
Awalnya reyhan berniat untuk tidak menjual para relik yang dia miliki dengan menggunakan perusahan atau tokoh mereka tapi, setelah ia bincang dengan Daniela dan Rachel dan beberapa orang yang berada di perusahaan.
Mereka minta dua bagian untuk Aether menjual 2 dari relik buatan yang ia miliki untuk di panjang dalam tokoh.
Mereka berniat kembali menarik perhatian dengan menjual tersebut, walaupun kali ini mereka tidak akan melelangnya melainkan mereka hanya akan memajang mereka selama beberapa waktu dengan waktu mereka menjualnya Sehingga mereka akan berebut siapa yang tercepat untuk mendapatkan dua relik buatan yang Aether miliki.
Dan benar saja saat relik itu di panjang, kembali dunia maya dia buat gempar akan hal itu.
“Apa mungkin perusahaan ini membuka sebuah lowongan pekerjaan, jika mereka membuat nya aku juga ingin bekerja disana setidaknya mungkin aku bisa mendapatkan sebuah info mendapatkan sebuah relik,”
“Itu benar, aku tahu orang orang disana adalah para pemain solo, tapi apa segampang ini menemukan sebuah relik, aku dengar dengar bahkan guild sebesar yuradisil sangat kesulitan untuk menemukan sebuah relik Tapi Aether bersama dengan perusahaannya membuktikan kalau mereka bisa menemukan itu dengan mudah.”
“Mereka yang menjual relik relik seperti ini sudah membuktikan kalau mereka memiliki Sebuah nafsu makan yang besar, atau dengan kata lain mereka yang ada disana sedang mengicar relik yang lebih bagus lagi,”
“o suhu! angkat aku jadi muridmu,”
Berbagai komentar mereka dapatkan atas postingan aether yang menjual relik. Bahkan postingan itu terinding di beberapa negara.
. .. . . . . . . . . .
Setelah masuk dalam permainan Aether kebingungan harus melakukan apa, semua misi yang ia lakukan telah selesai ia juga ragu kalau Nomos juga telah mengetahui letak dari pusaka selanjutnya.
“Setelah dipikir pikir jika ada kesempatan aku harus bertanya seberapa banyak pusaka yang menghilang dari gereja gaia saat ini, tidak mungkin ada sembilan bukan,” gumamnya.
Ia baru sadar kalau dari awal Nomos sama sekali tidak mengatakan apa apa tentang jumlah pusaka yang harus ia kumpulkan.
Tempat pertama yang ia datangi adalah kediaman para dwarf, dia kesana untuk mencari aldo, karena ia ingin melakukan sebuah pertarungan untuk melihat bagaimana perkembangannya, dan saat itu Ia ingin melawan Aldo dengan kekuatan penuh.
Tapi ia harus kecewa karena Aldo lebih dulu pergi untuk melihat sebuah dungeon yang disarankan oleh Para dwarf kepada aldo. Aether ingin menyusul tapi melihat keadaan seperti ini, ia berpikir untuk mencari kesenangannya Sendiri.
Setelah beberapa saat, ternyata rangga membutuhkan waktu untuk berubah dalam wujud mahluk yang bisa ia gunakan sebagai transportasi yang dan terlihat ia memilih berubah wujud dari singa terbang dari Renata.
Tujuannya untuk datang ke desa hanya untuk meminta izin kepada mereka meninggalkan tempat ini dan ia berniat ke antang untuk melakukan pembicaraan mengenai Relik yang sampai saat ini masih ada di tangannya.
“jadi kau sudah menemukan apa yang akan kau lakukan dengan relik itu?” tanya North.
“Itu akan menjadi sebuah alat pancing yang baik untuk jika digunakan dengan tepat,” balas Aether dengan tersenyum.
IA ingin mengajak Nort untuk melakukan sebuah perjalanan dengannya tapi sepertinya itu tidak akan terjadi karena North masih harus memberikan bantuan kepada para oni yang saat ini sedang berusaha membangun rumah baru.
