VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
serigala serakah



Kelompok Serigala serakah merupakan Sebuah kelompok yang terdiri dari berbagai pemain yang suka untuk melakukan PK kepada pemain lainnya, seperti kebanyakan Pk lainnya target buruan mereka adalah para pemain yang memiliki Level lebih rendah yang mereka miliki, atau berbagai pemain pemula yang dengan cerobohnya melakukan Solo.


Salah satu alasan kenapa Player solo sangat sulit untuk berkembang, adalah banyak para pemain Killer yang bertebaran di luar sana.  para pemain yang biasanya membentuk sebuah Party masih kadang kadang akan menjadi target operasi bagi para pemain killer yang ada diluar sana.


Apalagi para pemain Solo yang terlihat sangat empuk untuk diancam, atau dipalak, yang biasanya target operasi dari mereka meliputi daerah daerah yang sepi dari area perburuan para pemain yang pada umumnya.


“Kau sudah memberitahu kalau Area rawa itu telah menjadi target operasi beberapa orang yang berbahaya bukan?” tanya Moli kepada Ale Setelah kepergian dari Aether di hadapan mereka.


“Tidak? Dia sudah menolak bantuanku, terus kenapa aku harus memberitahukannya.” 


Salah satu alasan kepada Ale sempat menawarkan bantuan kepada Aether, karena ia tahu kalau banyak orang yang menuju kesana pada Akhirnya mati karena diserang oleh Sekelompok orang yang tidak dikenal.


Tapi Karena Aether yang terlanjur menolak tawarannya membuatnya mengambil keputusan setidaknya ia memberikan efek jerah kepada anak itu, untuk tidak terlalu bangga kepada kemampuannya 


“Walaupun seperti itu, tetap saja kau masih terlalu keterlaluan. Walaupun sangat terlihat kalau dia ingin melakukan Sesuatu akan ia persiapkan sematang mungkin, aku tidak menemukan kalau ia adalah tipe orang yang akan kacau saat rencananya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.”


Terlihat Moli sudah menaruh kepercayaan yang besar  kepada Aether, sedangkan Ale terlihat masih memandang sedikit keraguan entah itu karena kecewa karena Aether Sempat menolak bantuan atau memang masih ada hal lain yang sangat mengganggu pikirannya .


“Kita lihat saja, jika memang ia berhasil membawa barang yang dia inginkan, aku pastikan kalau kita baru saja melihat sesosok orang yang nantinya akan membankitkan bangsa Elf ketingkat tertingginya.”


Balasnya yang terus melihat kemana Arah Aether pergi, sedangkan moli tidak membalas ucapan dari temannya itu karena baginya  ia hanya bisa percaya kalau pemuda tersebut masihlah terbaik terutama saat ia menggunakan Senjata andalan yang dia miliki.


Sedangkan saat ini orang yang sedang dibicarakan sedang duduk santai diatas rangga, jarak dari tempat itu memang terbilang cukup dekat, terutama saat ada sebuah tumpangan seperti ini,  setelah lama menunggu ia akhirnya melihat bagaimana penampakan hutan rawa tempat para kadal itu berdiam diri.


IA awalnya mengira kalau hutan tersebut hanya terdiri dari rawa yang isinya hanya terdapat lumpu semata, namun yang ia lihat dari jauh kalau tempat itu masih terdapat beberapa bagian yang kering, yang ia duga sebagai Area berburu pada kadal itu.


Namun belum ia masuk ke dalam sana ia Sudah melihat tidak jauh dari tempat ia melihat ada beberapa kelompok yang sedang bertarung dan Setelah ia lihat lagi mereka tengah memperebutkan Sebuah bos monster tipe Slime.


Awalnya Ia tidak terlalu ikut campur urusan mereka hingga ia menemukan Kalau rangga sangat  tertarik dengan bos Slime itu. Ia tahu salah satu alasan kenapa Slime nya sangat unik, pasalnya salah satu skipnya itu adalah Predator bagi para Slime lainya.


