VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
situasi di selatan



Sore   ia baru  pulang karena mendapatkan telepon dari vanesa untuk menyuruhnya kembali, yang ternyata mosco datang  lebih cepat dari apa yang dijadwalkan, sebenarnya Mosco tidak terlalu buru-buru karena ia tahu datang lebih cepat dari yang seharusnya  mereka janjikan  iya tidak masalah untuk menunggu.


Lagian disana ada Boni dan beberapa orang lainnya yang bisa menemaninya untuk berbincang bincang, seperti orang tua pada umumnya yang senang melakukan  kegiatan-kegiatan yang menghabiskan waktu seperti bermain catur atau melihat burung burung berkicau, Sehingga ia cukup senang berada di sini.


Setelah datang reyhan langsung pemanasan dan langsung melakukan pertarungan ringan selama beberapa ronde, yang berakhir Reyhan kalah dalam setiap rondenya.


Pertarungan yang mereka lakukan saat ini tergolong ringan karena mereka hanya menggunakan tombak kayu sebagai alat untuk bertarung,  belakangan ini reyhan juga mulai mengembangkan berbagai cara bertarung nya dari menggunakan Tangan kosong hingga seminggu terakhir ia juga berusaha membiasakan diri untuk megenakan tameng kecil sebagai pelengkap dari tombaknya.


Beberapa jenis dari perisai ia coba gunakan tapi ia merasa perisai yang cocok untuk pengguna tombak sepertinya adalah perisai yang memiliki ukuran kecil yang akan berguna saat melawan lawan yang berusaha mengalahkannya dalam pertarungan jarak dekat dimana Aether tidak bisa mengambil jarak.


“Aku telah mendengar permintaanmu dari Boni,  kami akan segera kesana, lagian kami sudah cukup bosan untuk melawan para babi itu,” ucap Mosco yang berusaha membantu Reyhan berdiri karena kalah dalam pertarungan tadi.


“Walaupun yang seperti nya kita lawan disana masih sejenis para babi itu, tapi seharusnya kau bisa mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan daripada berburu berburu para Orc itu.” balas Reyhan yang mencabut tangan  dari Mosco.


Reyhan mulai menceritakan pengalamannya kepada Mosco, dan Ia juga memiliki teman yang ada dalam  sana yang IA yakin Tidak bisa Ia kalahkan dalam pertarungan pedang.


Reyhan juga menambahkan bara kalau ia memiliki seorang kenalan yang merupakan master dalam ilmu berpedang Sehingga itu pasti akan menarik perhatian dari orang orang dari padepokan yang sangat tertarik dengan orang orang kuat.


“itu akan membuatku semakin bersemangat,” balas Mosco.


Setelah mendengar itu, Mosco tidak terlalu lama lagi tinggal karena ia ingin segera masuk kedalam permainan dan segera  meninggalkan hutan tempatnya  dan bertemu dengan orang yang dimaksudkan oleh Rayhan.


Satu persatu masalah yang ada di desa segera diselesaikan,  sekarang tinggal mengurus kedatangan para orang baru yang akan mengisi mereka, target pertama Aether adalah para lizardman, jika mereka tidak bisa tinggal di tempat Aether, setidaknya ia berharap untuk mengirimkan beberapa bantuan untuk menjaga tempat untk emenatara waktu.


. . . . . . . . .


Perang  di selatan, dengan kedatangan cleo disana membuat para pasukan menjadi lebih baik, karena disana terdapat beberapa pasukan dari Aether.


“Selesaikan dengan cepat aku menunggu kalian untuk berada di desa,” ucap cleo kepada Rere mengatasnamakan Aether disana Sehingga Rere berpandangan berbeda sehingga mereka semakin bersemangat untuk melawan orang orang yang ada disana.


“yuno apa yang kau katakan kepada mereka hingga mereka bisa segila itu dalam bertindak?” tanya yuno kepada Cleo yang melihat ada perubahan yang terjadi setelah cleo berbicara dengan pasukan itu.


