
Semua orang terkejut melihat reyhan kalah dengan sebuah alasan yang sangat konyol, tapi pada akhirnya berhasil melihat di depan mata mereka sendiri kalau bosnya itu masih bisa di kalahkan, walaupun itu dengan sebuah yang bisa tergolong cara licik.
Tapi sepertinya reyhan tidak mempermasalhkan masalah ini, ia bukanlah orang-orang yang berusaha mencari alasan dari setiap kekalahan, “PAda akhirnya, Sepertinya aku juga menjalani kehidupan yang terlalu damai Seperti apa yang aku katakana tadi,” ucapnya.
Ucapannya yang ia gunakan untuk mengejek isabela malah berbalik kepadanya, “Aku tidak peduli dengan masalah kecil Seperti itu, yang penting selama sebulan kedepan aku tidak perluh memikirkan masalah makanan.” Ucapnya keluar dari tempat sparing.
“Sudah ku bilang saranmu itu akan sangat berguna bukan,” lanjtunya saat ia bertatapan dengan Daniela dan kawan kawan.
Daniela hanya memberikan balasan jembol seolah ia mengangumi pelajaran yang di perlihatkan oleh isabela tadi, “Ngomong-ngomong di sini apakah di tempat ini ada peralatan p3k?” Tanya isabela sambil memperlihat luka yang dia terimah dari pukulan –pukulan dari reyhan.
Sehingga Daniela segera menyuruh salah satu orang yang ada disana untuk segera memberikan bebagai pelaralatan untuk merewat luka-luka itu.
“Bos, di masa lalu bos laki-laki kita ini tidak tergabung dalam organisasi pembunuh banyaran bukan?” bisik Nas ke Vanesa.
Melihat berbagai kenalan dari reyhan, dan melihat kenalan reyhan yang sangat sedikit ia mulai berpikir di masa lalu reyhan ini seorang pembunuh banyaran.
“Jangan kau, bahkan aku mulai berpikir hal yang sama,” ucap vanesa dengan sedikit terseyum.
Reyhan terlihat tidak menyusul, saat salah satu orang melihat itu ia berusaha memberikan kata kata semangat, namun itu di hentikan oleh isabela dan boni.
“biarkan ia Sendiri selama beberapa saat, bisa aku minta tolong kalian memberikan sedikit tor singkat ke perusahan kalian ini, karena kemunkinan besar untuk waktu yang tidak di tentukan aku akan lebih sering berada di sini.”
Baik itu boni dan vanesa sudah sangat mengenal reyhan, termasuk itu kebiasan mereka setelah selesai melakukan pertarungan.
Dalam pertarungan atau dalam keadaan spraring Seperti tadi, reyhan membanginya dalam tiga kondisi, yaitu ia memang kalah dalam hal teknik, seperti kekalahan saat melawan pempin sedap family, dalam pertarungan mengunakan tombak.
Kedua ia kalah karena sebuah kesalahan yang dia perbuat, seperti pertarungannya tadi, dimana setelah selesai mengalami kekalahan seperti ini ia biasanya akan melakukan sebuah mediasi, untuk dalam keadaan yang sama ia tidak akan melakukan sebuah kesalahan yang sama pula.
Ketiga adalah kekalahan, karena ia sedang sial, ini sering kali terjadi saat ia bertarung dengan boni, sehingga ia tidak pernah terlalu berpikir jika itu terjadi karena pada dasarnya itu hanya sebuah kekalahan karena ia memang sedang dalam keadan sial.
Dengan waktu singkat isabela berhasil merebut hati semua orang yang bekerja dalam tempat reyhan, saat ia diajak untuk sedikit berkeling dalam tempat ini, ia sedikit bercerita bagaimana pertemuannya dengan reyhan.
Tidak lupa ia memberitahukan kepada mereka kalau dalam kampus kali ini, ia akan mengunakan reyhan sebagai wakil dosen saat mengajar beberapa mata pelajaran yang dia sukai nantinya.
Isabela berharap dengan reyhan yang di jadikan sebagai asisten dosen itu tidak akan berbagaruh banyak dalam jadwalnya di peruashaan ini, “Tenang saja, ia sudah benar benar menjadi bos disini Sehingga beberapa haripun ia tidak hadir itu tidak akan berpegaruh banyak.”
