
Karena sudah terlanjur beberapa orang juga sudah melukai bergeletakan terlihat rekannya itu juga melalui mendukung tindakan dari mosa, Sehingga Aether saat itu mulai di pojokkan karena para lawannya juga mulai serius untuk bertarung.
Dalam keadaannya itu Aether terlihat tidak panik dan setelah sekian lama, ia akhirnya tersenyum, “Bukan kah kau terlalu lama,” ucapnya yang merasakan orang yang ia tunggu akhirnya datang.
Itu tidak lain adalah Aldo yang muncul dengan sangat keren, ia datang saat yang pas dimana ribuan tembakan saat ini diarahkan kepada Aether.
Namun semua itu di tankis oleh Aether jadi batu oleh Aldo Sehingga mereka membuat sebuah kombinasi yang sangat keren, saat menagkis semua tembakan yang mengarah ke arah mereka.
“Urus orang yang merepotkan itu, aku akan menahan yang si serangga,” ucap Aether melemparkan beberapa potion untuk Aldo.
Ia cukup terkejut melihat armor yang Aldo gunakan terlihat sudah hancur di beberapa tempat HP yang dia miliki juga hanya Setengah Sehingga Aether masih harus memberikan waktu untuk sedikit pulih.
Bersama dengan rangga, ia segera melakukannya, “Maaf itu tidak akan membutuhkan banyak waktu,” ucap Aldo Segera melakukan apa yang Aether perintahkan.
Sebagai [Wood elf] Hilal tentu tidak hanya ingin jadi penonton semata, ia segera memberikan bantuan kepada Aldo untuk mempercepat proses penyembuhannya.
“Maaf kalau itu tidak terlalu banyak membantu,” ucap Hilal yang berusaha melakukan apa yang dia bisa.
“Tidak, itu sangat membantu lanjutkan,” ucap Aldo yang masih berusaha memulihkan hpnya yang secara perlahan terisi.
“Moca jangan biarkan Mahluk itu pulih jika tidak kita bisa tamat.”
“Aku tahu tapi bukan kau yang harus mengurusnya karena hanya melawan seekor slime,”
Mereka mulai sadar akan bahaya dari Monyet yang mengenakan armor itu, tapi walaupun mereka sara mereka tidak bisa melakukan apa karena mereka semua ditahan dengan baik oleh Aether dan Rangga.
Mereka akhirnya sadar kalau mereka tidak bisa menang dalam pertarungan ini berusaha untuk kabur, Moca terlihat mengaktifkan salah satu skill yang seperti sebuah sebuah bom Asap yang segera menutupi Area Sekitar.
Hal ini ia lakukan untuk berusaha menutupi pandangan dari Aether dan rangga untuk membuat mereka bisa kabur, tapi sepertinya mereka lupa kalau rangga bukan makhluk yang mengandalkan matanya untuk melihat melainkan kulitnya Sehingga kakaknya masih bisa ditahan dengan baik oleh rangga malah itu membuat Rangga menjadi lebih unggul.
Walaupun pada akhirnya Moca memang berhasil untuk mengelabui Aether dengan teknik ini. Ia akhirnya cukup senang setelah melihat ia berhasil untuk mengelabui Aether.
“Setelah aku berhasil kabur, aku akan meminta organisasi untuk mengirim pasukan untuk menghancurkan kerajaan maritengae,” ucapnya sebelum pergi.
“Maaf sepertinya itu tidak akan terjadi, [streke]” ucapnya mengaktifkan salah satu skill terkuatnya.
Dengan pedang besar yang ia melancarkan sebuah serangan kuat dan lasung memengal kepala lawannya.
Moca sama sekali tidak sadar kalau Aether biarkannya lewat karena ia tahu Aldo telah selesai dengan penyembuhannya, Sehingga sekarang ia berusaha untuk mengalihkan perhatiannya membunuh yang satunya.
Saat perhatian ini pengaruh dari asap dari Moca Sehingga lawan dari Rangga masih tidak bisa melihat dengan baik, saat itu ia sedikit terlambat untuk mengetahui kedatangan dari Aether.
