VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
perkembangan misi



Beberapa hari setelahnya Aether akhirnya sadar karena memang reyhan yang telah login, dalam permainan, ia terbangung dalam sebuah gua yang ia  tebak sepertinya berada dalam tempat para dwarf.


Setelah masalah ini, ia terus mengontrol keadaan di Renata yang memang masih disini, renata terus melaporkan keadaan kepadanya, misalkan selama beberapa hari ia tidak sadar Mereka masih terus bertarung melawan para ogre yang masih berada di rumah, karena para dwarf disini memang berniat untuk menjadikan momentum ini untuk sepenuhnya mengusir para ogre dari tanah ini.


Saat ia terbangung. Ia mendengar sebuah teriakan kecil, setelah ia perhatikan itu adalah satu dwarf yang mungkin bertugas untuk menjaganya, setelah melihat Aether yang bagung sang dwarf segera kabur untuk melaporkan Aether yang telah sadar kepada para pemimpin mereka.


Saat itu Aether tidak menyangka kalau keadaan tubuhnya memang seperti seseorang yang sedang baru saja bangun dari sebuah koma,  sehingga Aether saat ini tidak bisa langsung berdiri menghampiri mereka.


Mereka semua terlihat senang Aether yang sudah bangun, bagi para dwarf Aether saat ini adalah penyelamat mereka, walaupun orang yang paling berjasa adalah Aldo tapi karena Aldo terhitung sebagai anak dari Aether maka Aether tetaplah orang yang paling berjasa.


Dwargo adalah raja dari para dwarf, “Karena pahlawan Kita telah bangun kumpulkan semua bahan makanan dan mari  kita mulai pesta yang sesungguhnya!” ucapnya kepada salah satu pengawalnya.


Memang mereka tinggal menunggu Aether untuk bangun Sehingga mereka bisa mengadakan sebuah pesta untuk merayakan kemenangan ini,  dengan sedikit kesusahan Aether berusaha berdiri Sehingga ia membutuhkan bantuan dar cleo untuk membawanya ke tempat perjamuan.


“Setelah makan, kondisimu itu akan kembali Seperti semula,” ucap cleo kepada Aether.


Cleo sudah pernah mengalami ini sehingga ia memberitahukan Aether untuk tidak terlalu khawatir dengan keadaannya saat ini.


Aether dibawah di aula dimana para sedap Family sudah berada disana mereka terlihat tidak peduli dengan Aether  yang datang.


“Minum, minum, minum,” teriak mereka saat melihat Aether yang datang, tentu mereka mengingat ucapan Aether yang mengatakan kalau mereka akan mendapatkan hadiah TUAK untuk di minum.


Aether tidak lasung basa basi, ia segera mengeluarkan beberapa barel tuak atau bisa di bilang alkohol Sebagai penutup mulut untuk mereka segera terdiam.


Aether mengeluarkan cukup banyak alkohol karena ia tahu kalau ia hanya mengeluarkan sedikit maka itu tidak akan cukup karena akan ada banyak Dwarf yang jago minum disini.


Quest pembahasan suku dark dwarf.


Kamu berhasil membuat sebuah misi yang sangat sukses dengan berhasil membebaskan sebuah suku dari kekejaman sebuah perbudakan.


[anda naik level.]


[anda naik level.]


[anda naik level.]


[Anda akan mendapatkan sebuah perlatan yang di buat lasung oleh para dark dwarf]


Sebuah pemberitahuan tentang ia yang berhasil naik level dan menyelesaikan misi membebaskan para dwarf ini.


Mereka saat ini sedang makan bersama dengan para petinggi dari kerjaan dwarf, “Kami sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan kami,” ucap dwargo menyampaikan permintaannya secara tulus.


“siapa?” tanya Aether.


“Ingat seorang dwarf yang memberikan informasi tentang bagaimana kondisi para dwarf? Ia adalah orangnya.” Balas Dwargo.


Dwarf itu bernama Darsia, salah satu tetua dan seorang pandai besi terbaik yang ada dalam suku ini. “Aku sangat terhormat kalau begitu,” balas  Aether.


