
Aether terus menunggu, sambil menunggu ia terus melihat medan perang, tentu pertunjukan yang paling enak untuk dilihat elf yang bisa membuat orang lain berteleportasi dan Demon yang bisa membuat rekannya mempercepat pergerakannya.
Itu membuat medan perang terlihat sangat Ramai, yang menjadi masalah dari demon itu dimana mereka tidak mengetahui keberadaannya kemampuannya terlihat sangat hebat dan cara dia bersembunyi juga tidak biasa.
“Hebat, hebat, aku tidak menyangka dalam pihak para elf ada seorang ahli seperti ini, melihatnya berusaha sangat keras membuatku semakin bersemangat untuk membuatnya semakin menderita,” ucap demon yang dari awal sudah melihatnya Aether dengan tatapan berbahaya.
Setelah puas melihat kemampuan dari Aether akhirnya ia pun bergerak, ia juga melihat kalau para rekan rekannya dia buat kerepotan oleh para elf yang ada disana.
Beberapa elf berusaha menghentikannya, tapi elf elf biasa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menghentikannya Sehingga semua elf yang menghentikannya dibunuh dengan mudah hingga akhirnya ia berada di depan Aether.
“Kau terlihat kuat, mari bertarung dengan serius,” ucapnya yang bersiap bertarung melawan Aether.
“Maaf tapi aku tidak berminat,” balas Aether Acuh tak acuh.
Yang tiba tiba berteleportasi ia bertukar posisi dengan elf yang ahli teleportasi itu, Aether sudah mengawasi para elf dengan seksama dan mengetahui demon yang mana dari tadi merepotkan pasukannya itu.
Yang dia tunggu adalah pergerakan demon kuat tadi Sehingga sehingga nantinya jika aether bergerak untuk menangkap demon itu Ia tidak diganggu oleh demon tersebut.
Dan untuk menghentikannya Aether harus menyuruh salah satu jendral terbaik para elf untuk menghentikannya dan ia pilih orang yang ahli teleportasi tersebut karena selain ia memang satu satunya yang bisa bergerak bebas ia juga meminta untuk melawan karena meara ia sudah cukup dengan tugasnya sebagai pengacau dalam medan perang.
Terlihat demon tadi terkejut bukan main setelah ia diketahui sebagai dalam pergerakan para demon yang terlihat semakin cepat, Ia terlihat berusaha kabur saat melihat kedatangan Aether kepadanya, tapi Aether membicarakan hal itu terjadi.
Dalam jarak tertentu ia bisa membuat sebuah barier, yang membuat tidak ada satupun sesuatu yang bisa kabur meninggalkan tempatnya.
“Kau harus memiliki banyak kekuatan untuk kabur dari kejaran ku,” ucap Aether yang telah menangkapnya.
Saat Aether mengurus masalah demon lain terlihat demon yang tadi menargetkan sangat marah melihat Aether yang kabur darinya.
“Mingir, aku tidak berniat untuk melawanmu,” ucapnya kepada elf yang sangat ahli dalam teleportasi itu.
Walaupun elf itu sangat ahli dalam kemampuan memanahnya tapi elf itu terlihat juga tidak ragu dalam pertempuran jarak dekat karena selain menggunakan Panah ia juga ahli dalam menggunakan Pisau.
Tapi setelah mereka bertarung selama beberapa menit akhirnya mereka terlihat perbedaan yang sangat jelas dimana sang elf sama sekali tidak bisa memberikan luka kepada demon itu.
Malah terlihat gerakannya yang terbaca sehingga elf teleportasi ini terkena sebuah pukulan yang sangat telak.
Tapi pukulan itu terlihat tidak berakhir sampai disana saja ia terlihat ditarik mendekat sehingga ia tidak bisa kabur lagi, “Kau sudah berakhir,” ucap demon itu yang berniat untuk melakukan serangan penghabisan kepada elf itu.
“Memang, dan sekali lagi memang aku tidak berniat untuk menang,” balasnya segera setelah itu ia segera menghilang.
Yang ternyata ia bertukar posisi dengan Aether, yang juga telah menyelesaikan tugasnya menghabisi demon yang lainnya.
