VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
mendapatkan daerah untuk di tempati



Fiwi sepanjang perjalanan  terus berusaha mendekati Poki , walaupun ada penolakan ia sama sekali tidak patah semangat untuk mengejar cintanya, saat pulang sebuah pertunjukan yang luar biasa mereka saksikan dimana saat Fiwi berusaha tampil hebat di depan piko karena Piko membuat alasan Ia tidak ingin bersama laki-laki lemah.


Fiwi mulai saat itu jika ada monster yang menhdang mereka di perjalan ia akan yang bertugas untuk mengalahkan sang monster.


“Dengan kekuatan seperti itu aku menduga kalau fiwi ini jauh lebih kuat dari sang kepala desa yang baru kita lawan, walaupun sepertinya pengalaman bertarung yang dimiliki memang kurang,” ucap Aldo memberikan komentar.


“aku juga memiliki pandangan yang sama,” balas Aether.


Saat mereka mengobrol sering kali pembicaraan mereka akan terpotong oleh piko yang merengek ingin cepat sampai, “Sabarlah ini sudah puluhan kali kau bertanya, sebentar lagi kita sampai,” balas Cleo


“Ini juga yang ke puluhan kali nya kau membalas itu, tapi kita tidak sampai sampai dari tadi,” balas piko.


Ini benar membuat jengkel karena sudah seperti ini tapi Aether menengahi menyuruh Cleo memahami perasaan dari piko yang sedang dalam kegusaran.


Piko saat ini sedang kacau  bagaimana tidak setelah mereka selesai menyelesaikan pertarungan mereka menemukan kalau mereka tidak bisa logout sebelum mereka dapat membawa sampai para tahanan dari dark sampai menuju desa.


Seperti berusaha membuat piko sampai dalam batasnya pasalnya ia menjadi satu satunya yang terus digoda oleh Fiwi sedangkan ada 3 cewek dalam kelompok ini.


“Itu karena kau adalah cewek tercantik dalam kelompok ini,” Goda Nina yang sepertinya cukup menikmati melihat temannya menjadi korban dari Fiwi.


“Aku tidak mau mendegar itu dari orang yang menumbalkan seorang teman,” ucap Piko ngambek kepada Nina.


“Kau,,,”


Nani berusaha untuk membalas piko tapi segera dihentikan oleh Aether dan menunjukkan kalau sepertinya terjadi sesuatu di desa, yang lainnya sudah berlari lebih dulu karena khawatir dengan apa yang terjadi disana.


Saat sampai di desa mereka sudah menemukan sudah tidak ada lagi  rumah yang berdiri, semuanya telah rata dengan tanah beberapa orang terlihat terluka termasuk kepala desa Sehingga piko dan enzy segera berusaha menyembuhkan mereka sedangkan Aether memberikan potion untuk menyelamatkan orang-orang yang ada disana.


“Maafkan aku, maafkan aku, maaf aku, karena keegoisan ku pusaka dari gereja kembali direbut oleh Para red ogre.”


Setelah sedikit memiliki tenaga sang kepala desa mulai menceritakan apa yang terjadi tentang ada beberapa ogre yang berusaha menghancurkan desa untuk mencari pusaka gaia disini.


  Enzy hanya bisa terdiam karena ini memang yang sangat di takutkan makanya dari awal, ia sangat ngotot untuk mendapatkan barang tersebut terlebih dahulu apalagi lawan mereka saat ini adalah para ogre yang memang sudah sangat terkenal karena kekuatannya.


Yang memang tidak kalah dengan kekuatan para orc yang saat ini sedang merepotkan dunia, “Jika untuk menyerang sebuah desa ogre sepertinya itu mustahil untuk saat ini,” ucap Aldo.


Aether juga tahu akan hal itu Ia dari awal sudah berniat untuk menyerang desa ogre yang tidak jauh dari tempat ini karena itu merupakan satu bahan untuk membuat elixir power yang lebih tinggi lagi, karena itu ia sudah mencari tahu beberapa tempat dimana mereka dapat menemukan para red ogre, Aether tidak menyangka kalau mereka akan lebih cepat berurusan dengan mereka.


