
Setelah rapat itu Selesai Aether Diperintahkan untuk memasak untuk para petinggi yang ada disana, dan ia Sedikit yakin kalau itu tidak lain perintah dari vanesa yang ingin mengerjai Aether.
“Ayolah, jika kau tidak ingin bergabung dengan Guild Sebagai petarung Setidaknya bisakah kau bergabung Sebagai Koki,” ucap Vanessa Setelah mencoba masakan dari Aether.
“Emang apa bedanya, lagiannya bukan Semua anggota Guild Mu itu adalah perempuan kenapa Juga harus mengundangku?” Balas Aether.
“Jika kau ingin bergabung mungkin aku bisa membuat Pengecualian,” balas Vanessa.
“Ide itu lumayan bagus mungkin aku bisa mengidap beberapa Cewek.”
“Sok ganteng banget, ku dengar dengar dari Renata Sepertinya kau cukup gugup saat bertemu dengannya.”
Aether tidak bisa membantah ucapan dari Vanessa, tapi ia Segera mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan Vanesa tentang apa yang akan mereka lakukan saat ini. Dengan Menanyakan hal itu mereka Segera masuk dalam pembicaraan Serius.
Aether telah mendapatkan Kabar dari sanggarak tentang kelompok mereka yang diminta untuk membantu kelompok Vanessa, Yang ternyata berencana untuk membunuh Kelompok Para Orc yang ternyata ada Di area ini.
Walaupun melihat dengan adanya Vanessa di tempat ini, ia merasa bantuan mereka sama Sekali tidak diperlukan. Ia Sebenarnya cepat kembali Karena IA berniat untuk melanjutkan Misinya sesegera mungkin Sehingga ia dapat mengejar Vanessa dan Lainnya.
“Oh ia, tentang info yang kau cari Sepertinya Aku memiliki beberapa petunjuk tentang hal Itu,” ucap vanessa.
Mendengar itu Aether akhirnya Sedikit bersemangat, jika memang ia mendapatkan informasi itu dari Vanessa Maka Ia bisa meminta hal lainya kepada Disu.
“Jika kau mengatakan lokasi dimana ada Sebuah perubahan Iklim yang sangat drastis, aku memiliki dua lokasi, namun Jika Lokasi itu berhubungan dengan Sihir hitam yang lumayan pekat, itu ada di sebelah Selatan dari kerajaan ini, dikabarkan Disana dulunya adalah Sebuah hutan yang sangat indah, namun tiba-tiba menjadi Gurun pasir yang sangat panas, tapi yang paling menonjol dari tempat itu ada Sebuah Bukit di mana bukit tersebut dikabarkan telah menjadi sarang dari para Makhluk kegelapan seperti para Skelton, zombie dan yang lainnya.”
Vanessa menjelaskan dengan rinci tentang lokasi dari Tempat yang Aether cari, setelah mendengar itu Aether juga merasakan kalau tempat tersebut adalah tempat yang dimaksudkan.
“Tapi Sepertinya tempat itu untuk saat ini belum bisa kau masuki,” lanjut vanessa.
“Kenapa?” tentu Aether tidak mengerti kenapa Vanessa tiba-tiba mengucapkan hal tersebut.
“Tempat itu adalah salah satu tempat Paling berbahaya saat ini, yang bahkan para pemain Elit harus berpikir dua kali untuk masuk kesana, apalagi kau yang selalu bekerja Sendiri,” Jelas Vanesa tentang lokasi yang dimaksudkan.
“Kalau masalahnya itu, aku ada teman untuk masuk Kesana, jika memang lokasi itu masih berbahaya Setidaknya itu menjadi lokasi terbaik untukku naik level,” balas Aether santai.
Vanessa hanya tidak tahu bagaimana kemampuan Sebenarnya dari Aether, tapi Jika membayangkan bagaimana Ukuran saru Guild besar untuk menjelajahi satu area berbahaya yang ditemukan Maka pandangan Vanesa sama Sekali tidak salah.
Bagaimana tidak yudarisil yang dikatakan adalah guild terkuat saat ini saat itu membutuhkan satu party terkuat mereka untuk bisa menjelajah di tempat yang dikatakan area yang berbahaya sedangkan Aether ingin mendatangi tempat yang dikatakan hampir sama berbahayanya
“Berapa Orang yang akan masuk dalam partymu?” tanya Vanessa.
