VOF (The Legend of Spear Master)

VOF (The Legend of Spear Master)
pertarungan sesungguhnya di mulai



(Kisah dari seorang pahlawan akan habis dalam sebuah kegelapan yang mampir dalam jatih diri seseorang)


Serangan para Dwarf bersama dengan keluarga sedap tidak berhenti disana, sekarang saat pasukan yang berada di bawah meriam yang ada di atas gedung  lasung  menyerang meriam meriam ini di kedalikan oleh para peyihir yang menguasai  sihir sacahaya.


Beberapa dari mereka adalah para penyihir dari pihak gereja, dan para dwarf memang telah memberikan ini kepada Gereja untuk dikendalikan, dan dapat  terlihat Nomos sangat bersemangat untuk memberikan perintah.


“Tembak!” perintah Nomos kepada Semua orang yang saat ini mengoperasikan meriam yang ada disana.


Sekitar ada 5 buah meriam sihir yang segera di lontarkan,  menurut apa yang para dwarf ketakan, meriap sihir itu tergatung sihir apa yang di masukkan kedalamnya itu hanya akan memperbesar dampak dari sihir yang di keluarkan disana


Sekarang para priest yang mengunakannya Sehingga Sihir sihir itu hanya akan keluar sehingga jika ada orang yang terkena Serangan Sihir dari meriam itu itu hanya akan memyembuhkan mereka tamah ada dampak apapun.


“Yang hanya kurang dari ini hanya untuk mengisi energi yang berada dalam meriam itu,” gumam raja dwarf melihat kekuatan dari meriam hasil buatannya.


“Sepertinya durabilitynya juga masih perlu ditingkatkan,” Komen Debora melihat serangannya.


Aldo tidak terlalu berkomentar fokusnya sepertinya kepada hal yang berbeda, tapi setelah beberapa saat ia segera menyuruh menghentikan serangan.


Dan menyuruh pasukan yang ada di bawah untuk mundur,  Ia menemukan ada masalah yang ada di bawah sana, para penyihir juga mengatakan hal yang sama kalau sepertinya ada masalah yang terjadi kepada para pasukan immortal.


Semua prajurit terlihat kebingungan dengan apa yang mereka dapatkan saat ini, tapi karena ini perintah dari Aldo mereka semua segera mendengarkan, Bahkan north yang dari Awal sudah menarik pasukannya dan bersiap untuk kembali bertarung.


Segera sadar kalau Sepertinya ada sebuah masalah yang terjadi, apalagi melihat Nomos yang turun dalam medan perang yang ingin mengurus masalah.


Sebenarnya tidak hanya pasukan yang ada dalam medan perang terkejut akan perubahan Suasana seperti ini, karena mereka yang awalnya dikejutkan dengan pertunjukan senjata para dwarf kini terganggu akan perubahan suasana yang terjadi.


Mereka segera memberondong Vanessa dengan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi, “Jika kalian bertanya kepadaku aku harus bertanya kepada siapa?” ucapnya  dengan senyum yang merasa tidak enak.


Mereka segera tidak lagi menuntut banyak , ini adalah definisi saat Orang good looking akan selalu memaafkan.


“Sepertinya jendral utama menemukan ada masalah dengan musuh sehingga  kalian akan melihat pertunjukan kekuatan dari Archbishop gereja Gaia.”


Berbagai komentar segera meledak, untuk mengomentari apa yang terjadi.


“Apa ini masih sebuah perang yang saya harapkan,”


“orang-orang di desa ini benar benar tahu cara membuat sebuah kejutan,”


“Siapa yang akan menduga kalau alur perang menjadi sebuah hal yang tidak terduga seperti ini,”


“Jujur awalnya terlihat kecewa melihat perang yang terlihat tidak seru, mungkin terlihat mengejutkan melihat  takkalasi unggul tapi aku juga kecewa kalau perang terlihat pertarungan terlihat membosankan.”


(Ding donasi sebanyak 5 juta rupiah masuk “Tolong arahkan kamera menuju tempat para petinggi aku ingin melihat pembicaraan yang mereka lakukan kesana.”)


Pemberitahuan donasi masuk segera mengalihkan perhatian Vanessa, ia cukup terkejut melihat  ada donasi karena berbagai donasi yang mereka terima biasanya tidak lebih dari satu juta.


