
Untungnya mereka masih sempat untuk menyelamatkan dua anak tersebut, yang ternyata merupakan dua anak yang terlahir desa yang tidak jauh dari tempat ini, mereka bersama dengan Orang tuanya ditangkap oleh salah satu jendral goblin dan ditahan disini.
Orang tua mereka adalah seorang prajurit dari kerajaan maritage sehingga mereka bisa dasar, dasar dari pengguna senjata, saat melihat ibu mereka berniat di makan oleh salah satu goblin mereka berusaha melawan sekuat mungkin hingga berakhir seperti apa yang Aether dan Rangga lihat.
Orang yang menggunakan pedang bernama Kumara, sedangkan Orang yang menggunakan tombak adalah Zegion. Zegion dari Awalnya hanyalah anak yang menjadi teman dari Kumara, mereka adalah dua anak yang diasuh oleh satu orang tua yang sama.
Ayah kumara yang merupakan pensiunan prajurit yang dulu memiliki beberapa kontribusi sehingga dijadikan sebagai seorang kepala desa, kumara yang terlahir sedikit memiliki tubuh yang lemah dari orang kebanyakan sering kali mendapatkan bulia.
Pernah ada sebuah kesempatan dimana kumara di culik oleh seorang bandit, dan di kawanan bandit tersebut ada Zegion disitulah pertemuan pertama mereka dimulai dan Zegion Pun menyanrakan Kumara.
Dan sebagai balas budi Zegion diangkat anak oleh orang tua kumara karena mereka memang adalah orang yang sebaya.
Membutuhkan waktu untuk Aether menenangkan mereka terutama Zegion yang memiliki kepribadian yang sangat keras dan berusaha membunuh goblin itu. saat pertarungan Aether melihat bagaimana Zegion mencincang salah satu goblin menggunakan tombaknya.
Untuk memulihkan mereka Aether harus menggunakan Potion terbaik yang dia miliki, Awalnya Aether tidak ingin melakukannya Tapi karena Aldo memohon membuatnya terpaksa melakukanya, sekarang dua anak ini malah bersikukuh untuk bertarung membuatnya jengkel.
Pertama Aether memukul mereka hingga mereka tidak bisa bergerak, “Kalian ingin balas dendam dengan hanya kekuatan segini, jika kalian hanya ingin bunuh diri aku bisa membunuh sekarang, tidak perlu bertarung melawan goblin itu, kalian hanya membunuh puluhan goblin sudah sangat bangga dan menggap diri kalian kuat?”
“Jika kalian memang sangat ingin menjadi kuat, ikut aku bersama dengan monyet itu sehingga kalian bisa memusnahkan semua goblin yang ada di dunia ini,” ucap Aether yang sekarang menerapkan tangannya untuk membantu mereka berdua berdiri.
“Emangnya apa yang bisa kita pelajari dari monyet itu,” Ucap Zegion sangat ketus.
“Kau mungkin tidak bisa belajar apa-apa darinya setidaknya temanmu akan menjadi seorang ahli pedang terhebat jika memang berguru kepada monyet itu,” balas Aether acuh tak acuh.
Walaupun seperti itu Aether juga menyukai kepribadian dari Zegion, “ingatlah, kalian saat ini adalah murid kami untuk sementara pulihkan diri kalian sampai kalian pilih sepenuhnya dan kami akan memperlihatkan cara membunuh goblin yang sesungguhnya,”
Berbeda dengan Aether yang sangat menyukai zegion, Aldo terlihat lebih menyukai Kumara yang terlihat tenang dalam segala situasi.
Ia mulai membujuk kumara untuk menjadi muridnya, tapi sepertinya kumara menolak sebelum mereka melihat bagaimana kekuatan kami yang sebenarnya.
Berbagai perubahan situasi ini membuat Aether hampir gila karena harus terus melakukan improvisasi, satunya yang membuat dia Cukup senang setelah mendengar bruce dan North sedang menuju ke arahnya.
Bagi Aether itu adalah kesempatan yang setidaknya ia bisa membuat Bruce atau North menjaga dua anak ini.
Sesuai dengan apa yang mereka harapkan Aether dan Aldo terus menunjukkan kemampuan mereka kepada mereka hingga kumara akhirnya bersedia dilatih oleh Aldo, yang sepertinya itu tidak lain atas desakan Dari Zegion.
