VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
siaran lansung di mulai



Kisah yang gagal


byLakasi


Kisah yang gala dari sebuah cerita


Terbentuk dalam inspirasi penuh duka,


Hujan yang kalah dalam tetesnya air mata


Tuhan yang menghilang entah kemana


Aku yang hanya ingin mengejar cita,


Tapi entah kenapa jalan takdir yang yang seperti tidak suka


aku yang terus berusaha bisa mencapainya


Kata orang banyak cara untuk mengejar cita


Tapi berbagai kisah hanya sebuah risala


Yang terus membuatmu lebih dalam dari samudra


Yang tak tahu kapan menggapainya


(Yang diatas anggapa aja tidak ada, penulisnya lagi galau jadi sedikit melow)


Di tempat yang berbeda peperangan lain juga telah dimulai pasukan immortal yang dipimpin oleh seorang lich juga mulai bermunculan,  pasukan dari desa Takkalasi juga mulai bersiaga.


Pasukan pertama yang adalah para blood knight yang dipimpin oleh Piko, secara mereka sudah mendapatkan nama untuk mereka sendiri nama ini mereka ambil karena mereka yang menjadi seorang ksatria yang harus membunuh semua lawan lawan yang mereka akan hadapi.


Pasukan Adalah Para Gaia knight dari gereja gaia, yang dipimpin oleh Kumara, tentu pasukan dari gereja Gaia tidak hanya segitu karena beberapa para prist akan mendapatkan bagiannya sendiri.


Dan Orang yang bertugas sebagai pemimpin dari Para priest dari gereja gaia adalah Vanesa, dengan menggunakan jalur orang dalam ia berhasil mendapatkan jabatan dalam Gereja Gaia dengan mudah.


Ketiga ada pasukan Kavaleri yang dipimpin oleh Lawalata, mereka semua sudah mendapatkan berbagai tunggang yang membuat mereka menjadi sebagai pasukan yang terlihat tangguh, mereka menyebut diri mereka sebagai Wolf kavaleri, karena simpel tunggangan mereka didominasi oleh para serigala.


Waktu mereka membiasakan diri sangat singkat, tapi menurut Aldo mereka sudah sangat lanyak untuk  bergabung dan latihan dalam medan perang ini, yang sedikit aneh dalam pasukan ini adalah para Dogma yang mengedarai Serigala.


Dogma yang pada dasarnya adalah setengah anjing setengah manusia terlihat aneh mengendarai nenek monaghan, namun hal itu mereka tutupi dengan menggunakan Helm dan peralatan lengkap, dan mereka adalah orang orang yang berjasa untuk menjinakan puluhan serigala untuk mereka bisa gunakan.


Apalagi serigala yang mereka gunakan bukanlah serigala sembarangan sehingga itu sangat kuat jika bertarung dalam medan perang yang keras.


Keempat ada para penyihir, yang dalam medan perang kali ini akan di komadangi Debora  sepertinya yang dijelaskan dalam divisi penyihir ini adalah cukup banyak ras yang terlibat seperti para dark elf, wood elf,  Meona, dan beberapa orang Vampir.


Kelima ada pasukan Archer, yang masih di demoninasi oleh para Elf dan beberapa Meona bergabung  bersama dengan mereka .


Dan yang terakhir ada para Dwarf dengan segala persenjataan berat yang mereka miliki siapa membantu dari jarak jauh, Aldo Juga sepertinya tidak ingin terlalu memberatkan mereka sehingga mereka hanya ditugaskan membantu para priest jika ada pasukan yang terluka.


Tentu Dalam pasukan ini akan ada North yang ada disana. Karena Aether tidak ada disini seharusnya ia adalah orang yang memegang  komando pasukan, tapi ia sudah menyerahkan itu kepada lado, dan ia lebih memilih bergabung bersama tim penyihir terutama para necromancer  dengan bergabungnya ia kesana maka otomatis ia akan mendapatkannya pasukannya Sendiri.


Bahkan ia akan menjadi barisan terdepan karena di awal pertempuran mereka akan mengadu pasukan Immortal dengan pasukan immortal, mana yang akan lebih kuat. Di samping kiri mereka ada pasukan darah milik Piwi dan disamping kanan ada pasukan gereja kumara.


Seperti latihan mereka para penyihir dan para Archer akan bertugas dari jarak jauh terus mengicara dan menghabisi lawan seefektif mungkin.