Tapi melihat donasi sampai lima juta hal ini membuatnya sedikit terkejut, sebenarnya kan sudah banyak cerita seorang steremer di sawer banyak, bahkan pernah ada Seseorang yang pernah disawer 1 miliyar.


Bukannya menuruti  apa yang orang itu katakan ia malah menantang orang orang untuk lebih banyak orang berdonasi.


[Ding]


[Ding]


[Ding]


[Ding]


Pemberitahuan kalau donasi Masuk segera terkumpul ia hanya menahan untuk mengumpulkan donasi Sebesar 30 juta, uang yang masuk saat itu sudah lebih dari 70 juta rupiah.


Sehingga Vanesa Segera memberikan arahan kepada operator yang ada di kantor  untuk segera mengarahkan Monitor ke sana.


Semua orang yang berada dalam kantor segera senang bukan Main karena melihat Donasi yang terus mengalir ke rekening mereka , Mereka tahu kalau Bos akan senang akan hal ini jika mengetahui kalau seteream yang mereka telah rencanakan berhasil dengan baik.


Sedangkan saat ini di medan perang sedang kacau Balau dengan hanya bermodalkan sebuah skil {purification} sebuah skil biasa yang sebenarnya dimiliki orang orang yang berasal dari Gereja.


Tapi di tangan seorang Archbishop dengan mudah sebuah skil yang terlihat sederhana itu langsung membuat sebuah pasukan dari immortal ini rata dengan tanah.


Setelah melakukan sesuatu sesuai dengan perintah dari Aldo Ia segera naik ke tempatnya semula, “Bagaimana apa kau sudah menemukan musuhnya,” ucap Nomos.


“Lumanyan, biarkan aku yang mengurusnya,” ucapnya sambil memanggil beberapa Klon dengan beberapa perintah mereka segera berpencar untuk mengurus masalah itu.


Setelah dibersihkan  terlihat pasukan itu terlihat lebih lama lagi untuk muncul sehingga pasukan takkalasi terlihat lebih santai.


Pertarungan kali ini memang terlihat tidak terlalu seru untuk di lihat dari segi pertarungan, tapi dari berbagai segi mala terlihat sangat mengejutkan.


North sudah bersiap, pasukan nya juga telah dipanggil, dan bersiap untuk melakukan pertarungan. “sepertinya aldo sedang melakukan sesuatu,  dan musuh sedang sadar akan hal itu,”  ucap north memberikan arahan kepada Fiwi dan Kumara untuk melakukan tugasnya.


Mereka membagi diri, mereka yang memiliki bagaimana peta kekuatan musuh merasa mereka tidak perlu melakukan taktik untuk mengalahkan musuh secepat mungkin.


Dan memang benar kalau mereka saat itu tidak perlu banyak Waktu untuk menyelesaikan mush yang bahkan saat itu belum siap untuk bertarung mereka masih tahap di bagkitkan mereka sudah di bantai oleh pasukan dari Desa takkalasi.


Mereka terus melakukan itu, di area mereka masing masing ada sebuah tempat dimana para pasukan pasukan immortal terus bertangan, hal ini memngigunkan tapi mereka terus membunuh semua pasukan Yang ada kerena memang itu adalah perintah.


Hingga suatu saat Mereka tidak merasakan kalau akan ada lagi Pasukan yang akan bangkit, dan mereka pun mendapatkan perintah untuk kembali dalam posisi masing masing.


“Dengan begini seharusnya ia akan muncul,” ucap Aldo yang baru saja selesai menyelesaikan tugasnya .


Dan memang benar benar langit yang awalnya terlihat sangat terang kini terlihat perlahan menjadi hitam, disini mereka baru sadar kalau musuh sesungguhnya baru saja datang.


“Aku tidak menyangka Kalau sebuah desa dimana berbagai suku dan ras dapat bersatu memiliki seseorang yang dapat menemukan trikku.”


Terdengar suara seseorang yang tidak tahu keberadaannya, trik awal tadi Hanyalah awal dari penderitaan yang sebenarnya dengan munculnya suara tersebut perlahan juga muncul berbagai deat knife yang memiliki yang membuat semua penonton merinding.