
Reyhan segera mempersiapkan semua hal, untuk melakukan siaran pertama nya, termasuk peralatan yang akan dipakai untuk melakukan siaran langsung dalam game Vof.
Untuk bisa melakukan siaran langsung, tidak bisa menggunakan Gear biasa berbentuk Helm, tapi pemain harus menggunakan gear tipe Kapsul yang harganya jauh lebih mahal dari pada Gaer biasa.
“Sepertinya kau tidak gugup untuk melakukan sebuah siaran pertamamu?” ucap ji sung kepada Reyhan yang terlihat masih sangat santai.
“Tidak terlalu, aku mungkin hanya harus melakukan beberapa kalimat basa basi di awal tapi sisanya aku tetap akan fokus dalam perang,” balas reyhan.
“aku sudah mendapatkan kabar Kalau Para guild besar sudah bergerak, dan berniat untuk memulai peperangan melawan para goblin,” kini vanesa yang tidak jauh dari tempat mereka.
“Ok,” balas reyhan singkat.
“Apa kalian siap,” ucapnya kepada ji sun dan Bruce.
Ji sun juga mulai masuk dalam permainan, karena mereka tidak perlu masuk dalam siara ini mereka masih menggunakan peralatan biasa, di luar saat ini Aether memang hanya memiliki satu peralatan yang secanggih ini.
Itu Pun dia tidak akan membeli jika Vanesa tidak memaksanya karena harus digunakan dalam live stream nya saat ini
Satu persatu dari mereka mulai login, tapi saat mereka masuk betapa terkejut mereka saat melihat ada penghuni baru dalam kamp, yang yang menyambut Aether, untuk memberikan sebuah penghormatan.
“Rere datang untuk melapor, sebagai perwakilan pasukan meminta izin untuk bergabung dibawah pimpinan sang jenderal,” ucap salah satu pemimpin pasukan yang memang pernah Aether latih.
Yang sepertinya ia adalah orang yang bertanggung jawab semenjak Aether tidak ada dalam pasukannya, “Permintaan diterima,” ucap Aether membalas.
Terlihat mereka semua bahagia setelah melihat Aether yang mengizinkan mereka bergabung dalam pasukannya. “Aku minta Maaf karena pergi tanpa permisi,” ucap Aether sambil menundukkan kepalanya.
“Jangan minta maaf jenderal, itu akan membuat kami takut,” balas rere mewakili semua orang yang ada disana.
“Tapi seharusnya kalian menuruti kemauan jendral utama untuk pulang,” balas Aether.
Aether sangat serius, kalau mereka juga sebenarnya harus kembali kepada keluarga mereka masing-masing. Makanya saat Sanggara menawarkan kepadanya untuk pulang dahulu Aether tidak banyak melawan karena ia sendiri tahu pasukan pada saat itu emang harus kembali ke rumah masing masing.
“Maaf jendral semua keluarga kami ada di pasukan ini, jika jendral bergabung dengan kami maka itu baru disebut dengan berkumpul dengan keluarga yang seutuhnya.”
Kini orang lain yang menjawab, “benar,” berbagai teriakan benar dapat terdengar dalam pasukan ini, mungkin ada beberapa orang yang masih memiliki keluarga dalam pasukan ini, tapi semua orang itu telah ikut dalam pasukan utama untuk mundur.
Sehingga orang-orang yang bertahan adalah orang-orang yang Aether selamatan di desa-desa para goblin, yang memang saat mereka di tinggal Aether mereka sedikit ragu untuk ia mengikuti pasukan sangara untuk pergi dalam kampung halaman mereka atau, berjuang bersama untuk membesarkan negeri mereka dalam cengkraman para goblin.
Mereka berpendapat jika mereka meninggalkan negeri mereka tampah melakukan perlawan lebih banyak, itu akan membuat apa yang aether ajarkan sia sia, sehingga dengan sebuah keputusan bersama akhirnya mereka memutuskan mereka mulai membentuk kelompok sendiri untuk melakukan berbagai penyelamatan di berbagai desa.
