VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
wico sang pahlawan goblin



Menurut pihak dari kerjaan  Maritengae, mereka telah berhasil mengatasi masalah Goblin yang beberapa saat lalu telah meresahkan warga nya, sehingga memang pada  saat itu benua timur kembali dilanda akan kesamaan terutama Pihak dari kerajaan maritengngae.


setidaknya itulah mereka yang pikirkan karena akan Pergerakan PAra GOblin di tempat mereka sudah tidak di temukan lagi,  tapi beberapa Bangsawan masih berusaha Untuk tidak kehilangan jejak, ataupun menganggap remeh masalah itu


Soppeng merupakan kerajaan Tetangga yang memiliki Sebuah tradisi unik dan memang sedikit menyeramkan, karena para Bangsawan di daerah itu memiliki sebuah tradisi yaitu memiliki sebuah Budak Monster yang di sebuah waktu para budak itu akan  diadu.


sering kali diadu, bahkan mendapatkan memiliki turnamen Sendiri, yang tingkatan nya Sudah sangat besar.  


Bahkan Sering kali kemenangan mereka bisa memberikan jabatan yang lumayan tinggi dalam pihak kerajaan. Sebuah tradisi yang tercipta untuk meminimalisir korban jiwa Manusia dalam hal perebutan kursi para petinggi kerajaan.


Maddukelleng adalah seorang bangsawan rendahan yang telah  jatuh, ia hidup di sebuah Desa, dengan bersama dengan Seekor goblin yang telah ia besarkan dari Kecil goblin itu suatu saat ia temukan dalam Hutan dalam keadaan yang hampir mati,  tapi karena Memang lamadukelleng memiliki pengetahuan tentang ilmu pengobatan yang lumayan mumpuni.


Niat awalnya, membesarkan makhluk hidup yang nantinya suatu saat berpotensi membunuhnya yang memang saat itu Lamadukelleng  tengah dalam masa depresi yang sangat besar.


Tapi berbeda dengan apa yang diharapkan, goblin itu malah menggapnya Sebagai keluarga dan mungkin bahkan orang tuanya, sehingga yang Awalnya Hidup nya yang sangat berat secara perlahan kini terisi kembali dengan kebersamaannya dengan Goblin itu.


Ia memberinya nama Wico,  entah itu karena memang ia yang merawat goblin itu dari kecil membuatnya wico memiliki kecerdasan yang sangat berbeda dengan para Goblin yang pada Umumnya.


Bahkan ia tidak menduga kalau Wico dapat mempelajari bahasa Manusia dengan lumayan lancar. Karena Biasanya Juga para Goblin memiliki bahasanya sendiri, dan untuk bisa bahasa Manusia hampir di bilang langkah atau pun tidak ada yang bisa sampai di tahap itu.


Wico sampai memberikan saran kepada Madukelleng untuk mengikuti pertarungan Gladiator ia akan bertarung sebagai perwakilannya, hal itu ia lakukan semata mata hanya untuk membalas kebaikan yang telah Lamadukelleng berikan kepadanya.


Awalnya lamadukelleng terlihat menolak sarang tersebut karena IA juga memang tidak berniat untuk ikut campur dengan masalah pemerintahaan lagi,  tapi setelah perdebatan yang lumayan panjang akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti berbagai pertarungan gladiator tersebut.


Dimulai dari tingkat terendah mereka terus berusaha mengalahkan musuh musuh yang ada, dengan Kecerdasan Wico yang bisa dikatakan setara dengan manusia, dan nalurinya sebagai monster masih lumayan  tinggi  membuatnya ia terlihat lebih unggul dari para monster yang bertarung di sana.


Dengan gaya bertarungnya yang unik membuatnya menjadi musuh yang paling menakutkan untuk para lawannya, gaya bertarungnya yang menggunakan dua pedang yang sangat patuh dengan kemampuan menghindarinya yang lumayan baik.


Walaupun di awal-awal mereka bertarung  mereka  sedikit kesusahan karena Wico yang memang harus terbiasa dalam Pertarungan seperti itu, karena memang pertarungan ini juga berpotensi untuk membunuhnya.


Yang sangat di Takutkan oleh lamadukelleng adalah pertarungan ini tidak akan berakhir jika monster dari Pihak Lawan Mati. Jadinya ia memang pada dasarnya sangat sayang dengan  Wico merasa sangat berat untuk membiarkan Vico bertarung seperti ini.


