagi bisa menunjukkan Aldo dan Rangga,  tapi kebanyak pemain yang ada di sana tidak sadar kalau Aether juga merupakan seorang pemain.


Karena tampilannya yang memang sedikit berbeda, karena ada beberapa pendatang baru yang bagung dalam pasukannya membuat Aether semaki gila dalam melakukan  bahkan ia mulai yang awalnya hanya menyerang desa desa kecil dari para goblin, mulai menyerang kelompok goblin yang lebih besar.


Sehingga semakin banyak orang yang ia selamatkan, Apa yang Aether kenakan saat ini adalah armor dari bekas ia berburu para skeleton baik itu dari helm sampai sepatunya merupakan dropan dari Skelton yang dia lawan.


Tampilanya yang memang terkesan mengerikan membuat Aether mendapatkan julukan kapten hitam karena  memang pakaian yang serba hitam.


Aksi dari Aether terus berlanjut hingga ia secara tidak sadar, menyelamatkan dua orang wartawan yang memang saat itu sedang bertugas, para Wartawan itu bernama Lauren dan Michel.


Mereka adalah wartawan salah satu stasiun tv ternama yang ada di dunia, yang berfokus dalam menyiarkan beberapa aktivitas menarik yang terjadi di Vof.


Setelah diselamatkan Aether menawarkan mereka untuk bergabung Atau bisa juga pergi, jika mereka mau, tapi melihat ada beberapa pemain yang juga bergabung di sana, mereka pun memutuskan untuk bergabung.


“Aku ingatkan disini tidak ada orang yang malas, jadi jika kalian bergabung kalian harus mengikuti segala instruksi yang aku berikan,”  tegas Aether.


Setiap Orang yang bergabung dalam grupnya ia akan terus memberikan ketegasan, akan ada beberapa pemain yang bergabung dan sedikit membanah Aether sama sekali tidak Ragu untuk memenggal mereka di tempat.


Tapi terlepas dari ketegasannya, aether selalu bersikap Baik kepada pasukannya,  dengan memasak sendiri untuk mereka bahkan menyediakan beberapa potion kepada setiap pasukan yang tergabung kepadanya.


Semua itu direkam dengan Baik oleh Lauren dan Michael, mereka berdua sangat yakin kalau ini akan meledak, mereka beberapa kali mencoba untuk terlibat pembicaraan dengan Aether, namun Aether terlihat berusaha menghindar.


Sehingga mereka hanya bisa terus meliput berbagai pertarungan yang Aether lakukan, mereka tidak tahu apa yang terjadi  semakin lama Aether terlihat membebaskan prajurit untuk lebih banyak melakukan pertarungan