“Kerja bagus! Istirahatlah untuk semenatara waktu, dan lihat bagaimana perkembangan pertarungan,” ucap Aether.
“Hati-Hati, ia cukup kuat,” balas rekan dari Aether.
Lawan yang tentunya tidak akan mudah, sang demon akhirnya mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu sebuah lawan yang sesuai dengan apa yang terjadi.
“kali ini kau tidak akan kabur lagi bukan!” ucap demon yang terlihat mengejek Aether yang tadi kabur.
“Apa pada demon sekarang akan berbicara masalah prinsip ksatria,” Balas Aether yang memang sang ekspresi terheran heran sepernahnya ia mengejek demon ini yang terlihat terus mempermasalahkan ia yang tidak ingin bertarung dengan mereka.
Tentu sudah menjadi rahasia umum kalau para demon terkenal akan kelicikannya sehingga saat aneh rasanya kalau para demon ini terlihat marah marah karena Aetherr lebih licik dari pada mereka.
Dengan begini, bukan kami yang berada dalam keadaan bertahan bukan?” lanjut Aether yang memulai serangannya.
Hal pertama yang dia lakukan memasang arena bertarung untuk mereka berdua sehingga tidak akan ada lagi yang bisa mengganggunya dalam pertarungan nanti.
“Dalam barier ini tidak ada yang bisa keluar selama salah satu dari kita masih ada yang hidup,” ucap aether yang berniat meladeni demon ini sampai akhir.
Sang demon hanya tersenyum puas karena penilaiannya selama ini kepada Aether tidak salah Ia memang adalah seorang kesatria sejati sehingga mereka akhirnya bertarung sepuas hati mereka.
Ia mendapatkan beberapa bocoran kalau demon ini memiliki sebuah kekuatan Aneh yang membuatnya dapat memprediksi setiap serangan yang dilancarkan lawannya Hingga rekannya tadi dapat tertangkap dengan mudah.
Sehingga dalam pertarungan mereka Aether berusaha dalam keadaan bertahan, dan sering kali berusaha untuk melakukan konter.
“Ada apa! Bukankah tadi kau terlihat sangat percaya diri,”
“jika hanya ini kekuatan mu, aku sangat kecewa,”
“bahkan elf adi jauh lebih bagus dari padamu,”
Berbagai hinaan terus Demon itu lakukan, walaupun Aether terlihat tidak peduli dengan segala hinaan yang ada tapi demon tersebut juga tidak peduli yang dia inginkan Aether akan terganggu dengan banyaknya ia berbicara.
“Bacot,”balas Walaupun aether bukan tipe orang yang akan mudah terpancing dalam masalah seperti ini tapi mendengar demon ini lebih banyak bicara dari pada bertarung pada akhirnya ia juga terbawa suasana tapi walaupun ia terbawa suasana ia masih bisa terus fokus dalam pertempuran dan tidak berniat membuat celah sedikit pun.
“Ini sangat merekporkan,” gumam Aether.
Pasalnya kemampuan dari sakanade tidak berpengaruh kepadanya, “kai tidak berpikir hanya kau yang mengetahui cara kerja penggunaan tato bukan?” balas sang demon melihat Aether Sedikit frustasi melihat kemampuan dari tatonya yang tidak berpengaruh.
Sebenarnya salah satu Counter sejati para pengguna Tota adalah Fighting spirit atau berbagai skil sejenis dengan itu. dan sepertinya tidak penguasaannya sudah sangat tinggi sehingga ia bisa membalut tubuhnya dengan Skil itu sehingga kemampuan dari sakade sama sekali tidak bisa menyentuhnya.
“Bukan kah ka terlalu cepat untuk berpikir seperti itu,” ucap Aether.
Walaupun terlihat terpojok dan kesusahan Aether sampai saat ini belum mendapatkan lukan Sehingga ia masih meladeni demon ini dalam waktu yang lama.
Yang tidak diketahui, sebenarnya dari tadi Aether juga berusaha untuk membiasakan diri untuk bertarung dengan demon tersebut.