
Di tempat yang berbeda North sedang berada dalam keadaan putus asa, saat itu bersama dengan bruce ia berniat untuk masuk ke area seperti pasar, disana terjual beberapa peralatan yang bisa di gunakan oleh para pemain.
Awalnya mereka mendengar beberapa pemain membicarakan sebuah item dari ras lizardman yang dilelang pihak Gereja freya, tapi semakin lama ia tahu kalau kelompok lizardman yang barusan saja mereka bantai adalah kelompok lizardman yang berasal dari desanya.
Belum sempat North pulih dari keterkejutnya, mereka diserang oleh mereka yang ada disana, sepertinya beberapa aura kegelapan North bocor oleh sebab itu beberapa orang dari gereja freya menyadari mereka.
Setelah itu Mereka sadar kalau North juga merupakan Lizardman yang sama dengan dengan mereka bunuh beberapa hari yang lalu.
Bruce yang saat itu berusaha melindungi North, karena melihat north terlihat sangat terpukul akan berita ini, ia tahu ia tidak bisa bertahan lama, sehingga ia segera mengirimkan pesan kepada Aether untuk segera datang.
Aether saat itu masih berbincang bincang dengan lado dan Nomos sangat terkejut mendengar kabar kalau saat ini north dan bruce sedang di serang oleh Beberapa orang di dalam ibukota.
Ia segera memberitahukan ini kepada nomos, sebelum ia segera pergi menuju tempat dimana North dan Bruce di serang, Nomos juga bergerak untuk memberitahukan disu masalah ini karena ia yakin Kalau satu satunya orang yang dapat membantu mereka adalah disu.
Karena memang disu adalah bangsawan yang memimpin daerah ini, mereka semua terburuk karena ini sangat gawat.
Bahkan Renata yang saat itu sedang bersemangat untuk bertemu dan memberikan Aether kejutan, aether hiraukan, enzy yang saat itu bersamanya segera mencari tahu apa yang terjadi kepada para orang yang ada di sekitar.
Karena ia tahu ini akan sangat genting karena nomos sendiri harus bergerak untuk menyelesaikannya, “Rekan dari Aether di serang di pusat kota,” Ia akhirnya mendapatkan jawaban walaupun pada akhirnya ia dapatkannya dari seorang monyet yang terlihat sangat lucu.
Karena mereka semua panik mereka sampai melupakan keberadaan dari aldo, sehingga Aldo harus mencari bantuan kepada Orang orang seperti Enzy yang sepertinya cukup mengenal Aether.
Sepertinya enzy dan renata cukup menyukai hewan berbulu sehingga mereka dengan senang hati memberikan tumpangan kepada aldo untuk segera pergi menuju tempat terjadinya kejadian.
Dengan bantuan hewan yang renata taklukkan yang memang dapat terbang mereka Segera berusaha menyusul Aether yang sedang terburu-buru, ia cukup beruntung karena masih sempat datang walaupun ia melihat bruce yang hampir mati.
Ia segera mengaktifkan salah satu skil terbaiknya MILKY Way ia segera bergerak seperti peluru dimana ia memutar tombak dan meluncur dan menghancurkan semua orang yang ada di depannya.
Aether sama sekali tidak menahan diri, melihat temannya yang berada dalam keadaan seperti ini tentu membuatnya sangat marah.
“Siapa kau berani-beraninya kau membela mahluk terkutuk itu.”
Salah satu orang yang sepertinya orang dari gereja freya berusaha mencelah aksi dari Aether, namun Aether tidak peduli, siapapun yang maju ia sudah bersiap untuk membunuhnya.
Aether tidak berbicara apapun tapi ia mengeluarkan skil fighting spiritnya untuk memberikan mereka perigatan, dan ternyata itu memang berhasil untuk memberikan beberapa ketakutan terhadap fighting spirit yang Aether keluarkan.
Karena fighting spirit itu sudah cukup membuat baik para penonton dan npc dari, sehingga mereka juga memiliki cukup waktu untuk menunggu kedatangan nomos bersama dengan disu, renata bersama dengan enzy.
