VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
kerajaan yang munkin lebih baik hancur



Dalam perjalan kali ini karena anak-anak yang terlihat sangat masih  bersemangat untuk latihan, ,membuat berbagai masalah yang mereka lewati hampir semuanya diselesaikan oleh mereka, dan hampir sepanjang perjalan Aether hanya bertugas sebagai seorang koki untuk mereka berempat.


Karena Ia memang sangat jarang turun dalam pertempuran baik itu melawan monster atau beberapa  bandit yang masih berusaha mencari keuntungan dengan melawan para pemain yang kurang berpengalaman.


Mereka tidak singgah di desa yang dulu Aether singgahi saat menuju Antang karena memang mereka yang sedang terburu-buru, dan jalan yang mereka ambil juga sedikit berbeda sehingga Aether lebih memilih untuk tidak memaksakan untuk singgah walaupun sebenarnya ada kesempatan jika mereka ingin melakukannya.


Segera setelah mereka sampai, tempat pertama yang mereka datangi adalah tempat Yuno  dan Aqua, karena Aether memang berniat untuk segera menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.


Sehingga ia bisa sepenuhnya berfokus untuk  mencari pusaka yang tersisah  dari Gereja Gaia,  karena Ada Cleo dalam rombingan Aether, tentu mereka tidak perluh di pusingkan dengan tata letak daerah kekuasaan dari guild ini.


Walaupun mereka berada ditempat yang berbeda dengan tempat mereka membuat perjanjian saat Aether pertama kali bertemu putri Aiko, ini masihlah cafe kecil dari para pemain yang tergabung dalam guild mereka.


“Sepertinya Guild ini memiliki pola pikir tersendiri untuk menanggapi permainan ini,” komet Aether setelah melihat berbagai bisnis yang coba mereka banguan.


Mungkin telah menjadi hal lumrah kebanyakan dari para guild besar akan membangun berbagai tempat membuat pembuatan potion dan bengkel blackmitsh sebagai prioritas utama sembur penghasilan jika memang ada yang melakukan.


Tapi  terlihat mereka ini lebih berfokus kepada biaya makanan, yang dimana para guild lain tidak melirik hal tersebut, dan Bagi Aether itu adalah sebuah hal yang sangat layak untuk dihargai, apalagi ia memang adalah seorang pencinta makanan sehingga tentu melihat hal hal seperti ini membuatnya sangat bersemangat.


Di dalam ruangan yang sepertinya hanya digunakan khusus untuk para tamu Vvip, telah ada Aiko dan yuno menggu Aether dan Cleo,  karena mereka nantinya membicarakan beberapa hal penting ia membuat Zegion,  kumara untuk memesan makanan lebih dulu dan menunggunya di tempat yang disediakan oleh yuno, dan Aqua


Sedangkan ia bertiga langsung masuk, awalnya Cleo memberikan saran kepada cobra untuk menunggu bersama anak-anak tapi Aether menolak dan menyuruhnya untuk ikut, masuk bersama dengan yang lainnya karena memang ia akan termasuk dalam pembicaraan tersebut.


Cleo dan Aqua melakukan beberapa basa basi karena memang aether yang terburu-buru Aether berniat langsung menyerahkan mahkota yang telah ia dapatkan.


Namun saat ia menyerahkan mahkota tersebut ia mendapatkan respon yang menurutnya terlalu berlebihan dari Aiko, setelah mendapatkannya ia langsung berlutut kepada Aether, dengan terus menangis.


Aether berusaha menenangkannya, untuk tidak melakukan seperti ini, karena ia akan merasa sangat tidak enak, “Oh pahlawan, kau mungkin tidak mengerti betapa pentingnya mahkota ini untuk kehidupanku sebagai Anak dari seorang raja, tapi aku sama sekali tidak bisa mengatakan betapa berterima kasihnya diriku terhadap semua ini,” ucap Aiko yang masih terus menangis.


“Aku memohon untuk mu silahkan berdiri tuan putri, aku hanya berharap dengan berhasilnya aku mendapatkan ini, ku harap kau dapat menjadi seorang ratu yang sangat baik kepada rakyat dan tidak akan membuat rakyatnya menderita,” ucap Aether memberikan kata semangat.


