VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
gobta kalah



“Dengarkan ini mungkin perintah terakhirku sebagai pemimpin kalian, satu perintah yang harus kalian dengarkan! Bertahan hiduplah,” teriak Aether dengan keras Teriakan itu, ia melakukannya saat bersama Aether juga mengatikan Skil LiOn Roarnya.


Sehingga semua perasaan yang ada dalam pasukanya segara peminat dan ada beberapa efek tambahan karena skil tersebut memang sudah cukup tinggi.


Skil ini sangat berpengaruh terhadap status kepemimpinan yang dimiliki oleh seseorang, semakin tinggi status kepemimpinan seseorang maka bisa memberikan efek lebih baik kepada para bawahan.


Setelah teriakan di pimpin Aether yang berada di depan, mereka pun melancarkan serangan kepada Para Goblin, sebisa mungkin Aether memberikan kemudahan kepada para prajuritnya yang ada di belakang.


setelah bentrokan pertama Mereka Aether segera mengaktifkan skil fithing spiritnya sehingga Para goblin yang ada di sana bisa dilimpahkan sehingga pasukannya semakin mudah untuk mengalahkannya.


Di belakangnya ada 10 prajurit awal yang dipilih Aether,  mungkin  mereka bukanlah orang yang terkuat dalam pasukan tersebut, karena masih ada beberapa pemain yang memiliki level yang cukup tinggi yang ikut dalam pasukanya.


Tapi dalam hal kepemimpinan mereka sudah terlatih dengan baik, sehingga sekarang Tambah Aether perintah ia sudah memahami strategi dengan sangat baik sehingga Aether hanya tinggal bertarung, dan menyerahkan pimpinan pasukan kepada mereka.


Di Awal saat mereka melihat jumlah pasukan yang Aether bawah, mereka hanya tertawa,  bahkan para Goblin menganggap kalau tindakan mereka hanyalah tindakan sia-sia, semua itu sebelum mereka melihat bagaimana Aether  dan pasukannya bertarung.


Hanya Dengan Aether seorang diri menggunakan Fitting spiritnya sudah cukup menjatuhkan puluhan Goblin dengan satu kali serangan, belum lagi mereka yang tidak bergerak karena terkena stun, sehingga para goblin itu mudah dibunuh oleh pasukan dari Aether.


Sehingga Seribu pasukan Goblin berhasil di tumbangkan kurang dalam waktu Seminit, Awalnya Goblta sebagai Raja Goblin di area ini berniat ia ingin mengabaikan mereka karena merasa pasukan itu tidak akan membawa perubahan Apa-apa.


Gobta tahu kalau Para manusia itu berusaha memecah bela mereka dengan membagi pasukan, tapi saat ia ingin melihat kembali ia tahu kalau pasukan kecil itu tidak bisa diabaikan.


“coba saja Abaikan aku, dan kubuat kau menyesal,” gumam Aether.


Ia bisa menebak apa yang di pikiran goblin itu, bagi Aether ia tidak lagi melawan Goblin yang bodoh, sehingga ia tidak perlu merasa pintar dalam menghadapi para goblin ini. Yang perlu dilakukan berusaha memikirkan apa yang akan dilakukan goblin tersebut. Dan menghancurkannya dengan kekuatan yang mereka miliki.


Jika para Goblin membagi pasukannya, pasukan yang ada di depan akan sangat diuntungkan, tapi  jika para goblin itu tidak membagi pasukannya, maka Aether dan pasukan kecilnya ini akan dengan leluasa membantai para goblin disini sehingga satu satunya yang bisa mereka adala mundur atau bagaimanapun itu.


 Dan itu yang akan diinginkan Aether karena jika itu terjadi Aether bisa membantai lebih banyak goblin karena mereka yang memberikan punggungnya kepada Aether.


Tapi sepertinya itu sedikit berbeda dengan apa yang diharapkan, dimana Terlihat pasukannya dari  para goblin itu malah tidak terbagi, tapi gantinya terlihat para goblin itu memilih beberapa orang Goblin pilihan untuk digunakan melawan pasukan Aether.


Dan pasukan itu akan dipimpin langsung oleh Sang raja goblin sendiri, “Sepertinya mereka  memang Cukup Pintar,” gumam Aether melihat aksi ini.