Tapi sepertinya bukan hanya mereka yang memiliki orang berkuasa dipihaknya, pihak lawan juga memiliki orang yang sama tingginya itu tidak lain Adalah lawa politik dari disu.
“Yang seharusnya bertanya itu kami, apa yang ada di otakmu itu hingga berani membawa pasukan pengikut kegelapan dalam kota yang dipenuhi para pengikut gereja.”
Como sudah mencari jalan untuk menggulingkan Disu dari posisinya, ia tidak menyangka Ia malah membuat belundur dengan membawa masuk seorang yang seharusnya tidak ia bawah ke dalam kota.
“Itu bukan urusanmu, jika memang ia pengikut kegelapan ia tidak akan berada di bawah perintah nomos, dan membantu gereja untuk kembali secara perlahan, biarkan masalah ini pergi dan kami akan melupakannya,” balas Disu sepertinya berusaha mundur.
Ia sempat melihat Aether dan aetherterlihat setuju dengan apa yang menjadi keputusannya, IA juga merasa tidak ada gunanya jika melanjutkan pertarungan ini.
Como masih berusaha memojokkan disu, tapi ia terkejut akan aksi dari Aether, Aether sama sekali menunggu pihak lawan, ia dengan cepat mengatigkatan dead Weapon yang selama ini selalu ia bersalah tingkatkan penguasaannya.
(sekedar pegigat saja karena saya sendiri sepertinya sering lupa, dead weapon adalah skill yang membuat Aether membaluti senjatanya dengan sebuah aura gelap, sedangkan death tempo adalah skill yang membuat Aether bergerak semakin cepat dalam pertarungan.)
Dengan menggunakan skil itu ia melakukan serangan vertikal tanah sehingga tanah yang ada di sana membuat sebuah garis lurus, “Siapapun yang melewatinya aku jamin akan melepaskan kepalanya dari tubuhnya itu.”
Suara aether tampaknya kecil tapi semua orang yang ada di sana dapat mendengar semua itu, tapi sepertinya tidak semua orang yang takut ancaman tersebut, terlihat ada salah satu orang yang majut terlihat ia berusaha memberikan tantangan kepada Aether.
“Ak......” belum sempat ia bereaksi ia sudah mendapatkan serangan dari Aether yang bergerak dengan cepat.
IA tidak lain adalah Bazz-b salah satu petinggi dari stroom hunter, Bazz-b yang pernah terlibat perkelahian dengan kelompok Aether tentu sangat mengenal orang orang ini, dan ia adalah satu orang yang memberikan propokasi kepada orang orang yang ada di sekitar untuk menyerang north dan bruce.
Aether terus menyerang beberapa skill yang dikuasai Aether segera ia keluarkan sehingga Bazz-b yang sama sama menggunakan Tombak sama sekali tidak perkutik, sehingga ia dibunuh oleh Aether.
“Apa masih ada lagi?” Aether benar benar menantang orang orang yang ada disana untuk maju, tidak ada raut ketakutan di hatinya.
“Renata tolong pergilah dulu dengan mereka,” ucap Aether ia tentunya mengenali renata, piko yang terus menjalankan misi dengan renata tentu sudah menyampaikan kedatangan renata di gereja.
Bahkan membocorkan bagaimana cara renata bertarung sehingga melihatnya sekarang tidak membuatnya terkejut, ia bahkan memberikan arahan untuk menggunakan hewan panggilannya untuk membantu mereka pulang lebih dulu.
Sedangkan ia tinggal dan melihat dan menunggu apakah masih ada orang yang berani untuk menyerang pada saat seperti ini. Yang pada akhirnya tidak ada satupun orang yang berani menyerang karena mereka juga mengenal orang yang awalnya berusaha melawan Aether.
Jika orang seperti bazz-b kalah tentu hanya ada beberapa orang yang mampu mengalahkannya, sehingga pada akhirnya aether dapat pulang dengan aman sampai di gereja gaia.