
Setelah itu masalah benar-benar diselesaikan, Tapi Aether masih harus mengirimkan beberapa surat kepada raja yang membahagi ini, tentu karena ia tidak ingin di sangkut pautkan masalah yeremia dengannya.
Mereka saat itu sedang bersantai karena mereka melanjutkan perjalan untuk pulang, Aether cukup senang Karena Ia mendapatkan cincin yang membuat memiliki status faith yang lumayan tinggi.
“Kau jangan sampai melupakan untuk memberitahuku jika nantinya kau jadi meresmikan perusahaan yang kau miliki,” jika Ada waktu luang North terus mengingatkan Aether untuk mengingatkannya jika jadwal peresmiannya.
“Ayolah, aku tahu aku akan memberitahukan jika memang sudah waktunya,” balas Aether.
Ia memang harus memberitahukan North lebih cepat karena itu akan memakan Waktu untuk melakukan persiapan menuju tempatnya, Sebenarnya Aether tidak ingin terlalu menarik perhatian dengan mengundang orang dari luar negeri seperti North dan bruce.
Tapi Sepertinya dalam acara peresmian tersebut akan hadir tokoh seperti ayah dan ibu dari Mila Sepertinya tidak ada salah mengundang orang seperti North untuk datang. Ia hanya berharap Kalau North bukanlah orang yang akan menarik banyak berita jika ia datang ke tempatnya.
Tapi melihat bagaimana ras yang dia ambil dan ia yang tidak pernah mendengar orang-orang membicarakannya Seharusnya North bukanlah orang yang cukup terkenal, setidaknya itu menjadi doanya .
North sendiri hanya tersenyum melihat Aether, terlalu banyak berpikir tentang identitasnya, ia berpikir menjadikan identitasnya itu sebagai kejutan.
Untuk sampai dari tempat ini Mereka masih terus melewati beberapa hal hingga akhirnya ia sampai menuju tempat dimana gereja gaia berada.
Karena beberapa pertimbangan akhirnya North dipersilahkan untuk masuk, dengan bantuan dari Piko Aether sudah menyampaikan kepada mereka untuk mempersiapkan kalau mereka akan membawa beberapa orang sehingga saat Aether masuk seharusnya hanya ada beberapa manusia dan elf yang dipersilahkan untuk masuk.
Daerah ini hanya dikhususkan untuk para penyembah agama yang layak, Sehingga saat North yang memiliki energi kegelapan yang cukup pekat berada disana masuk maka tentu akan menarik perhatian.
“Kalau kau tidak nyaman kau bisa menungguku di luar, karena Seharusnya ini tidak akan memakan waktu terlalu lama,” Ucap Aether kepada north dan bruce.
“Santai, Aku cukup terbiasa dengan tatapan seperti itu,” Balas North, Dan sepertinya bruce juga malah menikmati mendapatkan perhatian yang seperti ini.
“Itu terserah kalian, jadi mari kita menuju tempat gereja Ia berada,” lanjut Aether.
Saat sampai disana sepertinya mereka telah ditunggu dimana para suster yang ada disana terlihat sangat senang dengan kedatangan Aether.
Karena Sepertinya berita tentang ia berhasil mendapatkannya pusaka itu telah sampai di telinga mereka.
Nomos telah menunggu, Jadi Aether langsung masuk kesana sedangkan North dan Bruce dipersilahkan untuk menikmati berbagai hal yang ada disana, Aether mengingatkan kalau mereka membutuhkan sesuatu yang dapat menggunakan namanya di gereja ini.
Di dalam sana Nomos telah menunggu Dengan muka yang tidak bisa ditutupi kalau ia sangat senang, Jadinya Aether langsung mengeluarkan pusaka yang ia dapatkan setelah mengalahkan Aldo.
CAWAN GAIA
(Sedang dalam keadaan tercemar.)
Item: legendaris
Cawan dari Gereja Gaia memiliki kemampuan untuk mengabulkan permintaan
“Apa itu masih bisa diperbaiki?” Tanya Aether disana dapat terlihat adanya Sebuah energi yang menghalangi energi Tersebut.
“Tenang itu akan dilakukan dengan mudah,” ucap Nomos yang mulai memperlihatkan ia mulai hilangkan energi kegelapan yang ada dalam cangkir tersebut.