“Bersiap!!! Pasukan yang lebih kuat akan datang.”


Aether berteriak untuk memperingatkan pasukannya bahwa lawan yang lebih kuat telah datang, sehingga pasukanya segera merubah formasi untuk bertarung. Awalnya mereka membentuk sebuah formasi segitiga Besar yang saling melindungi.


 “Sepertinya Kita sudah mendapatkan sambutan yang sangat mewah dari lawan kita, jadi apa yang harus kita lakukan untuk membalasnya?” Aether masih beriak untuk mendegarsuara dari pasukannya.


“Potong kepala mereka bos!!” teriakan segera terdengar dimana-mana.


“Aku sama sekali tidak mendengar kalian, apa Pasukan ini sangat lemah hingga tidak bisa berteriak.” Aether masih berusaha memancing semangat mereka untuk lebih aktif.


Dari apa yang dikatakan aldo menjaga mood pasukan untuk terus menjadi lebih baik, adalah hal yang sangat penting dalam sebuah perang.


“MEMOTONG KEPALA MEREKA BOS!!”  teriak semua orang yang ada disana bersamaan dari itu pasukan utama dari raja goblin telah datang menghalangi mereka.


“Sepertinya kalian sangat bersemangat, jadi sangat  tidak elok untuk tidak menyambut kalian secara pribadi.”


Gobta  dari apa yang ia lihat ia tahu kalau Aether dalam pemimpin dari kelompok ini sehingga ia secara pribadi menghadangnya.


“Aku sama sekali tidak butuh pujian dari makhluk jelek seperti kalian, tapi saat kalian telah datang ke hadapan kami jangan berharap untuk pergi,” ucap Aether yang memulai serangan pertama.


Gopta adalah goblin yang bertipe knight atau sejenisnya tapi ia menggunakan senjata berupa kapak raksasa yang digunakan untuk menyerang.


Aether sama sekali tidak berniat untuk membuang Waktu, dari serangan pertama ini ia sudah menebak bagaimana cara bertarung dari Gonta, sehingga Ia mulai serius, karena jika Aether tidak cepat makan ada banyak korban yang tidak diinginkan akan berjatuhan.


Pertama ia menggunakan Weapon Aura, untuk menyelimuti senjatanya, selanjutnya ia menggunakan Death tempo, untuk membuatnya bergerak semakin cepat.


Untuk petarung seperti Gobta kecepatan adalah kekurangannya sehingga Aether menggunakan death tempo sebagai kelemahan tersebut untuk menghabisinya, dan memang benar dengan kecepatan death tempo yang dimiliki Aether secara perlahan Aether terus mengurangi Hp dari sanga Goblin.


Gobta telah memasuki kondisi berserker, dalam kondisi ia akan membuat serangan meningkat sebanyak 50% namun ia tidak bisa mengenali antara lawan atau kawan, kondisi ini bertahan sampai Lima menit.


Melihat Itu Aether malah menggunakan kesempatan tersebut untuk membuat gonta menghabisi para Goblin dan rekannya sendiri, yang Aether lakukannya hanya terus berusaha menagarakan Gobta untuk membunuh goblin dimana para goblin itu sulit untuk diatasi.


Dan pada saat nya tiba dan melihat waktu dari gobta telah habis Aether langsung menggunakan skill terkuatnya, yaitu melancarkan 8 tebasan tombak kepada lawan, runtutan tersebut berakhir dengan tombak yangnya yang memenggal kepala dari gonta sebagai Raja Goblin.


“Wahai para goblin sialan lihat ini,” ucapnya sambil melempar kepala dari gonta, aksinya itu tidak berakhir disini, selanjutnya kepala dari gonta yang saat itu masih di udara menggunakan salah satu skill nya ia lebar untuk membuat kepala tersebut  meledak.


Aether membuat itu untuk meningkatkan moral dari para manusia dan membuat moral dari para Goblin itu runtuh karena ia tahu sendiri kalau gobin itu sakan sangat lemah saat pemimpin mereka telah dikalahkan.


Tidak lupa Aether mengingatkan untuk mengusahakan mereka untuk tidak membiarkan para goblin itu melarikan diri, terutama para goblin elit yang sangat berbahaya.