
Hari ini sebenarnya hari dimanah paket yang di tunggu semua orang yang ada disana, paket itu berisi baju almamater kampus dari Reyhan.
Setelah paket itu sampai mereka segera berbondong menyuruhnya memakai baju itu di hadapan mereka.
"Bos, seandainya aku tahu kau tidak setua kakakku, aku mungkin sudah jatuh cinta kepadamu," ucap Rachel.
"Bahkan jika bos setua bapakku, jika penampilannya seperti itu, aku masih tidak masalah menjadi pasangannya," kali ini Daniela juga ikut -ikut menggodanya.
"Itu sepertinya sulit, melihat siapa orang yang mengatri mendapatkan perhatiannya."
Vanesa tidak mau kalah, ia ikut bersuara untuk membuat reyhan making jengkel.
Sebenarnya, godaan itu sedikit masuk akal dimana sangat terlihat penampilan reyhan yang tidak sesuai dengan umurnya, saat ia sedang merapikan dirinya.
"Mau taruhan berapa banyak gadis yang nantinya akan terpesona dengan bos kita," ucap nas.
Berapa orang angkat tangan dan mengiginkan taruhan itu, tapi reyhan mengabaikan mereka, karena ia sudsh terbiasa akan hal ini.
"Oh ia, ngomong -ngomong soal perempuan, gadis bernama mawar tadi malam datang kedesa dan mengaku sebagai kenalan mu, apa Bener kau mengenal gadis itu?" Ucap Daniela yang mengaku bertemu dengan mawar di desa.
Mendengar itu, Reyhan yang terlihat ingin ke ruang drive sedikit berhenti, beberapa orang sepertinya masih belum tahu masa lalu dari Reyhan.
"Dia mantan pacarnya….."
"Berikan saja dia pekerjaan, tapi terlebih dahulu suruh saja ia ke gereja," potong Reyhan.
Sebelum mereka yang ada disana semakin banyak bicara. Ia juga terlihat merubah arah tujuannya yang awalnya ingin login mala ke ruang kerjanya.
Vanesa hanya tersenyum melihat tingkah Reyhan ini, beberapa orang disana bertanya tentang mantan Reyhan itu tapi orang -orang yang mengetahuinya memilih untuk diam.
Setelah menjalankan misi sulit kali ini reyhan dan kawan kawan kembali masuk dalam mode damai.
Terkadang ia hanya masuk dalam permainan hanya untuk hunting, dan megetes berbagai skil baru yang dia dapatkan.
Ia juga melihat berbagai pembangunan tambahan di area gladiator, yang nantinya menjadi area event yang akan di ciptakan desa takkalasi.
Setelah melalui proses kreatif dari pembuatan animasi, dan beberapa sempel area pertarugan video promo pun akhirnya di keluarkan.
Semua orang yang ada disana sedikit tertekan dengan hasilnya, berbeda dengan vanesa yang terlebih dahulu sudah memberikan contoh video ini kepada beberapa investor.
Yang menurutnya reaksi yang di perlihatkan dari mereka sudah cukup mewakili rekasi para penonton.
"Bukankah mereka terlalu ambisius,"
"Ini akan membuat gebrakan besar, jika memang mereka berhasil merelelaisisakannya,"
"Aku hanya ingin hidup untuk melihatnya terjadi,"
"Ayolah aku sepertinya aku tidak bisa ikut karena jobku seorang mage,"
"Untuk kau yang diatas, jangan bicara sembarangan seperti itu, tapi sepertinya kita senasif,"
"Jangan ka para mage bahkan aku rahu kalau akan ada archer dalam turnamen ini,"
"Bersyukur, kita masih bisa menikmati ini secara gratis,"
Satu persatu tanggapan dari para pelanggan setia mereka tentang acara mereka ini.
"Sepertinya tanggapan mereka cukup baikkan," ucap Reyhan kepada mereka setelah satu hari video tersebut di upload.
Hal ini membuat mereka senang, dengan begini istilah sambil menyelam minum air, benar -benar terealisasikan.
Dengan begini mereka bisa membangun desa sekaligus membuat event ini semeria mungkin.
Jika mungkin ada yang kurang, kemungkinan tebesar itu hanya para petinggi guild besar yang kemungkinan besar tidak bisa ikut.