“Kau marah pun tidak akan menyelesaikan masalah,” ucap Aether kepada enzy.


“Yang perlu kita lakukan saat ini mengumpulkan pasukan untuk menyerang para ogre karena dengan pasukan yang sekarang sangat sulit untuk mengalahkan mereka.”


Desa mereka adalah desa yang penuh akan sejarah, Jika desa ini hancur di tangannya maka ayah fiwi akan sangat malu untuk bertubuh dengan leluhurnya.


“Itu mudah jika kau bisa membiarkanku menjadi kepala desa disini,” ucap Aether yang tersenyum.


Orang –orang  yang ada disana terkujut akan permintaan dari Aether, semua orang bisa melihat kalau desa ini sama sekali tidak ada yang layak untuk di perbaiki, jikapun mereka ingin membangun desa ini menjadi lebi lanyak maka mereka harus membangun mereka dari awal.


DESA TAKKALASI


Penduduk: 15 orang, (membutuhkan 1000 penduduk untuk di pantengkan menjadi desa jika desa tidak mencapai 100 dalam satu bulan kedepan satu desanya akan dihilangkan,)


Rumah: Harus di bangun kembali.


Panjak penduduk perbulannya: 5 perak.


“Mulai hari ini desa ini akan disebut sebagai takkalasi,” ucap Aether


Robert ayah dari fiwi mengingatkan kepada Aether untuk terlebih dahulu mengumpulkan para penduduk untuk membuat status mereka sebagai desa tidak di hilangkan.


Aether tahu akan hal itu lagian sudah memiliki beberapa kandidat yang bisa mereka gunakan , aether sudah berniat untuk mengajak beberapa orang dari pengikut gereja gaia untuk kesini sehingga pertumbuhan jumlah penduduk yang datang akan berlimpah.


Ia juga berniat untuk mengajak para lizardman untuk kesini sehingga koloni mereka bisa menjadi lebih luas, jangan lupakan para barbarian yang ada di gurun,  sehingga jika mereka di hitung seharusnya  100 penduduk itu tidak masalah.


Ia juga berniat membangun markas untuk para orang orang dari karyawan yang ada di kantornya Setidaknya mereka memiliki sesuatu yang bisa dikatakan sebagai rumah dalam  game ini.


Ia mengirimkan pesan kepada Bruce dan North tentang keputusan yang dia ambil, mereka juga sudah mendegar kabar kalau Aether memang berniat meminta tanah kepada Kerajaan maritengae Sehingga kabar ini tidak terlalu mengherangkan.


“Sepertinya aku harus mempercepat masalah yang ada disini,” gumam bruce yang masih disibukkan dengan berbagai masalah yang ada di benua tengah.


“Misiku telah selesai, untuk masalah pembangunan rumah warga biarkan aku yang mengurusnya,” balas North yang ternyata Sudah menyelesaikan misinya.


“Sambil memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk semenatara aku akan menyelesaikan beberapa urusan untuk enzy pulanglah lebih dulu ke  gereja untuk mencari apa masih ada beberapa paladin yang bisa membantu kita melawan para ogre ini.”


Tentu piko tidak ingin tinggal disini sehingga ia segera meminta untuk bergabung dengan enzy untuk pulang sedangkan Nina Sudah di pastikan ia juga akan ikut enzy untuk meninggalkan tempat ini.


“Aku sepertinya akan pergi melihat kondisi peperangan di selatan karena seperti yang kau katakan ada beberapa serangan dari kerajaan seberang,” ucap cleo mengajukan diri.


“Seharusnya mereka  tidak akan kesusahan dalam memenangkan pertempuran, tapi memang ada baiknya kamu membantu disana, jika seperti itu akan tinggal sementara menunggu north datang baru menuju ke tempat para lizardman untuk melakukan negosiasi.


Harus ada beberapa orang yang tinggal untuk menjaga desa ini dari beberapa serangan musuh, karena Rangga telah menyebar klon ia melihat kalau para monster disini adalah para monster yang berlevel 200 ke atas.