VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
main-main



Setelah cukup banyak mendapatkan omelan dari Vanessa,  mereka juga memberikan beberapa hal tentang perusahaan.  Dengan penjualan ini yang sepertinya sukses besar Uang yang awalnya menjadi permasalah utama kini telah terselesaikan.


Tapi Reyhan tidak berniat untuk mempercepat acara peresmiannya, karena sepertinya itu sudah menjadi jadwal terbaik, vanesa menanyakan kepadanya orang orang yang seharusnya diundang dalam acara peresmian tersebut.


Tapi Reyhan menegaskan kepadanya kalau ia tidak ingin terlalu ramai, ia hanya ingin acara sederhana dengan beberapa acara yang biasa dilakukan dalam sebuah peresmian.


Vanessa hanya mengangguk dan dia mengerti hal itu, dan reyhan terus berterimah kasih, atas bantuan yang  Vanesa berikan.


Besoknya sesuai dengan perjanjiannya dengan yuno, ia datang untuk memberikan jawabannya kepada mereka, dan ia sudah yakin akan keputusan ini.


Seperti kemarin ia sudah ditunggu oleh Mereka bertiga, terlihat raut wajah khawatir dari putri Aiko, jika Aether menolak permintaanya dan yuno yang ada di sampingnya.


“Kita langsung saja, menurut kalian seberapa besar peluan aku mendapatkannya?” Aether tidak basa basi langsung menuju pokok permasalahan.


“Jujur saja pelukanmu paling besar 50% persen, sepertinya kau sudah menebaknya  pergerakan para guild besar saat ini akan mengarah ke arah penaklukan para goblin sehingga itu  bisa menjadi bantuan yang sangat besar untuk mengalahkan goblin yang ada, tapi menjadi masalah besar untuk memperebutkan mahkota goblin.”


Yuno memberikan sebuah jawaban jujur tentang masalah ini, “ok kalau begitu, aku cukup puas dengan Jawabanmu, hitung hitung aku membantu teman,” ucap Aether menerima misi yang diberikan oleh sang putri.


Tapi setelah Aether menerima itu, terlihat ekspresi yang berlebihan di tunjukan oleh sang putri ia langsung bersujud berterima kasih kepada Aether, beruntung Aether masih segera siap untuk menangkapnya sebelum sang putri bersujud di depannya.


“Tunggu putri, aku belum tentu berhasil, jadi untuk sekarang simpan saja rasa terima kasih itu,” ucap Aether menenangkan sang putri.


Bagi Aether ia bahkan ragu Kalau ia bisa menyesaikan misi ini, apalag saat ini ia kembali sendiri mungkin jika ia bersama dengan North peluangnya masih lebih tinggi, sedangkan Aether yang Seorang diri bisa apa.


“Setidaknya monyet ini memiliki kesempatan untuk menaikkan levelnya,” gumamnya mengingat ia ada Aldo disisinya.


 Saat ia beristirahat dalam cincin tamer yang dulu pernah ia beli dari Vanesa, yang tidak ia gunakan kepada Rangga.


Setelah itu ia membicarakan beberapa orang yang ia kenal seperti Evan dan Aleta, atau Moli yang merupakan pandai besi langananya.


Tapi Yuno tidak mengetahui keadaan mereka karena dulu ia tidak sempat bertemu dengan orang-orang tersebut sedangkan sang putri juga tidak mengetahui karena memang saat itu para prajurit yang ada disana hanya berfokus untuk menyelamatkannya.


Setelah melakukan beberapa perbincangan singkat, Aether memutuskan untuk permisi dan mempersiapkan berbagai barang yang ia perlukan.


“Semoga berhasil dengan misimu, aku secepat mungkin akan menyusul untuk membuat presentasi itu menjadi semakin meningkat,” ucap Yuno.


Ia tahu kalau Alasan Aether menerima misi ini hanya karena dirinya Sehingga Ia sangat tersentuh akan Hal tersebut jadinya ia berharap memberikan bantuan sebanyak mungkin kepada Aether Agar misi ini dapat berhasil.


“Aku menunggu saat itu terjadi,” ucap Aether pergi.


Walaupun sebenarnya ia bisa menanyakan hal itu kepada Piko atau Renata, Tapi bagi Aether berpamitan secara langsung itu yang terbaik.