Walaupun seperti itu, antusiame mereka memeriakam acara ini tidak kalah. danbeberapa guild kenalannya sudah memberikan janji kalau mereka akan mengirimkan rokie terbaik mereka untuk mengikuti turnamen itu.
Sehingga turnamen ini akan benar terealisasikan, jika pun pesertanya kurang ia tidak masalah karena jika ia melibatkan para npc di desa sudah pasti banyak peserta yang akan terlihat.
. . . . . . . . . . . . . . . . .
Melupakan masalah turnamen yang sudah menemukan titik temu, kita harus sedikit lompat dimana hari ini reyhan akan pertama kali masuk kuliah.
Hari ini ia kembali melewati hari yang panjang, dengan berbagai aktivitas para mahasiswa baru, di mulai acara penyambutan universitas sampai acara penyambutan kepada fakultas, dan terkahir acara penyambutan antara jurusan.
Disini ia mulai melihat yang nantinya akan menjadi rekan rekannya selama beberapa tahun kedepan.
Disini ada beberapa orang terkenal dalam game, misalkan saja para perai medali e-sport, di berbagai acara.
Bahkan ada orang yang pernah menjadi perwakilan indonesia dalam sebua acara olaraga terbesar se asia.
Tentu kehadiran disini memarik perhatian banyak orang sehingga tidak satu pun orang yang memperhatikannya. Hal ini membuat dia legah sekaligus kecewa teryata ia tidak seterkenal ia banyangkan.
Dalam acara sambutan ini ada beberapa dosen yang di perkenalkan, dan yang menarik di sini, kebanyakan dosen adalah orang luar negeri termasuk ketua jurusannya yang ternyata seorang perempuan yang berasal dari Argentina.
"Perkenalkan Isabela orang yang akan menjadi ketua jurusan kalian ke depanya," ucapnya orang yang terlihat masih sangat muda.
Terdengar ia yang sangat pasih dalam bahasa indonesia, setelah memperkenalkam diri ia mulai memberikan beberapa sambutan yang pasti di berikan oleh ketua jurusan pada umumnya.
"Sebenarnya aku menerima tawaran universitas ini karena mendengar kenalan lama ku juga berada di daerah ini, tapi aku tidak menyangka dia malah menjadi muridku sendiri,"
Setiap ucapannya itu reyhan terus menelan ludah, karena takut ia akan menyebutkan identitasnya.
Semua orang yang ada disana mulai menerka nerka siapa orang yang di maksud ketua jurusan itu. Tapi hingga akhir sepertinya isabela tidak menyebutkan identitas dari kenalanya itu.
Beberapa orang berpedapat kalau orang yang di maksud adalah orang paling terkenal di ruangan ini.
Hal ini membuat Reyhan menghela nafas akan sangat tidak mengutungkan kalau semua orang yang ada disana tahu siapa orang yang di madsud.
Ia baru menghela nafas, salah satu orang yang berada di belakangnya memberikan sebuah kertas kecil, yang didalam-Nya ada sebuah tulisan menyuruh ryhan untuk datang keruangan Isabela setelah semua ini selesai.
"Tenang bos aku akan menjaga rahasia ini," bisik orang yang ada di belakangnya.
"Memang seharusnya begitu bukan," balas reyhan santai.
Semua jadwal hari itu di lalui dengan baik oleh reyhan ia bahkan sudah memiliki teman untuk di ajak mengobrol.
Yang akhirinya mereka juga tahu siapa reyhan ini, hingga akhirnya ia masuk kedalam ruangan Isabela.
"Aku tidak menyangka orang sepertimu akan kembali sekolah yang merepotkan seperti ini," ucap Isabela basa basi.
"Hanya formalitas, untuk sebuah ijazah," balas Reyhan.
"Mari langsung ke intinya, jika kau tidak masuk di sini sebenarnya aku sudah ingin mengajakmu menjadi salah satu staf pengajar, tapi karena kau sudah menjadi murid bagaimana kalau aku.
menawarkanmu sebuah kebesaran, dan kenyamanan dalam kuliah, tapi sebagai gantinya aku ingin kau membantu ku mengajar." Sebuah tawaran menggiurkan tiba-tiba muncul di hadapannya