“Untuk Aldo jika kau sebagai pemiliknya mengizinkan, aku bersama dengan lima pandai besi lainnya akan membuatkannya  Sebuah senjata khusus sesuai yang sesuai dengan apa yang dia inginkan,” sebuah permintaan sedikit mengejutkan bagi Aether.


Pasalnya ia yang sebagai ketua dalam misi ini hanya akan di buatkan salah satu bandai besi dalam suku mereka, sedangkan Aldo mereka akan bekerja sama untuk membuat sebuah Item yang akan digunakan oleh Aldo, dan Aether bisa menebak kalau itu kemungkinan adalah sebuah item legendaris


“Mungkin lain kali aku yang harusnya yang membunuh para bos monster untuk mendapatkan hasil seperti ini,” ucap Aether.


Beberapa kali ini Aldo terlihat mendapatkan terlalu banyak keuntungan semenjak Aether terus menyuruhnya mengatasi para bos monster, tentu karena ia iri karena aldo mendapatkan peralatan yang lebih baik dari apa yang ia dapatkan.


“Karena sudah seperti ini bagaimana kalau kita menjalin sebuah kerja dalam sebuah perjanjian lainsi antara desa, Sehingga kondisi dimana salah satu dinatara kita akan saling melindugi jika terjadi sesuatu.”  Ucap Aether yang berusaha menjalin Sebuah kerja sama dengan para suku dwarf ini.


Desanya saat ini belum memiliki sebuah penhalasikan yang bisa membuat desa mereka bisa berkembang, dengan mereka mengajak para dwarf bekerja sama Maka mungkin akan mempengaruhi kualitas penduduk yang artinya berada dalam desanya.


“aku bersyukur kita memiliki pikiran yang sama , sebenarnya aku baru saja ingin menawarkan hal itu kepadamu, jadi karena kau sudah lebih dulu maka tentu aku tidak bisa menolaknya, kami akan mengirimkan beberapa perajin terbaik kami ke desa kalian,” ucapan dwargo kepada Aether.


“aku sudah mendengarnya dari beberapa orang dari kalian bahwa kerajaan kalian itu memiliki produk potion yang baik apalagi ada gereja gaia di belakang kain maka itu seharusnya  menjadi jika kalian mengirimkan persediaan potion secara rutin kepada kami?” lanjut dwargo yang mengajukan kalau ia sangat tertarik dengan produk potion dari Desa mereka nantinya.


Aether sama sekali tidak masalah, karena ia memang percaya diri  dengan produk potion dari desanya kedepannya. Jika para dwarf ini tidak ada  maka Aether berniat untuk mengembakan cara pembuatan potion dan mengembangaknnya di  desa dan membuat produk tersebut menjadi komoditas terbaik di takkalasi.


“Ngomong Ngomong soal gereja Gaia, Enzy, north, dan bruce kemana?” tanya Aether


“Mereka saat ini sedang ke lokasi dimana pusaka gaia di simpan para Ogre,” jawab Renata.


“dimana?” tanya Reyhan.


“Di suku para Oni?” jawab Dwargo singkat.


“Hah,” mendengar itu Aether tiba tiba merasa sangat pusing karena misi ini semakin membuatnya  sakit kepala, ia awalnya tidak menanyakan itu karena ia sudah percaya diri kalau mereka sudah mendapatkan  pusaka tersebut tapi sepertinya itu tidak semudah yang diharapkan .


“saat aku berada dalam tahanan aku sempat mendegarkan kedatangan dari para ras oni yang datang untuk mengambil sesuaut dari para ogre, kami tidak tahu apa itu tapi saat perwaklan tidak menemukan pusaka yang mereka cari maka satu satunya alasan adalah pusaka itu telah di ambil oleh ras oni,” ucap Dwargo menjelaskan.


“Tapi jangan khawatir, aku dengar dari Enzy kalau Gereja gaia cukup dekat dengan suku itu makan seharusnya tidak akan ada masalah jika memang pusaka tersebut ada disana.”


Renata coba menenangkan Aether tentang masalah ini, walaupun Aether mendengar itu ia sama sekali tidak terpengaruh karena merasa misi tersebut tidak Sesimpel itu.