
Dalam perang seperti ini orang yang bersiap lebih baik adalah yang akan menangkapnya, iu jugalah yang dari pelajari dalam buku-buku pertempuran yang ia baca.
Di waktunya kedua pasukan segera berkumpul dan di pihak maritengngae terlihat di pimpin oleh Aether yang berada di depan, sedangkan Rurea juga memimpin pasukan lawannya.
Aether sudah mendapatkan kabar dari joker kalau jumlah pasukan lawan berkisar 10rb pasukan termasuk berbagai pasukan monster yang terlihat dimiliki lawan lawannya.
Dalam guild [nightcofeen], mereka memiliki pasukan khusus yang terdiri dari para [Tamer] yang bisa bertarung dalam mendap perang ini, sehingga jika para tamer itu juga dihitung maka total pasukan yang mereka miliki ada Sekitar 11300 pasukan.
“Sepertinya apa yang kau harapkan tidak terjadi!” ucap Rurea memulai pembicaraan.
“seperti yang kau lihat, tapi dengan melihat kemampuan yang kemarin dan jika pemimpinnya saja sudah seperti itu aku ragu dengan para anak buah yang terlihat sangat loyal itu,” balas Aether yang tidak terpancing dengan ucapan anastasia.
Dapat dilihat kalau rurea sadar kalau Aether memang menunggu pasukan bantuan lainnya, “KAU!!”
Ia langsung menggunakan [ step] untuk menyerang Aether, tapi aether sudah sangat hafal dengan job tipe seperti ini, dengan menggunakan tamen, ia berhasil menangkis serangan yang berasal dari belakang itu.
Rurea terlihat terkejut dengan Aether yang bisa mengikuti pergerakannya yang cepat. “Melihat dari caramu memegang pisau dan kemampuanmu balas dendam kau pasti keluarga atau penggemar dari Rudolfo,”
Aether terlihat berusaha menembak nebak siapa orang yang membuat perempuan ini sangat membencinya, dan saat bertarung dua kali ia akhirnya tahu kalau itu rudolfo.seorang tentara banyaran asal rusia yang sangat terofsisi dengan agaya bertarung dengan para assassin dari timur tegah sehingga ia mengenakan death game untuk menjalangkan opsesisnya.
“Jangan sebut nama itu sialan,”
Mendengar nama Rudolfo malah membuat rurea terlihat malah semakin marah, terlihat Aether sempat tersenyum melihat bagaimana reaksi ia yang terlihat semakin marah.
Beberapa serangan dari rurea terus dihindari dengan mudah oleh Aether, beberapa kali Aether terlihat berusaha mengimbangi anastasia, tapi yang awalnya anastasia terlihat unggul dalam kecepatan perlahan tapi pasti Aether terlihat mulai mengimbanginya.
“Jika kamu berniat mengalahkanku hanya dengan mengandalkan kecepatan, kau sepertinya terlalu naif,” ucap Aether yang menyatukan anstasi dengan menggunakan tombaknya.
Aether tidak meneruskan serangannya karena ia benar benar ia ingin melihat apa yang membuat rurea terlihat sangat percaya diri untuk mengalahkannya.
Karena itu Aether terlambat menyadari apa yang direncanakan Rurea, dari belakangnya terlihat pasukan lawan mengeluarkan beberapa tahanan yang berasal dari kerajaan maritengae. Setelah mendapatkan serangan seperti itu
Terlihat rurea berusaha mundur yang ternyata ia berusaha untuk membunuh para tahanan itu dan berusaha untuk mengaktifkan salah satu efek khusus bagi para pemain yang memilih ras monster sebagai karakternya.
[Deathwish ]
Status tercipta dari rasa haus akan darah oleh para monster, meningkatkan status yang tergantung dengan ras apa yang di pilih.
Agility+100
Strength+80
Info: saat mati dalam keadaan Deathwish efek pinalti akan berkali lipat.
“Jika ini adalah senjata terakhir yang kau miliki aku bisa mengatakan kalau kau masih terlalu naif untuk ukuran penggemar dari Rudolfo,” ucap aether menggelengkan kepalanya karena melihat kemampuan Rureayang seperti itu.
Itu terbentuk saat Anastasia berusaha menyerang nya Aether masih terlihat santai dengan perisainya. Kekuatan anastasia memang terlihat semakin meningkat itu terlihat dari durability dari perisainya menurun secara drastis.