“Sekitar 2 orang ,” Jawab Aether degan Enteng.
Vanessa hanya Bisa terdiam dengan Mendengar bagaimana beraninya Aether untuk pergi ketempat Seperti itu hanya dengan kelompok Dua orang Semata.
Perbincangan mereka harus terhenti ketika mereka diperintahkan untuk melanjutkan perjalan, Area dari Para Orc tersebut Tidak terlalu jauh dan mereka harus bergerak cepat pasalnya dugaan dari Vanessa kalau kelompor Orc tersebut adalah para pemain yang menjadi Orc.
Dan memang benar Setelah sampai disana mereka segera menemukan gerombolan para Orc tersebut, Vanesa yang memang berada Di garis Depan, langsung mengeluarkan Skil terbaik, dengan memanggil Seorang malaikat untuk bertarung untuknya.
IA sudah menduga hal tersebut bahkan tidak berniat untuk bertarung dan hanya terus melihat apa yang terjadi, Sehingga saat melihat Sangrak yang berniat untuk bertarung ia hanya tersenyum.
Sangarak sepertinya sadar Kalau Aether Melihatnya sedikit salah tingkah, karena tingkahnya itu mungkin Sudah Ditebak baik oleh Aether.
“Bagaimana dengan kekuatanku?” ucapnya manja setelah menyelesaikan pertarungan.
Mereka yang ada mulai penasaran Tentang Siapa Sebenarnya Aether Bagaimana tidak Ia bisa merasakan Kalau Aether adalah salah satu teman dari Vanessa. Ia tidak mengerti tentang bagaimana Vanessa yang Seorang Ketua Guild terkenal bahkan Sekarang telah menjadi anak tuhan di salah satu gereja ternama berteman dengan Seorang Koki.
Tapi untuk orang orang yang telah melihat aether lebih dulu, maka Rasa hormat yang mereka Miliki semakin bertambah, karena merasa Aether bukanlah orang sembarangan.
Setelah pertarungan Selesai, aether bersama dengan kelompoknya langsung berpamitan kepada kelompok dari Vanessa, Ia ingin Segera melaporkan hal ini kepada Vincent, tentang ia telah menemukan lokasi dari pusaka yang mereka cari.
Dengan Aether yang memimpin Perjalan mereka menjadi lebih cepat Karena Semua monster yang berpotensi menghalangi mereka akan diurus Secara pribadi oleh Rangga, Kecuali memang monster itu berlevel lumayan Tinggi maka itu akan langsung diurus oleh para prajurit.
Rangga terus bergerak di balik bayang dan membunuh Semua monster kecil yang akan menghalangi jalan mereka Sehingga waktu yang mereka gunakan untuk sampai Ke kota jauh lebih Singkat, dan Aether Segera melaporkan Info yang baru saja ia dapatkan.
“Terima kasih ,” ucap Serentak para prajurit membuat sebuah salam perpisahan kepada Aether.
“Aku akan Segera melaporkan Misi ini Sesegera mungkin kepada disu,” ucap sangarak Kepada Aether, ia tahu kalau Aether memiliki perjanjian dengan Disu Sehingga ingin Segera melaporkannya.
Aether juga membalas ucapan tersebut dengan sedikit angukan, dengan Sedikit Senyum , untuk memberikan penghormatan kepada mereka. Dan Setelah itu pergi sebuah kehormatan di hati para prajurit yang ada disana.
Saat sampai disana di gereja Aether sama Sekali tidak menunggu Aether langsung mendatangi tempat Vincent, yang memang saat itu telah berada disana. Aether Segera menyampaikan info yang ia dapatkan dari Vanessa.
“Tunggu Ensy dan yang lainnya, untuk masuk kesana kekuatan mu saat ini masih terlalu lemah,” Ucap Vincent
“Tidak perlu, ini terlalu berbahaya seperti apa yang pernah aku katakan kalau Aku perginya Sendiri aku asih percaya diri untuk kabur,” Aether Sedikit meyakinkan Vincent.
“Tidak hanya itu, Untuk sampai disana kau harus mendapatkan Surat rekomendasi,” ucap Vincent.
“Kan Seperti itu bisa di dapatkankan Ole disu,” ucap Aether santai, dan ia tahu Seharusnya Disu dengan mudah mendapatkan Surat rekomendasi yang ia butuhkan.