Setelah itu mereka mulai membicarakan Apa-apa yang Aether temukan termasuk yang ia ceritakan pergerakan gereja kegelapan yang sepertinya memang benar kalau saat ini mereka akan memulai rencananya.
“Untuk saat ini kita tidak bisa melakukan apa-apa yang bisa kita lakukan hanya berusaha untuk bertambah kuat sehingga saat mereka benar benar bangkit Kita bisa melakukan perlawanan.”
Tapi Karena Aether tahu ini hanya permainan jadi ia tidak mempermasalahkannya Karena itu sudah pasti diatur seperti itu, mungkin ada banyak yang terjadi tetap saja itu akan diatur seperti itu maka ia tetap akan seperti itu.
Selanjutnya Ia menceritakan apa yang terjadi kepada Yeremia, sambil Aether menunjukkan cincin yang yang ia dapatkan dari yeremia, Setelah ia mengingatkannya lagi akhirnya Aether mengambil kesimpulan untuk memberikan cincin itu kepada Nomos.
Dan sangat terlihat raut kesedihan ditunjukkannya “Aku sangat berterima kasih, Yere Adalah sahabatku, sehingga dengan kau memberikan ini itu akan sangat berarti padaku,”
Ring Of Gaia
Required level : 40
Grade : RARE
Damage: +30
Banus Enchantment : StR+15, dex+35 dan status Faith+50
Melihat Status dari cincin yang Nomos berikan hampir membuat mata Aether keluar, memang beberapa status yang ditunjukkan cincin dari yeremia memang baik, tapi jika dibandingkan menambahkan status kekuatan dan pertahanan yang dimiliki cincin ini membuatnya jauh cocok untuknya.
“Mungkin itu sebanding dengan cincin ini, tapi aku berharap Kau puas karena ini adalah satu satunya peninggalan dari Orang yang pernah aku sahabat,” ucap Nomos dengan sedikit pelang.
“Sebenarnya ini juga tidak perlu, aku juga sangat berterima kasih jika aku mendapatkan penggantinya,” balas Aether jujur, ia segera mengambil cincin itu karena takut nomos berubah pikiran.
“Dan Terakhir yang ingin aku tunjukkan kepadamu,” lanjut Aether mengeluarkan telur batu yang dulu ia dapatkan dari Nomos.
Nomos yang melihat itu segera sadar kalau telur itu sudah berbeda, dan Aether Pun mulai menceritakan tentang telur itu yang sepertinya memakan sebuah jiwa dari kesatria yang pernah dikalahkan.
Dan sekarang telur itu akan menetas jika ia membutuhkan 1000 jiwa mosnter kuat untuk membankitkannya.
Yeremia terlihat terus memperhatikan telur tersebut ia sesekali mencoba untuk mengalirkan sihir cahaya kedalamnya.
“Sekarang aku bisa menetasnya, jika kau mau ?” tanya nomos menawarkan kepada Aether untuk menetaskan telur itu.
“Jika kau bisa menetaskanya kenapa aku harus menunggu, lagian aku takut apa yang keluar dari sana akan sangat berbahaya jika aku sendiri yang akan menetaskannya, apalagi jiwa yang dia makan adalah jiwa dari seorang ksatria yang sangat tangguh,” Jawa Aether jujur.
“Kau tidak perlu khawatir karena caraku ini akan langsung membuat apapun yang ada dalam sini akan mengakuimu sebagai tuannya.”
Nomos sangat percaya diri dengan cara ia menetaskan telur ini, “Tapi kau harus melakukan beberapa pengorbanan,” lanjutnya kepada Aether.
“Seperti apa itu,” balas Aether
“Levelmu,” Balas nomos singkat.
“Hah”
Ini sama sekali tidak diharapkan oleh Aether satunya pengorbanan yang tidak ingin aether lakukan adalah mengorbankan levelnya, siapapun itu tidak akan rela mengorbankan levelnya hanya untuk sesuatu yang tidak pasti.
Tapi kali ini berbeda Ia tidak tahu apa yang keluar dari sana, tapi itu pasti akan sangat hebat,jika membutuhkan pengorbanan seperti itu