
Itu benar menjadi hadiah yang sangat menhibur untuk reyhan hari itu dimana ia sangat di pusingkan dengan panjang jadwal mereka dari menyambut tamu sampai mengantar kepergian mereka.
“Aku tidak menyangka bos kita sangat anti dengan keramain,” ucap Rachel yang melihat Reyhan terlihat kelelahan berbasa-basi dengan tamu.
“Aku bukanya tidak bisa melakukan hal seperti ini, hanya saja aku tidak terbiasa untuk terus berbasa-basi,” balas Reyhan.
Yang reyhan adalah tipe orang yang biasanya memiliki dunianya sendiri sehingga untuk berada dalam dunia yang seperti ini, itu membutuhkan sebuah pengorbanan yang sangat besar dan sangat melelahkan.
Ia bukanya tidak bisa melakukannya, bahkan mungkin tidak akan ada yang sadar kalau acara ini tidak berlangsung seharian. Karena Reyhan adalah sebuah bunglon yang sangat berpengalaman sehingga ia bisa berbaur menjadi apapun di sekitarnya.
“Aku mungkin tahu yang bisa membuatmu kembali bersemangat, ada sekitar 60% produk utama yang kita panjang hari ini baik itu dari Tokoh walaupun web telah terjual dalam Waktu kurang dari 8 jam,” ucap daniela yang melaporkan pemasukan yang mereka terima setelah pembukaan ini.
Salah satu produk mereka yang paling laku adalah boneka dari slime yang teryata cukup diminati oleh anak-anak yang mengangap itu lucu dan mengemaskan.
Ada beberapa produk yang mengambil Rangga sebagai objek utama seperti boneka, bantal, kursi malas, dan lain sebagainya yang ternyata memiliki cukup banyak peminat, untuk aldo desain desainnya saat ini hanya bisa mereka tuanka dalam bentuk pigura atau memasang mereka dalam beberapa desain baju atau jaket untuk terlihat lebih keren.
“Baguslah setidaknya masalah begadang ini tidak terlalu sia-sia, apa Vanessa ikut pulang dengan keluarga nya?” tanya reyhan.
Mereka saat ini ada di kantor untuk mendiskusikan beberapa kekurangan yang ada di tokoh ada beberapa sarang dan kritik yang mereka dapatkan dari para pengujian sehingga reyhan mengadakan rapat sekaligus mengevaluasi apa yang perlu diubah atau terus mempertahankan konsep yang lama.
“Sepertinya tidak, karena tadi aku mendengar kedua orang tuanya menyuruhnya untuk tinggal, untuk merayakan keberhasilan ini,” Ucap Nasruddin.
“Terus kemana dia?”
“Kenapa, itu harus nya rapat kecil kenapa terus menanyakan keberadaanku?’ kali ini Vanesa datang langsung nyolot.
“Mereka mulai lagi!” ucap Rachel yang melihat Reyhan dan Vanessa yang memulai perdebatan mereka.
“Kalian ada yang mau kopi semenatara mereka berdebat aku akan mengambil kopi karena aku sedikit mengantuk,” ucap nasrudin.
Mereka harus mengadakan rapat sehingga mereka tidak bisa meninggalkan tempat itu seperti biasa, jadi nasruddin berinisiatif untuk mengambil kopi sambil menunggu mereka selesai berdebat.
“Nitif,” ucap beberapa orang yang Juga merasakan hal yang sama.
Setelah perdebatan itu mereka mengadakan rapat sesuai dengan apa yang mereka rencanakan, selain menjadi bahan evaluasi mereka juga harus menentukan apa yang harus mereka lakukan kedepannya karena mereka tidak menyangka kalau penjualan mereka akan mendapatkan respon yang seperti ini.
“Instruksi bos, aku sedikit ada pertanyaan,” di tengah rapat tentang brand yang berusaha mereka kembangkan Rachel tiba-tiba terpikirkan sesuatu.
