VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
ya gitu- gitu aja si



Aether


Job: Asura/


Ras: elf


Level; 70


STR: 350 +56


DEX: 350 + 28


AGI: 350+ 40


Int:  350 + 15


Fighting spirit: 70


Faith: 50+ 150


Rift: 125


Setelah mengumpulkan barang-barang yang ada disana termasuk beberapa barang yang dijatuhkan oleh Aldo, ia Segera menghubungi Teman-temannya Jika ia telah Selesai di tempat ini.


“Aku ada di desa tempat Xander berada,”


“Aku dalam perjalanan.”


Kedua sahabatnya itu Segera membalas pesan  dari Aether,  mereka Sebenarnya kaget tentang Aether yang bisa menyelesaikan misinya dengan cepat . Terutama North yang awalnya ingin cepat Selesai untuk membantu Bruce dalam menyelesaikan misinya membuat jalur perniagaan, tapi Seperti biasa bos mereka itu ternyata memiliki kemampuan yang sepertinya belum ia saksikan Sepenuhnya.


Beberapa Senjata, dan berbagai peralatan yang ada di sana, tidak dilewatkan oleh Aether, baginya Semua ini adalah hadiahnya Setelah mengalahkan Aldo. 


“Sepertinya ini tidak terlalu merugikan?” ucapnya melihat berbagai keuntungan yang didapatkan.


Ia telah menghabiskan waktu terlalu banyak di tempat ini, Sehingga jika ia tidak mendapatkan keuntungan maka dipastikan ini bisa membuatnya sakit kepala Selama berhari-hari.


“Mari kita Coba Seberapa jauh perkembangan Setelah bertarung bersama dengan Aldo Selama beberapa saat,” gumamnya saat keluar dari gedung ia menemukan beberapa Dullahan yang sedang berkeliaran.


Ia Segera mengambil senjatanya dan menyerang yang tidak jauh dari tempatnya,  Aether tidak melancarkan Sebuah serangan diam-diam tapi Sebuah Serangan dari depan, benturan dari mereka pun terjadi, dan kali ini Aether tentunya tidak terlempar. Dan terlihat malah lebih unggul dari sang Dullahan.


Dengan masalah kekuatan yang dapat diatasi pertempuran yang dia lakukan dengan sangat tergesa gesa kini ia lakukan dengan mudah.


Setelah mengalahkan sang Dulahan , terlihat kebangaan tersendiri baginya.  Sehingga ia mendapatkan Sebuah ide untuk membuat Sebuah konten 


Ia tidak terlalu lama berada disana, sehingga setelah memuaskan membunuh banyak Monster yang ada di sana, ia langsung turun, dari bukit dan disambut oleh Bruce yang sudah ada disana.


Walaupun Ada Xander berada di sana Bruce sama sekali tidak memiliki keberanian untuk naik, baik itu kemampuan dan Levelnya membuatnya bahkan tidak berani untuk membahayakan untuk bertarung di atas sana.


 Saat bruce melihat Aether  Orang yang pertama berkomentar malah Xander yang ada disampingnya.


“Dia benar-benar telah menjadi orang yang berbeda.”


Bruce tidak tahu bagian dimana Aether terlihat berbeda, namun ia mengerti kalau Setiap Npc memiliki kemampuan khusus yang bisa membedakan Seseorang berdasarkan judul yang orang itu dapatkan.


Dan bruce merasa kalau Aether Sepertinya mendapatkan beberapa Judul Setelah mengalahkan seorang death knight yang begitu kuat.


 “Aku tidak menyangka Kalau kau bisa mengalahkan sang death knight itu secepat ini, bahkan aku mulai berpikir kau hanya mundur karena tidak bisa mengalahkannya.”


Sebuah candaan kecil Bruce lontarkan kepada Aether, siapapun yang melihat kekalahan pertama Aether, tentu tidak ada yang bisa membahayakan kalau aether bisa keluar Sebagai pemenang.


Kebanyakan orang berpikir, kalau menghabiskan waktu satu bulan itu sudah terlalu lama, tapi bagi Bruce itu sudah sangat cepat. Tapi xander ia tidak memperhatikan al itu karena  bagi Seorang npc yang memiliki pengaruh yang cukup besar ia dapat melihat berbagai judul  yang Orang miliki.


“Itu murni hanya Sebuah keberuntungan, tapi kalau tidak percaya kau bisa mengeceknya langsung diatas sana ,” balas Aether.


Bruce hanya bisa tersenyum mendengar ucapan dari Aether pasalnya Mereka tahu apa yang ia ucapkan itu hampir mustahil untuk dilakukan.