Sedangkan untuk orang orang yang berasal dari gereja, kebetulan salah satu dari mereka mendengar pembicaraan antara orang-orang ini sehingga saat mereka terlihat sangat mengagumi Aether, mereka juga tergerak untuk bergabung dalam pasukan tersebut sebagai penyembuh dalam regu ini.
Sebenarnya orang-orang dari gereja Gaia juga memiliki fanatisme yang sama kepada Aether sehingga mereka dengan mudah bergabung dalam kelompok ini karena mereka memiliki tujuan yang sama.
Aether bisa melihat kalau perjalan mereka bisa sampai disini tidak mudah, karena merasakan kalau kebanyakan dari mereka sudah berlevel 100 yang dulu tidak ada satu pun dari mereka yang berlevel segini.
“apa ini pengaruh dari judul yang kemarin?” gumam Aether dalam hati mengingat kalau ia mendapatkan judul, sebagai pemimpin yang sangat dikagumi.
“Yang kulihat kalian sudah menjalin persaudaraan dengan para lizardman, jadi ku anggap kalian tidak masalah bekerja sama dengan mereka?” ucap Aether.
Mereka semua mengangguk tanda setuju dengan apa yang Aether katakan, “Karena kalian semua setuju aku yang akan menjadi pemimpin dalam pasukan ini kuharap aku tidak mengecewakan kalian, Sehingga seperti biasa kalian seharusnya tahu kalau Dalam pasukan ku akan ada beberapa pasukan yang akan dibagi.”
Ucap Aether yang mulai menjelaskan pembagian kelompok dalam pasukannya, Aether tidak peduli dengan ras mereka yang berbeda, Aether mencampur para manusia dalam satu divisio yang sama.
Jumlah pasukan mereka saat ini ada Sekitar 1500 pasukan, aether membagi ini menjadi dua Divisi divisi pertama dipimpin oleh Rere dan divisi kedua akan dipimpin oleh lawalata.
Terlihat lawalata sangat bersemangat dalam memimpin pasukan sebanyak ini, setelah ia menjadi kepala desa kecil dari salah suku lizardman ini pertama kalinya mereka melihat pasukan seperti ini.
Sebenarnya masih akan satu divisi lagi itu tidak lain adalah Divisi tiga yang berisi dari pasukan skeleton dari North.
Mungkin pasukan dari North tidak sekuat dan sebanyak jumlah para dua divisi di awal tapi karena North nantinya akan bertarung bersama dengan aldo.
Maka seharusnya kekuatan divisi itu tidak kalah dengan dua divisi lainya dan mungkin lebih tangguh, karena pasukan north tidak mati selama North masih memiliki mana yang tersisa.
“aku tidak menyangka akan membentuk pasukan seperti ini,” gumamanya dalam Aether dalam Hati.
Ia mungkin dalam game-game yang bertema layar ia sama sekali tidak pernah tertarik untuk memiliki pasukan karena semua itu sebenarnya bisa ditutupi dengan level yang tinggi, begitu pula saat ia menjadi beta tester dalam game ini.
Apalagi pasukan ini adalah pasukan terbaik, yang pernah ia lihat, ada seorang paladin yang akan perisai yang baik, para pengguna Tombak handal dari suku lizardman, beberapa orang pemanah dari suku Elf, sebuah penyembuh dari orang orang dari gereja Gaia, dan bonus seorang necromancer yang akan menyerang gila-gilaan.
Ia terus bermain Solo, karena merasa cara main seperti ini adalah terbaik, ia tidak perlu menunggu sesuatu yang merepotkan.
Tapi sekarang Aether baru merasakan bagaimana saat menjadi pemimpin pasukan yang sebenarnya Sehingga ia sendiri sedikit menyesal tidak melakukannya dahulu.
“Aku tanya sekali lagi? Kalian tidak menyesal berada dalam pimpinanku bukan,” teriak Aether, kepada semua orang yang ada disana.
“TIDAK!!” teriak semua orang yang berada dalam pasukannya kini menandakan kalau mereka semua terusan dalam medan perang terakhir.