Dalam insidengan yang di depak dari jajarang bangsawan kelas Atas, keluarganya Dibunuh dan hanya menyisakan ia seorang,  dan salah satu alasan akhirnya mengalah kepada Wco karena memang dalam hatinya yang terdalam masih ada rasa Dendam kepada para Bangsawan yang telah menghabisi keluarganya.


Terkadang ia akan menangis saat ia melihat Wico di akhir laga Harus penuh luka, ia juga saat itu terus berusaha untuk menggunakan kemampuan ,edisnya untuk terus memberikan perawatan terbaik kepada wico.


Darah dan keringat ia korbankan untuk sampai di tempat untuk mereka bisa sampai di tujuan yang mereka incar lumayan lama, tapi yang  mereka tidak diperhitungkan adalah bagaimana mereka harus mempertahankan Posisi mereka saat itu.


Awalnya mereka tidak mengerti tentang sistem kerajaan yang begitu kejam kini merasakannya langsung, tentang berbagai Elit yang berusaha Membeli wico untuk kepentingan mereka Sendiri, tapi tentu pada akhirnya mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena la madukelleng tidak akan berniat untuk menjual Wico kepada siapapun .


Keputusan itu membuat mereka dalam bahaya, karena Tentunya orang yang merasa terancam akan kehadiran mereka Mulai merencanakan berbagai hal untuk menjatuhkan Lamadukelleng ataupun membunuh wico yang merupakan petarungnya.


Sehingga kiang hari pertarungan yang dijalani Wico menjadi semakin berat, dan beberapa kali membuatnya Hampir terbunuh. Tapi dengan sebuah kekuatan tekad yang besar ia terus menang


(mantapkan kekuatan tekad heheh) sedikit kata dari penulis 


Bahkan Wico mulai memperbesar tujuan dengan berusaha menjadikan la madukelleng sebagai raja selanjutnya dari tempat ini. Latihan yang keras ia lakukan demi berusaha Menjadi yang terkuat dari para monster yang ada di kerjaan ini.


Malam itu mereka ada sebuah pertarungan penuntuh lawan mereka merupakan bangsawan tingkat atas yang bekerja di bawah raja, wico sangat percaya diri kalau ia akan memenangkan pertarungan ini dan membawa orang tuanya menuju tempat baru dalam kehidupan


Saat ia Sudah berada di kamarnya untuk melakukan persiapan untuk pertarungan nanti malam, ia dikejutkan dengan datangnya lamadukelleng yang saat itu dipenuhi dengan luka parah.


“Apa yang terjadi.?”


“Jangan banyak tanya, cepat pergi dari sini. Sang raja berusaha membunuh kita, aku sudah tidak bisa diselamatkan Lagi, tapi aku berharap kau bisa terus hidup.” Ucap nya tersegal segal.


Sebuah kata perpisahan Lamadukelleng berikan sambil berusaha mendorong Wico untuk segera pergi karena terlihat Wico berusaha membuatnya juga ikut bersama dengannya, tapi Lamadukelleng dengan sisa kekuatan berusaha mendorong Wico untuk meninggalkannya.


Setelah mengalami pengangkatan bating yang sangat dalam Wico pada akhirnya berusaha kabur sendiri, yang ternyata tempat itu Sat itu memang telah dikepung oleh Pihak dari kerjaan . yang memang berusaha membunuh mereka.


Dengan segala senjata yang ia miliki akan berusaha untuk meninggalkan tempat itu, dan terus berusaha untuk bertahan hidup. Untuk lolos dari kepungan prajurit kerajaan untuk Ukuran Seekor Goblin bisa dikatakan itu hampir mustahil.


Tapi wico seperti berusaha Menghapus Semua itu,  Dengan tampah lela ia terus membunuh setiap prajurit yang ada di depannya, dengan sangat baik hingga berhasil lolos dari kejaran mereka karena bersumbi dalam Sebuah hutan yang memang tidak jauh dari lokasi Kerajaan Soppeng.


Bahkan wico sendiri tidak mengerti kenapa ia tidak ketahuan, karena bahkan ia bisa melihat kalau para para prajurit melewatinya seperti ia tidak kelihatan walaupun ia sangat dekat dengan mereka.


Hingga akhirnya kemunculan seorang manusia yang sangat misterius muncul di hadapannya, awalnya ia mengira kalau mereka tergabung dalam kelompok pengejarnya, tapi dia terlihat tidak mengatakan Apa-apa dan langsung memegang kepala dari Mico sebuah energi kegelapan langsung meluap masuk kedalam tubuh dari Mico.


“Jadilah pahlawan  bagi ras muh, dan bunuh semua musuh yang telah membuatmu mengalami semua ini,” ucapan pria itu  yang meninggalkan mico dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.