VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
pelajaran untuk Zegion dan kumara.



Cleo mulai membela diri untuk Aether tidak membunuhnya, “kau yang mulai bukan? Jadi tidak masalahkan,” goda Aether.


“Bagaimana kau hentikan bocah itu dulu karena sepertinya temanku akan mati jika diteruskan,” ucap Cleo.


Beberapa kode aether berikan kepada zegion dan Kumara, sehingga ia mulai menghentikan untuk memukul assassin tersebut.


Setelah itu Cleo mulai menceritakan semenjak ia meninggalkan guild yang dia miliki saat itu berusaha untuk mencari petualangannya sendiri, dan saat kebingungan nya ia tiba-tiba mendapatkan sebuah tawaran dari sebuah organisasi pembunuh yang terus bergerak di balik bayang banyang.


Organisasi itu di tandai dengan cara mereka bergerak yang terorganisasi dengan baik, tim tersebut terbagi dalam beberapa grup ada yang sebagai assasin yang bertugas untuk mencari informasi, dan ada juga yang bertugas sebagai orang  yang melakukan pekerjaan membunuh.


Cara termudah untuk melihat kekuatan mereka adalah melihat jumlah nomor yang ada dalam topeng yang mereka miliki semakin kecil jumlah nomor yang ada dalam topeng tersebut maka mereka akan semakin kuat


Dan mereka berdua adalah merupakan adalah assasin yang sudah memiliki dua angka sehingga masih ada banyak orang yang masih ada yang diatas mereka yang kemungkinan akan mengincar Aether.


“Apa kalian tidak tahu siapa yang mengirim permintaan untuk memburuku,” tany Aether.


“Mohon maaf  tapi kami sama sekali tidak mengetahui nama dari klien karena memang sistem yang di bangun memang sudah seperti itu,” Ucap cleo dan dibenarkan oleh temannya yang telah sampai di dekatnya.


“Jadi apa yang akan kau lakukan kedepannya?” tany Aether.


Cleo tidak langsung menjawab ia mengambil topeng yang biasa ia gunakan belakangan ini, dan menginjaknya, “Jika kau tidak keberatan bagaimana kalau aku ikut denganmu,” ucapnya.


“Aku si tidak masalah, lagian aku butuh seorang untuk mengawasi anak anak ini,” ucap Aether.


“14 kau ikut saja dengan kami,  karena sangat sia-sia jika kau kembali ke markas hanya untuk dibunuh, karena gagal dalam misi,” ucap Cleo kepada rekannya yang terlihat kaget dengan keputusan dari Cleo yang menghancurkan topengnya.


“Aku tidak tahu apa yang terjadi kalau kau pulang yang ku tau kau kau akan dibunuh, tapi jika kau ikut denganku ada kemungkinan temanku ini akan mendapatkan sebuah pekerjaan yang lebih layak untuk mu, bukan begitu?” lanjutnya.


“Untuk sekarang aku memang tidak memiliki sesuatu untuk kau lakukan tapi aku kepikiran sesuatu yang akan sangat layak kau kerjakan nantinya,” ucap Aether.


Melihat bagaimana kinerja mereka, Aether terbayangkan sebuah pekerjaan yang akan sangat cocok untuk sang assasin ini.


“baiklah, mari perkenalannya dari awal, namaku sebelum bergabung dalam kelompok assasin adalah Cobra,” ucapnya sambil berdiri dan menghancurkan topeng yang selama ini tidak pernah lepas dari tubuhnya.


Iya dulunya adalah seorang petani yang sangat ahli dalam menggunakan pisau dan memiliki bakat dalam bertarung sehingga salah satu assassin dalam organisasi merekrutnya.


(intinya begitulah.)


“kalau begitu ayo lanjutkan perjalan,” ucap Aether.


Seperti biasa ia akan menyuruh anak untuk jalan lebih dulu dalam bergerak, sehingga mereka akan bertugas untuk membersihkan  jalan dari para pengganggu seperti Monster dan para bandit.


Terlihat dua anak itu merasa ogah untuk melakukan tapi terpaksa karena ini perintah dari Aether, tapi setelah beberapa saat ia sadar kalau seharusnya mereka berdua tidak lagi yang berjaga karena mereka berhasil mengalahkan cobra dalam bertarung tadi.


