
DAn benar saya saat vanesa menayakan tugas yang akan dia berikan kepada reyhan, ia memang mendapati tugas untuk mencari sponsor dalam kegiatan mereka selanjutnya.
Sebelum mereka pulang mereka mengadakan rapat kecil, tentang kegiatan mereka selanjutnya ini hanya sebuah rapat kecil, dan reyhan hanya ingin mengambarkan idenya kepada semua orang yang ada di sana.
"Karena selalama beberapa hari ini kalian sudah bekerja keras, kalian bisa mendapatkan libur selama beberapa hari ke depan."
Ucapan penutup dari aether ini membuat semua orang yang ada disana senang bukan main, sebenarnya reyhan memberikan mereka libur karena ia juga mulai harus mempersiapkan keperkuannya untuk masuk dunia pendidikan.
"Pesiapan yang baik akan ,mehasilkan sesuatu yang baik pula," sebuah perinsip baru ia dapatkan untuk memasuki dunia ini lagi.
"Kau ingin membeli perlengkapan untuk ngampus bukan?" Tanya vanesa setelah anak anak yang lain bubar.
"Perluh aku temani?" Lanjutnya.
"Tidak perluh, aku bukan anak 17 tahun yang harus di temani kemana mana untuk mempersiapkan masalah perkuliahannya," balas reyhan.
"Tenang saja, selama orang lain tidak melihat ktp mu, seharusnya mereka tidak akan sadar kalau kau umurmu itu seharusnya mengambil s3." Ejek vanesa setelah itu ia juga pergi.
Reyhan tidak memalas itu karena setegah apa yang dia katakan memang benar, sehingga ia menggap itu sendiri sebabai pujian.
"Kuliah laginya?" Ucapnya sambil melihat cermin.
Karena kemarin mereka sudah seharian bekerja, dan tidak ada yang pulang, hari ini yang seharusnya setelah mengadakan rapat kecil mereka kembali melakukan tugasnya kini di pulangkan karena mereka juga membutuhkan istrihat yang lebih baik.
Begitu pula dengan reyhan, tapi bukannya pulang dan beristirahat, ia malah memutuskan untuk ketempat olaraga dan melakukan beberapa latihan disana.
Tidak lama boni datang, "bagaimana, apa mereka mencoba melakukan sesuatu yang bodoh?" Tanyanya kepada boni yang baru masuk.
Beberapa hari setelah ia pulang dari paris boni sangat jarang berada di kantor, terutama saat siang hari, karena memang ia mendapatkan tugas khusus dari reyhan mengurus pontemsi masalah yang dapat di timbulkan gading.
"Seperti yang bos bilang, mereka berusaha menyewa beberapa kriminal klas kakap untuk membuat masalah di tempat ini, mereka bahkan memberikan perintah untuk mencelekai kita kalau di perlukam,"
"Tapi sepertinya tidak ada yang menerimanya hingga ia membuat poster buronan untukku di dark web ya."
"Benar, namamu sudah sangat terkenal disini sehingga sangat sulit untuk menemukan seseorang yang ,mengacau apalagi jika itu hanya penjahat penjahat lokal."
(Sekali lagi kalau kalian penasaran dengan dunia kriminal reyhan maka kalian bisa mengikuti cerita aku yang satunya.)
"Tetap waspada akan selalu ada orang bodoh yang tergiur akan uang," tutup reyhan kepada boni.
"Kita sudah lama tidak sparingkan! Temani aku selama beberapa gerakan," ucap reyhan meminta boni untuk menemaninya bertarung.
Boni hanya bisa pasrah, dan menuruti permintaan reyhan.
"Seperti biasa kita lakukan gaya bebas," ucapnya membersihkan area sekitar karena sparing gaya bebas seperti ini mereka membutuhkan area luas.
"Untuk jaga-jaga mari tunggu beberapa anak padepokan yang sebentar lagi akan datang." Balas boni membantu reyhan bersih bersih.
"Terserah, belakangan ini mereka tidak pernah latihan denganku," balas reyhan.
