
Dengan bantuan Rangga Aether bisa sampai lebih cepat ke antang dan ia langsung menuju tempat dimana Nomos berada, disini sudah tidak ada Enzy lagi karena Enzy sudah mengalihkan pekerjaan untuk berfokus ke kerajaan maritengae.
Dan seperti apa yang ia duga Nomos saat ini belum mendapatkan informasi selanjutnya tentang di mana letak lan dari pusaka yang mereka cari, Aether menyarankan kepada Nomos untuk sedikit lebih cepat karena jika melihat dari kemarin sepertinya gereja kegelapan juga berlomba dengan mereka untuk mencari pusaka pusaka ini.
Nomos tahu itu, ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencarinya tapi mereka memang saat ini sedang sedikit kesusahan untuk mengatur semua informasi yang mereka dapatkan belakangan ini.
“Ngomong ngomong aku datang kesini,juga datang untuk memperlihatkanmu ini,” ucap Aether yang mengeluarkan sebuah kalung kepada Nomos.
Itu adalah sebuah kalung yang memiliki energi kuatkan yang sangat besar, Aether yang tahu kalau nomos bisa menghilangkan kutukan, jadi ia berharap Nomos bisa melakukan pembersihan dalam barang itu.
Kalau itu terlihat sangat simpel, itu hanya Sebuah kristal merah, yang diberikan sebuah tali Sehingga itu dapat dikatakan sebagai kalung.
Terlihat Nomos memegang kristal dari kalung itu, dan seketika sebuah asap merah keluar dari sana, bahkan terdapat teriakan yang sangat besar dari dalam kalung tersebut, teriakan itu seperti sebuah teriakan penuh kesengsaraan.
“Sial sepertinya ia sudah bersiap dengan sangat baik,” ucap Nomos tiba tiba.
“Ada apa?” tanya Aether yang melihat Nomos terlihat jengkel ia masih bingung kenapa ada suara yang sangat keras keluar dari kalung ini.
“Sepertinya ada yang berusaha lolos dari kematian, apa yang kau lawan saat orang orang dari gereja kegelapan datang adalah seorang necromancer?” tanya Nomos.
“Ia,” balas Aether
“Sepertinya ia tidak sepenuhnya mati, sisa sisa jiwa ia masukkan dalam kaluang tersebut, kemungkinan ia akan berusaha kembali hidup dengan cara memakan setiap jiwa yang kau bunuh dalam pertarungan, yang nantinya ia bisa hidup kembali seperti semula.”
Jelas Nomos tentang masalah kalung yang telah kembali di tangan dari Aether, “Jadi apa kalung ini harus kubuang? Pasalnya sepertinya kedepannya aku tidak bisa menghindari untuk tidak terlibat dalam pertarungan,” balas Aether.
“Oh tentu tidak, sebelum aku menyerahkan kalung itu telah memasukkan pembatas, sehingga walaupun ia sudah pulih ia akan terus tergantung dengan batu itu, jadi selama ia tergantung kepada batu itu seharusnya kau bisa mengendalikannya sesuai dengan apa yang kau inginkan bukan!”
Nomos sepertinya ide yang berbeda untuk memanfaatkan jiwa yang ada di dalam sana Sehingga aether juga terpikirkan hal tersebut langsung melihat ke arah batu itu.
SERPENTINE AMULET
Garage:unique
Ketahanan: 50/50
Sebuah kaluang yang di dalamnya terdapat jiwa dari seorang Necromancer yang hebat. Bunuh 10000 manusia untuk membankitkan kembali jiwa yang saat ini sedang tertidur.
Dengan bantuan Archbishop dari gereja Gaia, selama kalung itu ada di tanganmu jiwa jiwa yang terperangkap dalam sana tidak akan bisa menyerangmu.
Persyaratan : orang yang terlibat dalam pengguna.
Efek: +20 defense, +20% status leadership, +mendapatkan skil immortal killer.
“Hmnh,” Aether masih berusaha mencari celah untuknya menggunakan kalung ini, tapi setidaknya sampai disini ia belum menemukan celah itu.
[Immortal killer]
Grade uniq
Syarat penggunaan: Orang yang memegang [SERPENTINE AMULET]
Aether hanya tersenyum melihat itu, ia akhirnya mendapatkan sesuatu untuk menggunakan kalung itu, walaupun ia tidak tahu harus membunuh manusia dimana pasalnya ia tidak mungkin asala membunuh.
“10.000 nya sepertinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membunuh sebanyak itu,” ucap Aether sambil memakai kalung yang pada dirinya.
“Terlepas dari jiwa yang ada di dalam sana, aku rasa skil itu akan berguna kedepannya bukan?” tanya Nomos.
“Tentu! jika tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, aku permisi karena ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan dengan Leon,” ucap nya meminta izin untuk meninggalkan tempat.
Nomos tidak menahannya karena memang tidak ada lagi yang bisa ia bicarakan, dan lagi pula masih banyak yang harus ia kerjakan setelah pertemuan ini.
Jarak dari tempat Gereja Gaia dengan tempat Strom hunter tidak terlalu jauh, tempat tersebut juga tidak terlalu jauh dengan tempat Disu berada.
Mungkin karena Aether memang sudah mengirimkannya Sebuah pesan lebih dulu, terlihat Leon memang sudah menunggu kedatangan dari Aether.
“Yoi lama tidak bertemu,” ucap Aether membuka pembicaraan.
Sepertinya biasa, akan ada basa basi yang akan mereka lakukan sebelum mereka lanjut ke pembicaraan utama dari pertemuan ini.
Yang pertama Aether keluarkan adalah dua buah relik buatan yang ia tunjukkan kepada Leon, hal ini langsung membuatnya terkejut bukan main, guildnya saat ini adalah salah satu dari sepuluh guild terbesar yang ada namun mungkin ia satu satu yang masih belum memiliki pengguna tato di dalamnya.
“Bagaimana mungkin kau bisa mendapatkan dua Seperti ini, ka.....” perkataannya terhenti karena ia sadar ia tidak masuk ke dalam sana.
Aether hanya terlihat tersenyum melihat tingkah dari Leon, ia mulai memberikan penawaran kepada Aether perihal relik ini.
“Kau tahu sebenarnya aku datang kesini bukan hanya untuk menjual relik itu, tapi juga mengajakmu untuk bergabung dalam proyek yang sedang kubangun di kerajaan manritagae,” ucap Aether.
“Maaf , tapi sepertinya itu sangat mustahil,” ucapnya yang mulai menjelaskan kondisi mereka saat ini.
Mereka saat ini memang diakui sebagai salah satu guild top ten dalam vof, tapi yang menjadi masalah mereka adalah peringkat terbawa, mereka juga tidak memiliki seorang ranker kecuali leon yang ada di dalamnya.
Sehingga posisi mereka sebagai guild teratas memang setipis kertas, dan kapan saja akan ada yang bisa menggesernya.
“Bagaimana jika aku memperlihatkan ini,” ucap Aether memperlihatkan relik yang ia dapatkan baru baru ini.
“Kau....” kini leon benar benar terkejut dengan berbagai kejutan yang Aether perlihat kepadanya.
“Tapi,,, !” lanjut Leon yang terlihat bimbang.
“walaupun kau tidak setuju dengan rencanaku relik ini tetap akan menjadi milikmu, tapi coba pikirkan ini baik semua ini aku dapat di benua timur, aku benar benar heran kenapa kau harus bertahan di sini dimana ada puluhan guild besar yang berebut lahan sedangkan di benua dimana masih banyak Lahan yang kosong tidak ada yang mau mendatanginya,” ucap Aether menjelaskan.
“Terus menunggu para pemain yang dapat diandalkan, yang bisa saja ia akan berkhianat jika mendapatkan apa yang dia mau, terus kenapa tidak mencoba merekrut para pendatang baru yang memiliki potensial yang lebih besar,” lanjut Aether yang menjelaskan berbagai keunggulan jika berada di benua timur.
Leon lasung merenungkan apa yang Aether katakan jika di pkrkan lagi apa yang Aether katakan memang benar. Lahan yang ada di benua tengah terlalu sempit, untuk puluhan guild yang berebut untuk mencari panggung.