Tap serangan itu gagal serangan itu walaupun berhasil mengenai lawannya dengan baik itu masih belum berhasil membuat serangan dari Aether menjadi kritikal Sehingga lawannya masih bisa bergerak.
“[Monkey Power]!!” teriak Aldo yang mengeluarkan tebasan jarak jauh yang mengincar orang yang sedang terluka itu.
Tebasan itu terlihat sangat kuat hingga satu serangannya saja Sudah menghancurkan lawannya menjadi sebuah debu, hal ini membuat Aether tercengang karena tidak percaya.
“Aldo!” ucapnya dengan sedikit jengkel.
Aldo segera mengerti kesalahannya, jadi ia segera meminta maaf karena hasil menjadi seperti ini, Aether sudah sangat tertarik memiliki berbagai dripan yang dipakai para anggota organisasi itu.
Dengan beberapa kali menyerang Aether menduga kalau pakaian mereka adalah sebuah peralatan yang minimal tingkat epic Sehingga jika ia bisa mendapatkannya itu akan menjadi sebuah barang mahal.
Tapi sekarang Semua harapannya hancur karena Aldo yang terlalu bersemangat membuat yang membuat dua orang berlevel tinggi itu tidak menjatuhkan satupun dropan.
“Sudahlah, bantu aku mengumpulkan orang yang masih bisa diselamatkan Setidaknya kita harus membuat mereka tidak hancur sebelum ini ditaklukkan oleh kerajaan marinteggae.”
Aether mulai memberikan arahan untuk mereka segera membantu mereka Semua yang ada disana, mereka tidak bisa membiarkan berita ini menyebar luas tapi Aether tidak bisa membiarkan para Npc yang ada disini mati dengan konyol apa lagi ada beberapa orang yang tidak hadir disini yang tahu adalah Aether adalah orang yang diundang.
jika berita tersebar kalau ada puluhan bangsawan yang mati mendadak sudah dipastikan Aether bersama dengan Hilal yang akan menjadi tersangka utama nya.
Seandainya orang orang seperti orang yang menjemputnya ikut dalam pertemuan ini Aether mungkin tidak ragu untuk membunuh mereka semua dan mengatakan kalau kerajaan ini telah ditaklukan oleh kerajaan maritengae.
Tapi untuk mencega orang- orang yang berada di balik layar bergerak lebih jauh ada baiknya aether mengantisipasinya karena itu akan merepotkan kalau sebuah kekuatan besar menargetkan Maritengae terlalu cepat.
“Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan kan?” ucap Aether setelah menyembuhkan mereka semua.
Mereka cukup beruntung yang tidak bisa diselamatkan dalam tragedi ini hanya raja mereka sendiri, tapi karena sudah seperti ini mereka bisa membuat alasan lain, dan Aether merasa kalau mereka tidak perlu diajari membuat alasan tersebut.
Mereka semua mengantuk karena mereka tahu kalau Aether mau mereka semua yang ada dalam tempat ini bisa mati Sehingga mereka mau tidak mau harus menurutinya, dan bagi sebagian bangsawan yang ada disana ini akan menjadi kesempatan bagus untuk menjadi seorang raja.
Sehingga Aether saat ini menjadi aman untuk kembali walaupun pada akhirnya mereka tidak mendapatkan apa- apa selain pengalaman yang sangat berharga.
Bersama dengan Aldo mereka segera kembali ke tempat para Elf, mereka pulang kali ini menggunakan Rangga Sebagai tumpangannya, Karena Aldo memiliki kemampuan perubahannya Sendiri Sehingga ia tidak perlu sebuah tumpangan untuk terbang.
Setelah kejadian ini, Hilal telah bersumpah kepada Aether kalau ia akan membujuk semua Elf yang ada di tempatnya untuk pindah bersama dengannya.
Aether tidak mengantar sampai di rumahnya tapi ia sudah memberitahukan kepada renata yang saat itu ia suruh untuk berjaga di kediaman para elf. Kalau ia telah datang ia juga meminta renata membatu Hilal untuk membujuk para elf untuk ikut dengan mereka.