Di gereja ia hanya bertemu dengan Nomos karena yang lainnya sedang berada dalam sebuah misi,  Nomos tidak melarang apa yang Aether ingin lakukan, Yang Aether ketahui Nomos juga percaya kalau Ia nantinya bisa membebaskan orang orang dari kerajaan marintage dari kekejaman para Goblin.


Kali ini ia sudah tahu jalan sehingga tidak memerlukan orang untuk menunjukkannya, dan ia tidak takut lagi mendapatkan hambatan yang tidak terduga.


Kali ini ia bisa melewati jalan dengan lebih  cepat Karena ada Rangga bersama nya Sehingga perjalan ini nantinya bisa menjadi lebih singkat.


Setelah berpamitan kepada nomos, ia mendapatkan beberapa gambaran apa yang harus dia lakukan untuk semenatara, Nomos menyarangkan untuk sementara Waktu ada baiknya Aether bergabung dengan beberapa tentara pihak aliansi yang ada di beberapa kota yang terdekat dari kerjaan Marintangae.


Dan menurut Aether itu adalah sebuah keputusan terbaik, walaupun itu nantinya sedikit lebih lemah karena itu hanya sebuah pasukan dadakn yang baru terbentuk, Aether percaya lebih banyak tangan tentu lebih baik daripada satu tangan.


Apalagi ia punya pengalaman bergabung dalam pasukan seperti itu, jadi seharusnya tidak ada masalah jika bergabung lagi  untuk melakukan misi yang sama.


 Untuk membuat itu lebih muda ia singgah ke desa dulu yang pernah ia selamatkan bersama dengan Enzy, disana ia menanyakan bagaimana keadaan daerah sekitar, dan melihat bagaimana kondisi desa tersebut sangat memprihatinkan.


Dimana dari apa yang dia dengar dari kepala desa, semua laki-laki yang sudah cukup dan memiliki kekuatan untuk bertarung akan dipaksa untuk ikut dalam militer, dengan alasan ini untuk mereka sendiri.


“Ini akan segera berakhir,” ucap Aether kepada kepala desa.


Entah itu karena status sebagai rising star yang memang sangat berguna untuk berurusan dengan berbagai npc, tapi kepala desa itu terlihat  sangat percaya kepada Aether Walaupun katakata Aether sebenarnya tidak lebih dari kata kata penyemangat semata.


Setelah mengetahui tujuannya Aether bisa lebih mempercepat tujuannya, daerah yang dia tuju bernama pitu riase, sebenarnya itu masih cukup dekat dengan kerjaan maritage, sehingga mereka adalah kerajaan yang paling banyak merekrut sukarelawan untuk berperang melawan para goblin.


Tapi baru sampai ia sudah melihat pemandangan yang membuatnya jengkel dimana penguasa disini sangat diskriminatif, kepada warga desa saat itu ia berusaha menyelamatkan satu warga desa yang disiksa oleh anak penguasa kota mengunakan Fithing spiritnya hingga anak itu pingsan.


Setelah itu Aether melajutkan perjalannya menuju barak, dimana disana memang telah dilakukan perekrutan prajurit, tempat tersebut memang cukup ramai.  Sebelum ia masuk ia mendapatkan sebuah kertas yang harus ditulis bagaimana karakter mereka dari job sampai level harus ditulis.


Aether menulisnya seandainya, ia mengurangi beberapa statistiknya hingga sama seperti para spearman pada umumnya.  Ia juga menulis pengalamannya yang pernah menjadi juru masak dalam satu pasukan di benua tengah.


Membutuhkan waktu cukup lama hingga Aether mendapatkan gilirannya untuk di tes, tesnya cukup simpel itu hanya sebuah tes wawancara pada umumnya,  saat beberapa pertanyaan ia jawab dengan mudah pemuda yang ia buat pingsan beberapa saat lalu muncul dengan terus mengancam Aether.


Tentu Aether tidak takut, terlihat orang orang melakukan wawancara kepadanya sedikit membelanya, terlihat pemuda tersebut melihat kertas pedaftara dari Aether.


“Aku tidak mau tahu jabatan di militer adalah seorang koki,” ucapnya setelah itu pergi.


“Sangat disayangkan kau membuat masalah dengan bangsawan itu jika kau tidak membuat masalah mungkin aku bisa memberikan jabatan yang lebih tinggi,” ucap Jendral yang yang sepertinya bertanggung jawab atas pasukan yang ada disana.