“Berbeda denganmu, aku harus kuakui kalau apa yang ingin Kulakukan disini tidak berjalan dengan baik.”


 walaupun Sudah bersama dengan Xander, bruce masih gagal untuk membuka jalur perdagangan di sini, karena masih ada beberapa gangunan dari beberapa Suku yang ada di sekitar mereka.


“apa itu?” tanya Aether


“Itu adalah Kelompok gnou, ,, ,  ,, , ,” ucap  menjelaskannya kepada Aether kejadian yang ada di tempat ini.


Bruce menjelaskan itu sambil berjalan menuju kediaman dari Xander yang ada di desa, sampai disana ia melihat kalau para penduduk sepertinya menyambut mereka dengan baik.


Walaupun Bruce bilang kalau mereka gagal mengeksekusi rencananya, tapi  terlihat ada beberapa perubahan yang di hasilnya di tempat ini.


Saat sedang asyik bercanda ria bersama dengan xander dan Bruce menceritakan pengalaman untuk membuat jalur perdagangan antara desa para barbarian yang ada di gurun ini, mereka dikejutkan oleh Sebuah info yang mengatakan kalau satu satu warga desa mereka telah menjadi korban serangan para Gnoul.


Xander terlihat sangat marah Setelah mendengarnya bahkan ia berniat untuk melakukan Serangan susulan, mereka terlalu banyak diam, tapi Jika sudah ada korban Seperti ini Suku barbarian Sama Sekali tidak bisa mentoril dan siap berperang sampai Mati.


“tunggu, jangan gegabah, kita tunggu North Setelah itu Jika kau memang masih Ingin melakukan perang, kami dengan senang hati akan membantumu.” Ucap Aether.


Aether menghentikan Xander karena ia tidak ingin Xander bertindak gegabah, dan berakhir mengantar sukunya ke arah kematian.


“Kalian ingin kau ajarkan cara berperang yang benar, Maka tunggu kedatangan dari North.” Lanjut aether dengan santai.


Sebenarnya Salah satu alasan kenapa Xander langsung memperlihatkan emosinya Adalah ia berharap Kalau kelompok dari Aether akan turun tangan membantu mereka, death knight yang begitu kuatnya bisa ia kalahkan Seharusnya para gnoul itu bukan masalah berarti bagi Kelompok mereka.


“Ia kau tinggal Sedikit bersabar, karena tidak lama lagi seharusnya North akan sampai,” ucap Bruce yang mendengarkan ucapan dari Aether.


“Jika kau tidak keberatan Bantu Saja mereka untuk mempersiapkan diri dalam peperangan.”


Aether memberikan Permintaan kepada bruce, menurutnya salah satu kelemahan utama Para  Barbarian ini adalah tidak ada komando yang bagus dalam sebuah pertempuran. Sehingga ia mereka terus menjadi ras yang paling ditindas disini.


Pada hal jika mereka bertarung dengan baik tidak memunkikan mereka bisa menjadi  ras yang terkuat yang ada di tempat ini.


Bruce mengerti apa yang Aether inginkan, Bruce juga memandu Xander untuk mengumpulkan berbagai ras barbarian dari berbagai desa untuk membentuk Sebuah alisasi sementara.


Sedangkan Aether berjalan menjauh dari pemukiman, tidak ada yang menghentikannya dan ponakan kemana arah dia Sebenarnya ingin pergi.


“Kalian Sudah terlalu lama bersembunyi bukan?  Kenapa tidak keluar dan bertarung secara langsung!”


Teriakan Aether dapat terdengar, tidak ada satupun orang yang terlihat disana, tapi Setelah beberapa saat akhirnya ada dua orang asasisin yang keluar dari bayangan Pohon.


Aether tidak berniat untuk berbasa basi,  sehingga pertarungan Segera terjadi,  tidak ada yang tahu bagaimana itu bisa terjadi tapi Aether keluar sebagai pemenang dengan mudah.


“Mengecewakan!”


Aether mengira kalau mereka adalah seorang assasin yang tingkat tinggi yang telah dipesan oleh Strum hunter. Tapi setelah bertarung Aether merasakan kalau kekuatan mereka terasa sangat biasa biasa saja.


Walaupun kecewa dengan kemampuan mereka tapi aether dilain sisi sangat puas dengan  peralatan yang mereka jatuhkan. 


“Aku berharap storm hunter sering sering mengirim yang beginian, hitung-hitung memberikan uang jajang.”


Ucapnya dengan tersenyum ceria, bagi Aether para pembunuh ini adalah uang yang dikirimkan lawannya kepadanya Sehingga siapapun yang mengirim mereka , ia berharap untuk mengirim lebih banyak lagi.


 


 


kalau ada salah kata dan  perbuatan, atau ada sebuah tulisan yang ada di karya saya satu ini menyinggung perasaan anda, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. selamat menunaikan hari raya idul fitri Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin