VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
laba- laba peledak 6



Tak lama mereka kembali bertemu dengan gelombang kedua, lebih dari 30 exploding magic spiders, aktisifasi cepat piko lakukan dengan sebuah serangan jarak jauh ia lancarkan, targetnya hanya satu dari mereka sehingga seragan bisa lebih terfokus.


Melihat kelompok spider yang mulai meledak North melemparkan bom di tangannya dengan akurasi yang luar biasa, yang menambah efek ledakan yang mereka miliki dan langsung memusnahkan seluruh kelompok laba-laba.


Ditambah dengan efek ledakan radius bom yang mencapai 3 meter, cukup membuat mereka musnah, sedakan untuk yang berada diluar jangkauan bom di tutupi dengan berbagai ledakan -ledakan berantai dari rekan mereka Sendiri.


Lantai yang awalnya berwarna hijau lumut kini telah berubah dengan lantai yang dipenuhi cairan hijau kental yang sangat menjijikan efek dari ledakan itu.


Namun mereka semua tidak ada yang peduli tentang masalah itu, terutama bagi Aether dan Poki yang saat ini dihujani pemberitahuan mendapatkan exp dan mereka yang telah naik level.


Walaupun North tidak naik level, tapi Aether dan Piko berhasil naik satu level, kejadian ini terus terjadi, tidak ada yang berbeda kecuali jenis jenis laba-laba yang mereka hadapi.


Dan tidak ada yang berbeda, kecuali ukuran dan dampak dari ledakan mereka yang semakin besar. Dengan Jumlah bom yang cukup, mereka melewati semua itu dengan mudah Apalagi piko dan North bertarung dengan baik.


Hingga akhirnya mereka sampai di gerbang akhir, dari goa ini. Baik itu North dan Piko mereka tidak percaya kalau akan ada masa mereka bisa bertarung dengan mudah.


“Sepertinya lain kali aku memilih berburu kadal dari berburu laba-laba,” ucap Aether.


“dari tadi kau mengeluh,  seolah-olah melakukan banyak hal aja,” balas North.


Dari tadi Aether memang hanya menjaga Piko sedangkan yang bekerja adalah piko dan north.  Terutama North yang terus terusan harus fokus karena di titik ini mereka bisa berhasil karena jika lemparan dari North melenceng sedikit saja bisa saja ledakan itu tidak meledak dengan sempurna.


“Aku mah hanya remahan, jika dibanding denganmu yang seorang ksatria yang sesungguhnya.” Ucap Aether yang terlihat sangat mengejek.


“Jika seperti itu, bisakah kau membawaku sesekali berburu seperti ini,” ucap Piko dengan tersenyum.


Setelah mengalami perburuan yang sangat mudah, ia seperti sangat ketagihan apalagi saat ia bersama dengan teman-temannya pengalaman seperti mimpi.


“Itu mungkin saja, tapi aku tidak bisa untuk mengajak teman-temanmu yang sangat bawel itu bukan?” Bukannya mentah ucapan dari Piko, ia malah mengejek Piko yang awalnya menolak ajakan karena selalu ingin bersama dengan temannya.


“terkadang kita harus bergerak sendiri bukan?” Piko sadar kalau saat ini sedang di ejek, ia membalas itu dengan bercanda.


“Aku penasaran reaksi mereka  mendengar ucapanmu tadi.”


North yang cukup mengerti bagaimana cara kerja dari kelompok Sasha, masuk dengan sedikit bercanda dengan ucapan piko yang menurutnya sangat lucu.


“Janganlah, kitakan teman.”


Jika perkataan seperti itu keluar dari mulut Aether, piko sama sekali tidak peduli. Yang menjadi masalah jika perkataan ini keluar dari north yang notabene memiliki perjanjian dengan kelompok Sasha, jadinya ada memang potensi kalau perkataan itu bisa sampai kesana.


Sehingga saat itu mereka terus berdebat, terutama North yang memang sepertinya Suka bercanda dengan Piko. Sedangkan Aether masih kepikiran tentang apa yang akan mereka hadapi di dalam sana nantinya.