Vanesa menjelaskan posisi reyhan di tempat ini, Sehingga untuk masalah jadwal Seharunya itu tidak akan menjadi masalah, jika mungkin ada yang bermasalah jadwalnya bermain Sedikit berkurang.
“tentu ia sangat lanyak, dan Sebuah kurikulum pelajaran mereka, aka nada sebuah pembahan dimana mereka akan membahas tentang sebuah game yang membuat nama reyhan menjadi sangat terkenal dalam pihak pengembang permainan, sehingga tidak ada satupun orang yang lebih lanyak darinya menjelaskan game pembunuh itu.”
Isabela menjelaskan secara singkat bagaimana death game menjadi salah satu pembehasan mereka. Death game mungkin di kabarkan mnjadi Sebuah game yang sudah membunuh ratusan lebih orang, tapi di saat yang sama jika di lihat dari kacamata pengembang permainan hingga saat ini masih belum ada sebuah permainan yang bisa mengalhkannya.
Baik itu alur cerita, atau berbagai aspek, deat game atau nama aslinya prmainan sang penguasa, semuanya saling menyempurnakan Sehingga jika itu di beda dengan baik aka nada berbagai hal yang bisa di pelajari dari game itu.
“Semakin aku mendegarnya semakin membuatku penasaran bagaiamana tingkat kesusahan dari permainan itu,” gumam Nas pelan.
“jika kau penasaran, kau bisa meminta filenya kepada reyhan sebagai orang yang berhasil menamatkannya ia secara tidak resmi pemilik dari permainan itu,” ucap isabela membuat semua orang terkejut bukan main.
“Jadi saat ia bilang bisa memberikan filenya, ia tidak berbohong akan hal itu,” gumam Daniela.
“bukan memberikan file mungkin lebih tepatnya ia membuat orang yang dia inginkan masuk dalam permainan itu,” lanjut isabela.
“Jadi sekarang bos mu itu jika ingin membunuh seseorang tingal membangikan berbagai file game itu kepada mereka dan selama mereka penasaran untuk memainkannya, dalam kurung waktu kurang dari satu tahun kemungkina orang itu mati bisa mencapai 70%,” balas isabela sedikit bercanda.
“Berhenti bercanda dengan mereka, itu akan merepotkan kalau tiba-tiba ada yang mati karena serangan jantung dan aku yang malah menjadi orang yang tertudu karena rumor aneh yang kau sebarkan,” ucap reyhan.
Ucapan daru reyhan ini malah membuat mereka berpikir kalau apa yang tadi di ucapkan oleh isabela itu adalah sebuah kenyataan.
“ingatkan aku untuk tidak menerimah game apapun yang kau berikan kepadaku,” orang pertama yang berkomentar adalah nas.
“Setuju, ingatkan kau juga,” di ikuti Rachel, dan beberapa orang lainya.
Melihat itu mereka pun tertawa bersama, hal ini membuat hubungan isabela semakin dekat dengan orang-orang di kantor reyhan.
Setelah sudah cukup bercandanya, isablapun pulang, ke tematnya, dan satu persatu orang –orang yang berada Dalam kantor juga pulang menyisahkan reyhan yang juga ingin beristirahat karena besok ia masih harus masuk kampus dan menerima berbagai pembelajaran lainnya.
Tentu ia masih membutuhkan waktu untuk menjadi asisten dosen dari isabela, Sehingga untuk di hari hari awal ia masih harus berperang sebagai mahasiswa yang baik Sehingga nantinya saat ia menjadi seorang asisten dosen tidak aka nada yang protes akan hal itu.
Dan ini sudah di pesankan oleh isabela terutama besok, karena sudah terlalu kelelahan ia akhirnya terlihat tertidur dengan pulas karena besoknya ia memang harus bangun lebih pagi agar tidak terlambat masuk dalam kelas pertama.
Dimana kelas pertama mata pelajarannya tentang sejarah game, karena hanya ada satu mata pejaran Seharunya ia bisa pulang lebih cepat.