“Apakah kau tidak menyesal, jika temanmu mendapatkan guru yang seperti itu sedangkan kau mendapatkan guru yang seperti aku, jika kau mau sepertinya tidak terlambat untuk menggunakan pedang sebagai senjata utama mu sehingga kau bisa berlatih dengan kumara,” Aether berusaha menggoda Zegion yang saat itu sedang melihat Kumara berlatih.
“lagian bagaimana bisa monyet bisa bertarung seperti itu?” lanjutnya yang masih heran kenapa Aldo bisa sekuat itu.
“Jangan terlalu banyak berpikir bahkan seekor goblin yang dulunya sangat dipandang rendah oleh para manusia sekarang telah membuat kerajaan sendiri, sekarang apa yang mengherankan dari seekor monyet yang ahli dalam berpedang.”
“Kau benar? Apa kau sama sekali tidak ada yang bisa kau ajarkan kepadaku selain memperkuat kuda kuda seperti ini,” lanjutnya.
Mereka saat ini juga sedang berlatih tapi berbeda dengan aldo yang langsung praktek dalam memegang senjata, Zegion mendapatkan pelatihan yang berbeda dengan yang kumara dapatkan.
Metode yang Aether gunakan sama dengan metode pelatihan yang Ia dapatkan dari Baron saat menjadi pemula dahulu, “Kau suka yang berurat bukan, jadi jangan protes jika mendapatkan metode brutal juga.”
Satu kalimat protes dari Zegion akan mendapatkan hadiah pukulan dari Aether, “Kau tidak lupa kalau orang yang kau latih adalah anak berumur 8 tahun bukan?” melihat Cara Aether yang melatih zegion membuat Aldo harus menegurnya.
“Latih saja muridmu dan aku akan mengurus muridku, Muridku ini adalah sesuatu yang khusus sehingga akan ada beberapa perlakukan spesial, Bukan begitu?” ucap Aether kepada Aldo.
Ia juga meminta Zegion untuk mengkonfirmasi kalau apa yang ada dia lakukan adalah hal yang wajar, “Ini adalah pelatihan yang sangat cocok untukku,” ucapnya sambil meringis menahan rasa sakit akibat pukulan dari Aether.
Zegion juga mengingatkan kepada kumara kalau ia baik baik saja berlatih bersama dengan Aether, “ Setidaknya ia tidak akan membunuhku,” balasnya kepada Kumara yang mengkhawatirkannya.
“Berhenti melakukan drama, aku memang tidak membunuhmu, tapi mungkin aku akan membuatmu merasakan lebih baik mati daripada terus melanjutkannya,” Ucap Aeter yang menarik Zegion sedikit menjauh dari tempat mereka saat ini.
Mereka memutuskan untuk mengajari mereka sampai mereka menunggu kedatangan dari bruce dan North, sehingga Aether berusaha membuat waktu itu tidak terbuang dan mengutaragi semua kemampuannya untuk melatih seseorang.
Aether juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadikannya sebagai konten untuk, dengan judul bagaimana cara melatih anak 8 tahun untuk bertarung.
Yang isinya Dalam video tersebut adalah aether yang memukuli Zegion, itu tidak perlu diedit secara berlebihan sehingga setelah itu selesai Aether Aether lasung memupoudnya .
Jika Aether melakukannya di dunia nyata video tersebut mungkin sudah dihapus, tapi karena Aether melakukannya di Vof itu tidak menjadi masalah.
Walaupun pada akhirnya Ia mendapatkan banyak komentar negatif, karena menurut mereka Aether terlalu sadis kepada anak anak.
Di bagian awal video aether memulai dengan identitas dari Zegion dan bagaimana Aether bertemu dengannya, terus menjelaskan alasan kenapa zegion ingin berlatih bersama dengan Aether. Setelah itu Aether memperlihatkan bagaimana aether melatih Zegion dengan sangat keras.
“Jika kalian ingin kuat namun tidak tahu bagaimana kerasnya dunia, kalian sama sekali tidak bisa bertambah kuat sesuai dengan apa yang kalian harapkan,” tulisnya dalam komentar video tersebut lalu dia pun sehingga komentarnya itu bisa dilihat semua orang yang ada dalam videonya.