Sehingga saat melihat Sebuah slime kuat Seperti itu sesuai dengan nalurinya ia dengan nafsu yang sangat tinggi pasti ingin saling memakan satu sama lainnya, ia melihat rombongan itu terbagi akan dua kubu, satu lagi terdiri dari dua orang perempuan yang terlihat seperti seorang saudara, dan satunya lagi terlihat seperti seorang party yang berasal dari sebuah guild tertentu.


Karena mereka memiliki satu kesamaan dimana ada di beberapa bagian perlengkapan mereka terdapat sebuah logo seperti serigala yang sedang marah, ia pernah mendengar kelompok itu saat melihat beberapa video di media Sosial.


“Kalau tidak salah mereka yang sering menyebut diri mereka sebagai Serigala Serakah bukan?” gumamnya yang terus memperhatikan kejadian yang terjadi disana,  sebelum ia masuk ia terlebih dahulu mengukur bagaimana kemampuan dari lawannya.


Kelompok serigala itu, terdiri dari Lima orang , dua orang terlihat sedang menghadap dua perempuan, sedangkan 3 orang lainnya sedang bertarung dengan Slime besar yang sepertinya merupakan monster tingkat bos.


Ia tahu bagaimana jenis Slime itu, dan ia tahu kalau mereka tidak akan dapat mengalahkan slime itu dengan hanya tiga orang semata, jadi saat Ini Aether masih terus menunggu dengan sabar sampai mendapatkan momen yang tepat untuk menyerang.


Ia sama sekali tidak peduli dengan perempuan-perempuan yang sedang dalam masalah itu, karena memang niat awalnya bergabung disana hanya karena Rangga tertarik untuk menjadi pemangsa dari slime yang sedang mereka lawan.


Dan jelas saja Apa yang ia duga benar benar terjadi, saat ini Slime itu masuk dalam mode mengamuk, di mana statiknya yang awalnya dapat mereka kalahkan dengan mudah kini membuat mereka kewalahan.


Mereka yang tidak siap dengan perubahan itu, membuatnya dua orang yang berada di tim awal. Langsung terbunuh, sehingga 2 orang yang saat ini sedang berfokus kepada dua orang perempuan harus mengalihkan perhatiannya kepada Slime itu.


Aether sempat melihat kalau Dua perempuan itu terlihat menolak tawaran dari mereka untuk bekerja sama untuk membunuh slime yang sedang mengamuk itu.


Merasa ini merupakan saat yang tepat, Aether langsung bergerak Maju, dan rangga yang ada di belakang akan memperhatikan dan menunggu untuk mendapatkan perintah selanjutnya untuk bergerak. Yang ia tunggu  adalah rangga yang akan memberikan serangan terakhir. Dan untuk awal seperti ini mereka yang mereka perlu waspadai adalah orang –orang yang mengaku di diri mereka sebagai serigala serakah.


Satu yang ia target adalah seorang Assasin yang terlihat sudah terluka, dengan mengeluarkan skil slash ia dapat membunuh orang itu dengan satu kali Serangan.  Aether sama sekali tidak berniat untuk menghentikan serangannya ia terus memburu dua orang lainnya.


Mereka yang tidak Siap, apalagi serangan dari Aether terlihat sangat cepat, serangan sudah seperti seorang Assassin tapi sangat terlihat  jelas kalau senjata yang aether  gunakan Adalah  tombak, sehingga mereka terlihat tidak siap untuk bertarung dengan Aether.


“Bajinga.......” 


Aether sama sekali tidak berniat untuk mendengarkan ocehan para penjahat, yang kebanyakan dari mereka adalah perkataan yang sangat membosankan.


Setelah membunuh para berandalan , ia akhirnya mengalihkan perhatianya menuju sang raja Slime yang ada disana. IA sudah melihat kalau Hp yang tersisa dari monster yang ada di hadapannya tinggal sedikit sehingga walaupun pergerakan dari slime terlihat acak dan sangat berbahaya, bagi Aether yang sudah bertarung melawan berbagai Slime.


Jika Rangga berjenis slime banyang, slime ini bertipe Slime besi  sehingga yang hanya membedakannya adalah Aether hanya bisa harus memberikan ekstra tenaga.


“Sekarang.”


Sebuah kode yang Aether berikan kepada Rangga dan saat itu juga  Rangga langsung melesat dan menelan slime lawan mereka.