“Ada apa?” ucap North dan Piko yang akhirnya melihat kalau saat ini Aether sedang kepikiran sesuatu.


“Tidak ada, aku Cuma penasaran tentang apa yang akan kita hadapi di dalam sana?”  tanyanya sambil memegang satu satunya bom yang tersisah.


“Mau menunggu bantuan?” ucap piko yang telah mendapatkan kabar kalau saat ini kelompok yang berada di depan gua juga telah masuk ke goa ini dan mulai mencari jalan masuk.


“Sayangnya aku tidak ingin berbagi dengan mereka, yang akan kita hadapi adalah bos monster, bisa kalian bayangkan bagaimana dropan yang nantinya kita dapatkan jika memang berhasil membunuhnya.”


“Itu kalau berhasil! Kalau gagal Gimana?” Balas Piko.


“Kita serahkan kepada North, untuk melego orang yang bisa melakukan kepada Orang yang bisa membunuh monster itu,”  ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu dari North.


“sudahlah! Mari masuk, dan selesaikan bos besarnya.”


 


Exploding magic spider Empress


Tipe: bos monster


Level: 40


{keterampilan Pasif}


Reproduksi: menghasilkan spider ajaib yang meledak setiap 5 detik 


{efek pasif}


Ledakan:


 setelah mati, dalam rentang satu detik, itu akan melepaskan energi yang tersimpan dalam tubuhnya dan memberikan efek kerusakan 2000 poin yang merusak semua target yang terletak dalam radius melingkar 10 meter.


{skill aktif}


Pemulihan setan:


Memulihkan 4.000 secara instan.


Setelah melihat statistik monster besar yang ada di depannya, Aether dan yang lainya hanya bisa menelan luda. Bosnya adalah sebuah tank yang menakutkan. Itu tidak bergerak dan serangannya sangat lemah dan sebagai hasilnya , biasanya akan menjadi mangsa yang sempurna oleh orang orang yang memiliki kecepatan seperti Aether.


Reproduksi dan  pemulihan setannya hanya akan membuang sedikit waktu  dan tidak lebih. Namun, efek ledakannya yang menjijikkan terlalu banyak untuk ditangani.


Berurusan 2000 kerusakan dalam radius 10 meter, mungkin itu tidak terlalu berbahaya untuk North tapi Untuk Aether atau Piko itu bisa saja menjadi sebuah kematian instan.


Hal itu diperparah saat masih ada monster lainnya yang harus dia lawan, di tempat tersebut, yaitu para Elit spider yang sepertinya memang bertugas untuk menjaga sang ratu dari orang orang seperti Aether ini.


“sepertinya kita seharusnya bantuan yang ada di belakang sana.” ucap Piko yang tahu kalau saat ini mereka dalam bahaya.


“Kalau kau bisa bahasa laba-laba mungkin memang ada baik kau meminta waktu kepada mereka agar setidaknya pertarungan ini bisa Sedikit berimbang.” Ucap Aether sambil menunjuk beberapa laba-laba yang sepertinya para elit penjaga sang ratu mereka 


“Kalau kalian punya tenaga untuk berdebat, mungkin ada baiknya kalian memikirkan bagaimana cara membunuh mereka terlebih  dahulu”.


Terlihat kalau para Laba-laba ini sangat marah kepada mereka, karena tidak terhitung para anak-anak mereka yang dibunuh oleh kelompok Aether. Terutama saat Aether menghabisi anak anaknya dengan waktu yang sangat Sehingga mereka tidak bisa untuk terus menghasilkan anak baru.


Setelah menyapu pandangan pada beberapa elit yang sepertinya sudah siap untuk menyerang mereka. Yang sangat sialnya salah satu kemampuan para Elit ini adalah sangat kebal terhadap Sebuah energi sihir.


Yang akhirnya mengharuskan mereka terlibat dalam pertarungan jarak dekat dengan para elit laba-laba ini.


“Sepertinya doamu terkabulkan, untuk bekerja dalam pertemuan selanjutnya,” ucap Piko kepada Aether, yang terus berlindung di balik tubuh dari Aether.


Karena tentunya ia akan sangat lemah dalam pertarungan jarak dekat.