"Aku bisa mengerti perasaan mereka, kau mungkin sedikit bisa menahan diri jika bertarung mereka," balas boni.
Saat reyhan lertarung baik itu sparingan atau pertarungzn nyata, reyhan sama sekali tidak pernah tidak serius, bahkan orang orang yang berasal dari padepokan berpendapat kalau reyhan ingin membunuh jika sudah dalam pertempuran sehingga mereka kapok untuk mengajak reyhan latih tanding.
"Tapikan…."
Pada akhirnya mereka tidak bisa menunggu, saat orang di padepokan datang sparing itu sudah di mulai.
Ada sekitar 5 orang yang datang, mereka terkejut saat melihat reyhan dan boni sudah dalam pergulatan yang hebat.
"Mau melerai mereka," ucap salah satu orang disana.
"Kalau kau sanggup," balas yang lainnya.
"Kalau gitu mari lihat, siapa yang mengaku kalah duluan, aku pasang 50rb untuk reyhan."
"Ikut, aku bos boni,"
Bukannya mempelajari gaya bertarung atau melerai pertarungan yang terlalu mengerikan itu, mereka mulai memasang taruhan tentang siapa akan menang dan kalah dalam pertarungan itu."
"Sudah, sudah, sudah, aku mengaku kalah, beberapa tulang rusuk ku sepertinya sudah patah."
Tidak di sangka orang yang keluar menjadi pemenang dalam sparing itu malah boni.
"Ada apa bos, itu hanya beberapa tulang rusuk, ayo lanjut," ucap boni menantang reyhan untuk melanjutkan pertarungan.
"Aku bisa saja menemanimuh, tapi bisakah kau bertangung jawab paca vanesa kalau sampai aku masuk rumah sakit," keluh reyhan.
"Kau baru berpikir seperti itu, setelah muka mu, babak belur seperti itu," ucap Boni santai.
"Masalah muka, itu akan segera pulih," ucapnya terdengar santai.
Di mukanya saat ini ada beberapa bekas luka pukul walaupun itu belum bengkat, tapi memar akan itu masih terlihat jelas.
Setelah mengatakan itu, reyhan lasung berniat untuk pulang, dan membiarkan boni melakukan tugasnya.
"Kalian cukup berani untuk taruhan di dekat ku ya," ucap boni setelah melihat reyhan yang telah pergi, orang orang itu hanya cegegesan.
"Hasil tsrunhanya cepat belikan makanan aku lagi lapar," ucapanya membuat orang- orang itu segers menurut.
Karena reyhan sudah mengeluarkan keringatnya sehingga saat ini tidak hanya pikirannya yang kelelahan tubuhnya juga merasakan efek yang sama membuatnya sekarang bisa istirahat dengan nyaman.
Dan besok ia bisa fokus untuk jalan-jalan. Ia hanya bisa berharap untuk tidak ada yang mengganggunya.
Tapi berbeda dengan apa yang dia harapkan, besoknya dimana ia harap bisa sedikit tenang.
PAgi itu ia malah di bangunkan teriakan Mila yang membangunkannya, "jalan! jalan! jalan!"
Dengan setengah gondok, reyhan menayakan mila yang tidak pergi sekolah, "libur, dan aku dengar dari kak vanesa kalau kak reyhan mau pergi jalan jalan, jadinya aku kesini de' mau ikut dengan kk."
Sebuah penjelasan singkat yang membuat reyhan naik pitam sehingga ia lasung memgambil hpnya untuk menayakan ini kepada vanesa.
Dan saat membukanya di situ ada pesan darinya, "hari ini aku ada janjian dengan teman temanku, ayah ibu lagi ada kerjaan jadi aku titip mila padamunya."
"Kalau nanti kamu pulang, aku request pukul kepala nya," ucap reyhan tersenyum kepada mila.
Mau tidak mau hari itu ia harus membawa mila kemanapun dia pergi. Reyhan menyuruhnya untuk menunggu.
Tujuannya memang untuk belanja, sehingga mungkin memang ada baiknya ia mengajak seseorang untuk kesana, tentu mila datang kesini bukan