Sebelum Aether pergi ia bersama dengan North membicarakan beberapa hal, terutama bagaimana nantinya mereka akan mengembangkan desa nantinya. Pembicaraan itu melebar kemana mana hingga Mereka sampai dalam pembicaraan mengenai cerita lucu Bruce yang saat itu datang membawa para sedap famili untuk bertarung padahal pertarungan telah selesai.
Semua kejadian itu terjadi saat Aether telah logout, dia datang bersama dengan sedap Family yang berada dalam keadaan mabuk, sehingga beberapa kejadian lucu terjadi.
Setelah puas melakukan pembicaraan dengan north meminta izin untuk pergi, bersama dengan rangga yang masih dalam wujud singa terbangnya.
“Seharusnya aku meminta saranmu dulu saat melihat Rangga bisa merubah bentuknya,” ucap North sedikit bercanda, sebenarnya jika ditarik lebih jauh lagi orang pertama yang seharusnya melihat kemampuan dari Rangga adalah North.
“Ia spesial karena ia juga satu satunya, jika ia terlalu banyak maka Rangga tidak lagi menjadi sesuatu yang spesial.” Balas Aether yang segera terbang menjauh.
“YA, ya, ya,”Balas North yang berbalik untuk mengerjakan beberapa pekerjaan lapangan.
Saat ini bruce sedang tidak ada disini karena mereka bersama dengan para Dwarf yang di untuk dwargo sedang mendiskusikan bentuk istana yang akan mereka buat untuk Aether.
Hal ini masih menjadi sebuah rahasia, dan mereka berusaha menutupi itu dari Aether karena mereka tahu Jika Aether tahu akan ide tersebut bisa bisa mereka dilarang untuk melakukannya.
Yang tidak diketahui Oleh Aether, sebenarnya mereka mempunyai rencana berbeda dengan takkalasi, jika Aether berniat membuat peradaban yang akan menjadi sebuah pendukung kerajaan maritengae.
Sedang North dan cleo berencana membuat sebuah peradaban maju antara berbagai banyak suku, dan jika mereka Sudah siap mereka akan mendesak Aether untuk melakukan sebuah infasi Sehingga mereka bisa diakui Sebagai sebuah kerajaan yang berdiri sendiri.
Baik itu North dan Bruce mereka saat ini berusaha membuat sebuah pondasi yang baik untuk membentuk sebuah negara yang sangat makmur nantinya.
Dengan datangnya para dwarf ke tempat mereka seharusnya itu bisa menjadi pegangan pasel terakhir yang mereka butuhkan untuk membuat tempat ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Setelah bangunan yang North rencanakan telah selesai, maka mereka tinggal berusaha melindungi tempatnya agar tidak terganggu oleh orang lain.
Untuk saat ini para dark elf masih menjadi kekuatan utama mereka, para barbarian terlihat sangat bersemangat untuk berburu, sehingga persediaan makanan mereka terus terjaga, sedangkan yang lainnya masih berusaha menikmati untuk menjadi sebagai masyarakat yang normal.
Seperti Meona dan Dogman berusaha menjadi seorang petani, beberapa manusia juga ada disana untuk membantu dalam proses pertanian.
Para manusia ini adalah keluarga dari para kelompok yang telah mengakui Aether sebagai tuannya, saat ini mereka masih berada dalam medan perang untuk membantu kerajaan maritengae, tapi beberapa orang yang memiliki keluarga telah mengirim mereka kesini untuk melihat tempat, dan mereka semua sangat nyaman dengan suasana yang seperti ini.
Mereka datang bersama dengan rombongan gereja Gaia, yang saat ini masih di mayoritasi oleh manusia, yang mungkin suatu saat gereja gereja Gaia akan menjadi satu satu gereja yang memiliki berbagai pengakut dari berbagai suku.