Bagi Aether jika kerajaan maritagae memiliki kekuasaan yang besar maka ia tentunya akan sangat berarti untuk nya, karena ia memiliki gelar khusus dalam kerajaan tersebut.


“Tapi saat ini aku masih ragu apakah aku bisa membuat kerajaan itu kembali berdiri,” balas aiko yang masih terlihat lemah.


“Untuk membangun sebuah  kerajaan yang baru saja hancur akan membutuhkan biaya, yang lumayan besar, dan sekarang kami tidak memiliki uang sepeserpun untuk melakukannya,” jelas Yuno.


“Untuk beberapa alasan aku saat ini, sangat ingin membunuhmu,” ucap Aether terdengar sangat jengkel kepada Yuno.


Dalam perjalan kesini, ia sudah merencanakan untuk meminta sebuah daerah yang nantinya akan mereka gunakan sebagai utama dalam kelompoknya atau menyuruh gereja gaia untuk membangun perkembangan gerejanya disana.


Dan sekarang mereka bilang kalau untuk membangun sebuah kerajaan, tentu itu sangat menjengkel bagi Aether, walaupun ia menganggap Yuno sebagai seorang teman, untuk menjadi teman yang bodoh juga ada batas bagi Aether.


Dalam perjalan kemari ia tidak pernah kepikiran tentang ia yang menolak uang satu milyar, tapi setelah ia mendengar hal ini dari mereka, pikiran uang yang dia tolak langsung menghujani kepala bagian peluru yang semakin menyiksa nya.


“Tenanglah pahlawan, untuk menyelesaikan masalah itu, aku berniat untuk mengambil sebuah pinjaman dari pamanku yang berada dalam kekaisaran bone, tapi aku masih membutuhkan bantuanmu untuk mengawalku kesana,” ucap sang putri.


Mendengar hal tersebut dari sang putri Aether sudah sedikit tenang, “Untuk itu aku akan memperkenalkan seorang temanku yang akan mengawal mul di berbagai kesempatan yang ada, ia adalah kenalan dari Cleo dan aku sangat menyarankannya sebagai pengawalmu kedepannya.” Ucap Aether yang mulai memperkenalkan Cobra.


Dari tadi Cobra telah mendengar kalau orang yang ada di depannya adalah calon ratu dari kerjaan Maritage, walaupun sebanyak apapun pekerjaan yang ia bayangkan cobra sama sekali tidak pernah berkhayal untuk menjadi pengawal dari sang calon ratu.


“jika itu sang pahlawan yang menyarankannya, aku tentu tidak akan menolak selama ia mengerti tentang kondisi kami saat ini, tapi aku masih memohon kepadamu untuk menjadi pengawalku menuju kekaisaran bone,” ucapnya dengan terus memohon kepada Aether.


Ini membuat Aether merasa sangat berat, mereka saat ini sedang dalam keadaan terburu-buru, ia memang memiliki jadwal untuk menuju kekaisaran Bone. Karena ia ada urusan bersama Zegion untuk kesana.


Tapi tidak sekarang karena itu, untuk sampai dari sini menuju kekaisaran bone menempuh perjalanan yang cukup jauh sehingga tentunya itu akan memakan waktu yang cukup lama, Aether sempat menyenangkan yuno, cleo dan Aqua untuk menjadi ajudan  sang putri tapi Aiko terlihat menolak semua itu.


“Tapi putri aku masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan,” ucap Aether yang berusaha menolak itu secara halus.


Dan memang benar kalau saat ini ia masih memiliki berbagai pekerjaan yang ada di gereja Gaia, dan tentu ia tidak ingin membuang buang waktunya menuju kekaisaran bone.


“Aku benar-benar minta maaf karena keegoisanku ini, tentunya seorang pahlawan akan dibutuhkan oleh banyak orang, jadi aku akan berjanji kepadamu itu tidak akan berlangsung lama dengan menggunakan formasi teleportasi yang dimiliki gereja Freya.


Aiko menjelaskan kalau Gereja freya memiliki sebuah formasi teleportasi yang dapat membuatnya bisa langsung sampai ke kerajaan bone,  sehingga itu akan membuat perjalan mereka menjadi lebih singkat.


Karena sudah seperti ini membuat Aether tidak bisa menolak, ia berusaha mencari positifnya dengan  bisa membawa Zegion lebih cepat kesana.