“tidak ada aku hanya bilang kalau mereka selesai disini akan beberapa perang yang menunggu mereka di desa tempat Aether sekarang,” balas Cleo santai.


“Kalau tidak salah mereka berteriak tentang kemenangan mereka yang sudah diramalkan oleh sang pahlawan,” balas Yuno yang ragu dengan ucapan cleo.


“Kenapa kau sangat berisik bukankah ini malah menjadi baik jika memang mereka menjadi semakin semangat bukan,” balas Cleo santai.


Mereka saat ini dalam medan perang jadi apapun yang ia katakan selama itu bersikap baik tidak ada yang selama tentu mereka tidak akan mekar hanya karena kata kata itu seperti sehingga menurut cleo tidak ada masalah dengan mereka yang semakin tidak terkendali.


Beberapa hari ini mereka terus bisa menekan lawan untuk terus mundur, sehingga wajar jika mereka akan merasa pasukan lawan akan  terlihat sangat lemah.


“Jangan meremehkan lawan, rencana kita akan bergantung dalam cara mereka menanggapi serangan mereka ini,” balas Yuno.


“dilihat dari manapun jendral pasukan musuh terlalu bodoh untuk mengantisipasi serangan kita,” balas Cleo yang bersiap untuk melakukan tugasnya.


“Jika tahu seperti ini aku lebih memilih untuk membantu Aldo untuk mengamankan daerah sekitar,” lanjutnya.


Walaupun ia mendapatkan tugas untuk membunuh pemimpin pasukan lawan ia merasa banyak orang yang bisa melakukannya Hingga ke tangannya disini terlihat lebih dari sia-sia.


“Ya maaf, besok aku traktir makan deh,” balas Yuno.


Yuno dan cleo berasal dari negara yang sama yaitu Jepan sehingga walaupun mereka akhirnya saling mengenal disini mereka akhirnya bertemu di dunia nyata yang ternyata jarak dari tempatnya tidak terlalu jauh.


Kalau mereka sedang tidak ada kegiatan mereka akan saling bersantai bersama, yang tentunya Aqua juga akan ikut dalam waktu santai tersebut.


“Aku pegang itu,” ucap Cleo yang mengilang dari tempatnya.


“bos Sepertinya sudah melakukan apa yang kita perekdsi,” lapor seorang prajurit tidak lama cleo menghilang.


“Lakukan sesuai dengan rencana, dan buat mereka berpikir kalau kita sudah sangat kelelahan,” ucap Yunho memberikan perintah.


Saat ini semua pasukan musuh akhirnya di kerahkan   secara perlahan intensitas serangan dari pasukan dari Yuno memang diturunkan sehingga pemimpin musuh mengira kalau pasukan tersebut sudah sangat kelelahan.


Mereka berusaha memanfaatkan kelelahan tersebut dengan berusaha mengakhiri pasukan dari yuno dengan sekali jalan.


Yang tidak mereka tahu kalau ini sudah ditunggu oleh yunho dan kawan-kawn Sehingga mereka segera menacarkan rencana untuk menhabisi musuh dengan sekali serang, mereka terus berpurah pura kalah dalam pertempuran,  ada beberapa dari mereka yang berpurah pura meyerah.


 Setelah itu Yuno bersama dengan para petinggi terlihat sedang berusaha kabur untuk mundur, Sehingga mereka semakin bersemangat dengan menungagi kuda mereka berusaha untuk mengejear tampah tahu mereka telah di tunggu dalam hutan yang ada di belakang sana dengan puluhan pemanah yang sangat hebat.


Bersama dengan beberapa puluh orang yang berasal dari pasukan dari Aqua yang memang sangat lincah dengan teknik dua pedangnya ia terus membunuh semua orang dari pihak musuh.


Di tempat para prajurit yang berusaha untuk ditahan kini kembali melakukan perlawan karena merasa orang dari mereka sudah cukup membunuh musuh, yang tidak lama seorang prajurit membawa kepala dari jendral yang ada di pihak lawan untuk membukti kalau musuh sudah kalah dalam perang ini.