“sepertinya setelah menang selama beberapa kali membuat kalian cukup sombong, kalia tadi hanya menang karena kalian memiliki sebuah skil yang membuat kalian saling sinkronisasi satu sama lain, jika tidak bahkan untuk membuat  dua orang itu mencabut pedangnya sudah sangat tidak mungkin untuk kalian,” ucap Aether setelah memberikan hukuman.


Dalam pertarungan tadi memang terlihat kalau cobra kalah dengan cara yang sangat memalukan, sehingga bagi anak anak itu mereka jauh lebih kuat, contoh saja Cleo yang saat ini berada dalam level 189.


Sedangkan level dari zegion saat ini sekitar 100, dan kumara dalam level 98 dan karena sinkronisasi dari mereka membuat melawan mereka secara bersamaan seperti melawan dengan level  198.


(kalau dalam game ada gak sih yang seperti ini, kalau tidak ada ya maaf ya,)


“begini saja kalian pilih masing masing satu untuk kalian lawan, jika ada diantara kalian yang dapat membuat kedua om-omo ini terluka, aku membeskan latihan kalian setidaknya sampai kita tujuan,” ucap Aether.


“Kau tidak menarik ucapanmu kan,” ucap zegion yang bersemangat, dan kumara hanya tersenyum  walaupun ia tidak banyak bicara semua orang bisa melihatnya kalau ia sangat percaya diri dengan kemenangan mereka.


Terlihat kumara terlihat tertarik dengan cara Cleo dalam menggunakan pedang sehingga Ia memilih cleo sebagai lawannya sehingga Zegion akan bertarung dengan cobra.


“Kalian bisa bertarung di manapun di hutan ini aku memberikan waktu selama dua jam, sedangkan aku disini untuk menyiapkan makanan.”


Setelah itu mereka segera menyebar untuk memilih area bertarungnya, “Beri mereka sedikit pelajaran,” sebuah pesan ia kirimkan kepada Cleo.


Sebuah kode cleo berikan kepada cobra terlihat cobra juga tersenyum melihat kode tersebut.


Saat mereka sedang memberikan sebuah pelajaran kepada kumara dan zegion, ia menyiapkan makanan, karena mereka pasti akan sangat kelelahan setelah bertarung.


Ada alasan kenapa ia mengijinkan cobra untuk ikut dengan mereka alasanya simpel ia sudah menduga kalau aiko putri dari maritengae  tidak memiliki pengawal. Sehingga ia berniat untuk menggunakan cobra sebagai pengawal Aiko.


Memang memiliki beberapa resiko, tapi ia bisa menilaina selama perjalan ini berlangsung apa Cobra memang layak untuk tugas tersebut.


Kemarin piko juga memberikan kabar kalau Nomos sudah menemukan lokasi selanjut dari pusaka dari gereja Gaia. Piko ingin memberitahukan lokasi tersebut yang sepertinya berada di benua timur, tapi karena Aether masih harus kembali membawa mahkota dari kerajaan marintage kepada Aiko.


Mau tidak mau Aether mengatakan ia akan mendengarnya langsung dari Nomos, karena ia juga memiliki beberapa permintaan pribadi kepada nomos, sehingga mau tidak mau aether harus ke antang untuk bertemu dengan nomos.


Dengan itu ia juga berharap bisa mendapatkan informasi lebih daripada mendengarkan lewat sebuah pesan dari orang kedua.


Setelah cukup lama Akhirnya mereka datang dengan keadaan kedua anta tersebut yang berat dalam keadaan luka-luka.


Aether tidak banyak bicara, ia hanya melemparkan beberapa potion yang dapat mereka gunakan dalam menyembuhkan luka-luka habis pertarungan itu.


Setelah pertarungan ini terlihat anak-anak itu sama sekali tidak berani berpendapat, “Kenapa, sepertinya tadi  kalian sangat bersemangat,” ucap Aether.


Tapi mereka sama sekali tidak menanggapi ucapan dari Aether, Aether masih ingin melanjutkan ucapannya Tapi dihentikan cleo, yang berusaha membelah zegion dan kumara.