“Dari pada terus berfokus untuk menjadi Rangga dan Aldo sebagai produk kita kenapa kita tidak menjadi bos itu sendiri sebagai highlight utama dalam brand yang berusaha kita bagun, baru-baru ini aku ada misi menuju benua timur disana aku mendengar nama sebagai Elf agung terdengar dimana.”
“Mungkin aku tidak siap melihat diriku sendiri, dalam sebuah karya seperti itu, jujur jujuran saja aku itu kecuali dalam mengedit tidak pernah melihat video ku lagi, karena aku geli melihat diriku sendiri yang melakukan hal seperti itu.”
Reyhan menjelaskan kalau ia sangat geli melihat dirinya sendiri dalam melakukan sesuatu baik itu dalam Gambar, atau sebuah Figura seperti banyak yang dilakukan banyak orang. Bahkan patung yang ada dalam gereja Gaia sempat ia minta untuk hancurkan karena ia geli mendapatkan persembahan seperti itu.
Setelah mendengar itu mereka semua terdiam karena sebenarnya mereka mengharapkan sebuah jawaban yang sedikit filosofis, tapi yang mereka dapatkan malah jawaban konsel seperti itu.
“Mulai hari ini kau harus terbiasa melihat dirimu sendiri,” ucap vanesa yang menepuk pundak dari reyhan.
“Nas, suruh tim desain untuk memulai pekerjaan untuk season selanjutnya bos kita yang akan menjadi highlint utama,” lanjut Vanessa memberi perintah ia sama sekali tidak meminta persetujuan dari Reyhan.
“Kalian....”
“huss, diam” ucap Vanesa yang memotong ucapan dari reyhan.
“Percaya dirilah bos, dalam wujud elf mu akan ada puluhan gadis eropa yang akan antri untuk mendapatkanmu,” ucap Rachel memberikan semangat kepada reyhan.
“Ini bukan masalah percaya diri atau tidak, tapi sudahlah semuanya terserah kalian tapi tentu aku ingin semua itu terlihat keren jika tidak jangan harap produk itu akan kujual jika dalam pandanganku kurang enak,” balas reyhan yang menyerah.
“Siap, ucap mereka serentak.
Hari itu berakhir dengan sangat Baik karena memang sudah terlalu malam untuk kembali bermain , besoknya ia baru kembali ia bermain dan melihat kalau saat ini Enzy berusaha untuk menanyakan masalah Gereja Ia.
Aether sedikit bertanya tentang masalah yang terjadi karena Kemarin ia logout tidak ada perdebatan seperti ini, “Sepertinya orang tua itu tahu dimana letak dari pusaka yang kita cari namun mereka menolak untuk memberitahukan masalah ini jika kita tidak pergi menolong anak yang sedang diculik oleh para dark Elf yang ada di daerah sebelah.”
Piko menjelaskan kalau mereka telah mendapatkan misi untuk menyelamatkan sang anak kepala desa yang sepertinya diculik dengan beberapa warga dari ketua elf yang ada di desa ini.
Di desa ini ada beberapa ras yang hidup berdampingan, seperti apa yang diceritakan oleh Nomos tapi mereka sudah jauh menurun dan mereka tinggal ada puluhan orang yang tinggal Di desa ini.
Semua itu terjadi karena kurangnya persatuan yang ada di desa dan sekarang setelah mendapatkan serangan dari dark Elf membuat beberapa warga lagi meninggalkan tempat ini.
“Sudahlah, mari dengarkan mereka dan coba selamatkan orang orang yang berasal dari desa ini,” ucap Aether.
“Seteju, aku juga penasaran sepertinya orang tua bersedia menikah putra dengan siapa saja yang berhasil menyelamatkan putranya itu.”
Sang kepala desa merupakan seorang elf yang terlihat sangat tampang, walaupun sedikit tua itu masih cukup membuat pico menjadi membahayakan bagaimana gantengnya nanti putra dari kepala desa ini.
Sehingga ia sangat bersemagat untuk menyelamatkan anak dari sang kepala desa dan membuat elf yang ganteng tersebut menjadi tergila gila kepadanya.