Vanessa melihat itu hanya tersenyum, ini terlalu mengerikan untuk sebuah pasukan desa, dan sepertinya bukan hanya dia yang berpikir seperti itu.


Dari tadi ia bisa melihat kalau Jumlah penonton terus bertambah di menit- menit pertama saat siaran baru di siapkan beberapa orang berkomentar kalau ia datang kesini untuk melihat kehancuran desa impian para pemula.


Tapi saat mereka di perlihat bagaimana kekuatan tempur utama dari para pasukan yang ada di desa mereka hanya bisa  melongo.


Selama ini para tim dari lakalasi hanya memperlihat latian dari piwi dan yang lainnya, mereka tidak terlihat bagaimana pasukan Lawalata, atau para pasukan dwarf yang juga muncul disana.


“Yang bilang kalau desa ini akan hancur pada kemana?”


“Ini mah pertempuran hutan Juara melawan pasukan immortal.”


“Benar, jika para Ogre juga ada disini, sudah  terlihat kalau ini adalah pertempuran pasukan dari Immortal melawan penghuni hutan jura,”


“Aku tidak peduli apa itu, yang jelas Dengan kekuatan tempur seperti ini, seharusnya pertempuran ini akan sangat hebat untuk disaksikan.”


“Menurutku tidak, ini sudah pasti akan menjadi kemenangan dari pihak desa takkalasi, apa kalian tidak melihat bahkan disana ada archbishop dari gereja gaia disana, jika monyet itu di hitung bukankah ini akan kembali menjadi kemenangan mudah untuk pihak takkalasi.”


Seseorang terlihat memberikan tanggapannya setelah melihat Aldo saat ini bersama dengan nomos dan Debora masih terus memperlihat medan perang dari atas sana.


“Jangan lupakan orang yang disampingnya, yang sepertinya levelnya juga udah 500 san keatas,”


Sekarang mereka berpindah kepada Vanesa mereka menuntut Vanessa memberitahukan identitas dari Debora yang terlihat masih rahasia.


Beberapa kali beberapa siluet kekuatan dari Debora telah diperlihatkan sehingga mereka penasaran tentang identitas dari Debora yang sebenarnya.


“Kalau kalian bertanya seperti itu kepadaku aku hanya bisa bilang kalian salah besar, aku disini tidak memenangkan jabatan apa apa kecuali menggantikan Aether memandu kalian melihat situasi peperangan,” balas Vanesa santai.


“Tapi aku bisa menjelaskan kalau ia adalah satu bawahan dari Aether,” lanjutnya yang kembali membuat Aether gempar.


Aether bukan orang baru dalam dunia seperti ini sehingga ia sangat ahli dalam memancing minat penontong, bahkan itu jauh lebih baik dari Aether tentu dalam bidang tertentu maksudnya.


  Kembali para penonton heboh karena mendengar info itu,  semua penonton kini membahayakan bagaimana sebenarnya Aether dapat mengumpulkan berbagai Npc sekuat ini dengan mudah.


“Kau tahu Aether pernah bilang kalian para pemain itu  itu terlalu bodoh dalam bermain Game,” lanjut Vanessa menceritakan Bagaimana ia pernah dikatai Bodoh oleh aether dalam perang melawan para orc.


Vanessa menyampaikan Bagaimana Aether menggap para pemain baik pemula atau para guild besar itu sebagai orang bodoh.


Para guild besar terus berusaha membuat nama mereka terlihat lebih baik di benua tengah, bahkan sampai  melakukan segala cara untuk melakukanya, dilain pihak para pendatang baru seringkali terlalu terlalu berfokus untuk melakukan parmin Sehingga mereka sering Kali mereka lupa untuk menjalin hubungan dengan para Npc.


Yang sebenarnya Npc kuat itu tidak selamanya menjadi orang yang berpengaruh, Vanesa terus menyampaikan apa yang dulu Aether katakan kepadanya, semua Penonton terlihat diam hanya ada beberapa komentar yang berseliweran.


Tapi kebanyakan dari mereka mengakui kalau Apa yang Vanesa katakan saat ini ada benar, sehingga mereka mulai berpikir untuk melihat dari kacamata Aether


“Intinya ma cobalah untuk menikmati sebuah game sebagaimana game itu tujuannya untuk Apa, jika game itu tujuannya sebagai hiburan cobalah Nikmati game itu sebagai hiburan.”


Sebuah penjelasan Singkat dari Vanessa ditutup dengan manis dengan sebuah penutup yang sangat indah.