Sekarang para penonton akhirnya sadar apa yang membuat Anastasia terlihat sangat percaya diri dengan apa untuk melawan Aether.
Dan jika dilihat dari jenis tato itu bukanlah tato buatan melainkan TATO bertipe Sihir walaupun itu sedikit lemah namun untuk melawan orang orang seperti Aether harusnya sudah cukup untuk Aether.
“Hahaha, cukup pintar,” puji Aether.
Tato yang dimiliki oleh Rurea adalah memberikan skill ke penganutnya untuk memiliki tubuh yang tidak bisa di sentuh. Ini memiliki efek yang sama dengan para pengguna tato berelemen, tapi ini masih lebih lemah.
Tubuh rurea saat ini lebih terlihat seperti hantu yang bisa menembus apa saja yang dia inginkan ditambah dengan beberapa perubahan status [Deathwish] yang dimiliki tentu akan sangat sulit untuk menhalnya.
“Apa yang kau tertawakan sialan dengan ini kemenagan sudah ada di tanganku,” ucapnya terus memberikan luka kepada Aether.
“Jangan terlalu cepat tersenyum terlepas dari itu apa, tapi tetap saja itu hanya tato tipe sihir walaupun memiliki efek yang hampir sama dengan tipe elemen, tapi efeknya tetap sama aku masih mendaratkan luka kepadamu walaupun itu hanya Sedikit sehingga yang memenangkannya aku hanya perlu menyerang lebih banyak,”
Sambil menerima serangan dari rurea, Aether menjelaskan bagaimana ia bisa mengalahkan anastasia.
“Kalau begitu cobalah,” balas Rurea menatang.
Dengan menggunakan [Galaksi spiral] aether berhasil membuat rurea berhasil menjauh darinya, sekarang setelah itu ia mengunakan Aura Weapon yang dimilikinya.
Melihat arah pertarungan orang orang yang berada di pihak Aether terlihat waspada
“Kenapa bukankah kau menyuruhku untuk mencobanya? Terus kenapa kau terlihat berusaha mundur,” ucap Aether sambil tersenyum meremehkan.
“Kalau kau tidak ingin menyerang biarkan aku yang menyerang ,” ucap Aether yang mulai mengincar anastasia dengan berbagai serangan tombak yang sangat kuat.
Walaupun ia tidak bisa mengalahkan rurea dalam hal kecepatan Aether masih bisa mengimbanginya karena pengalaman Aether yang sudah sangat dalam di sebuah pertarungan, melihat pertarungan seperti tidak berjalan dengan baik ke arah mereka.
Uban segera memberikan perintah kepada mereka untuk menyerang, terlihat beberapa anggota Dari Nightcoffen berusaha untuk menyelamatkan kapten mereka.
Tapi tentu teman teman dari Aether juga tidak sendiri, joker juga segera memerintahkan pasukannya untuk segera memberikan perlindungan kepada Aether dan memberinya waktu untuk menyelesaikan pertarungannya dengan anastasia.
Dengan perbedaan jumlah pasukan Joker segera berada dalam posisi tertekan tapi mereka masih berusaha bertahan untuk aether segera menyelesaikan pertarungan.
“Memang disayangkan tapi sepertinya ini harus diakhiri,” ucap Aether yang berhasil mendaratkan serangan pertama kepada rurea .
rurea terlihat terkejut karena satu tepasan kecil dari Aether bisa menurunkan hampir setengah dari Hp yang dimiliki, Sehingga saat Aether melancarkan tebasan selanjutnya rurea terlihat ketakutan dan berusaha untuk menghindari tebasan tombaknya.
Sehingga ia tidak sadar kalau Aether sedang melancarkan serangan tipuan dan itu berhasil untuk membuat Rurea melompat ke atas karena serangan tipuannya
Saat melompat itu Aether segera mengaktifkan skil melempar tombaknya, dengan tombak yang masih dibalut dengan aura weapon dari Aether membuat satu serangan itu langsung berhasil untuk melubangi perut dari Rurea yang tidak bisa menhidari.
[skill pasif killer immortal aktif.]
Setelah membunuh anastasia terlihat sebuah pemberitahuan kalau skill dari kalian yang aether dapatkan baru baru ini aktif