
Kelompok dari Aether bergerak secepat mungkin, Saat mereka berusaha melewati salah satu kamp Goblin, mereka menemukan seseorang yang lewat dengan santai.
Ia sepertinya orang yang pertama melaporkannya adalah Kurama, yang mendengar suaranya nyanyian orang tersebut , mereka saat itu sedang beristirahat, untuk makan sehingga zegion segera memanggilnya sedangkan Kumara melaporkan itu kepada Aether dan Aldo yang sedang ada sesuatu yang mereka kerjakan.
Mendengar laporan dari kumara, Aether dan Aldo segera menuju lokasi dari tempatnya mereka dan menemukan orang tersebut sedang makan bersama dengan Zegion sepertinya mereka sedang mengobrol santai.
Saat Aether datang bersama dengan Kumara, Zegion segera memperkenalkan Aether sebagai gurunya, sebelum kesana Aether sudah mengirimkan pesan kepada North untuk jangan mengaktifkan sihir kegelapannya.
Dari pandangan pertama, Aldo yang saat itu berada dalam pundaknya memperingatakan Aether kalau orang tersebut bukanlah orang sembarangan, saat aldo sedang berpura-pura sebagai monyet biasanya yang mengikuti tuannya.
“Aku tidak menyangka Kalau seorang elf akan mengangkat seorang manusia sebagai muridnya,” ucap Orang itu setelah melihat Aether.
“Aku juga tidak berniat melakukannya tapi akan ada beberapa kesempatan yang mengharuskan kita melakukan beberapa improvisasi,” balasnya yang mengambil tempat duduk disamping mereka.
Orang itu terlihat seperti seorang tua yang berumur 30 tahun, yang memiliki hobby unik dengan suka bersyair, tapi Bagi Aether bentuk diksi yang dipilihnya sungguh sangat buruk, orang itu suka bersyair dengan nada makanya kumara sempat mengira kalau orang itu sedang bernyanyi.
Orang itu bernama mosco, seorang yang datang dari jauh karena mendengar desahnya saat ini dalam bahaya karena serangan para Goblin yang sedang marak di bagian timur. Karena sudah seperti ini mereka mengajak mosco untuk bergabung dengan mereka.
“Btw kearah mana Desamu itu?” tanya Aether, ia tiba merasakan ada yang aneh karena ia tiba mendapatkan laporan dari north dan rangga kalau ia menemukan sebuah desa yang diserang oleh Pasukan salah satu Raja Goblin yang sedang lewat.
Mosco mulai menunjukkan arah dari tempat tinggalnya dahulu, Mosco tentu melihat ada sebuah perubahan ekspresi yang ditunjukkan aether, saat ia bertanya dan ekspresi itu semakin terlihat setelah ia menunjukkan arah dari tempat ia tinggal.
“Sial, cepat tingalkan saja semua barang barang dan ikuti Aku,” ucap Aether segera menarik Mosco.
Perasaan Mosco mulai jelek, ia hanya mengambil tombak kesayangannya dan segera mengikuti Aether, tapi ia mulai hancur setelah melihat bagaimana adanya sebuah asap pekat yang muncul di arah dimana desanya berada.
Sehingga ia mulai mempercepat langkahnya dan lebih dulu mendahului kecepatan dari Aether, ia menjadi semakin sedih setelah sampai disana Ia sudah terlambat, dapat dilihat kalau semua penduduk yang ada disana sudah terbantai, beberapa dari mereka merupakan kenalan mosco.
Sehingga dapat dilihat kalau mosco sangat sedih apalagi ia menemukan tubuh dari cucunya yang sepertinya seangkatan Zegion dan Kumara. Yang mungkin salah satu alasan kenapa ia berusaha dekat dengan zegion adalah ia mengingat sosok cucunya dalam tubuh mereka berdua.
Karena harus mengumpulkan barang-barang, kedua anak itu datang terlambat, north memantau dari Jauh, dan bruce sepertinya baru saja Login sehingga mereka baru melihat apa yang terjadi saat ini.
“Maaf aku terlambat menyadari pergerakan para Goblin itu, kami baru sadar setelah mereka berhasil melewati tempat ini,” Ucap Aether.
Kumara juga sedikit meminta Maaf karena kalau Bukan dirinya mengajak Mosco mampir ini tidak akan terjadi, tapi Mosco sama sekali tidak menyalahkan mereka.
Mosco sedikit memohon kepada Aether dan kelompoknya untuk membantu Mosco mehadan para Goblin yang ada di sana, seorang pejuang veteran memang berbeda, walaupun dalam amarah yang besar mereka bisa menentukan mana yang baik dan mana yang salah dalam sebuah pertarungan.
Aether sama sekali tidak perlu untuk bicara kedua anak itu dengan santai menerima permintaan dari moskow, dan bertingkah seolah-olah itu akan menjadi pekerjaan yang mudah.
“Selama kau tidak masalah dengan grup kami makan itu itu tidak akan menjadi masalah,” balas Aether yang memberikan sedikit jitakan kepada Kumara.
Satu persatu North keluar menunjukkan penampilan aslinya, Rangga keluar juga sebagai wujud slime yang sangat besar, dan terakhir aldo yang selama ini mengecil berubah ke mode siap tempurnya lenyap dengan armor kegelapan yang dia gunakan.
Dalam pertemuan pertama nya Aether bisa melihat kalau Mosco adalah tipe orang yang memandang tinggi manusia, sehingga dari Awal ia sudah menyuruh yang lainnya untuk tidak terlalu mendekat.
“Tidak masalah Jadi bantu saja aku,” balas Mosco karena ia takut kalau para goblin itu semakin menjauh.
Seperti apa yang dikatakan Aether ia memang adalah orang yang memandang Ras lain sebagai rendahan mungkin itu berasal dari tempat ia bekerja, Mosco awalnya hanyalah orang dari timur yang memiliki Bakat hebat dalam menggunakan tombak.
Karena rasa tinggi hatinya, ia memulai melakukan perjalannya menuju benua barat untuk berlatih dalam penggunaan Tombak Hingga ia sampai dalam sebuah kekaisaran, di kekaisaran tersebut ia mendapatkan sebuah pengajuan, dan secara perlahan ia menjadi seseorang yang sangat diakui dalam kekaisaran.
Bertemu dengan kelompok ini adalah sesuatu untuknya, awalnya Ia melihat mereka adalah hanyalah kelompok biasa, karena melihat dua orang anak yang sedang camping ia merasa kalau mereka adalah kelompok yang berusaha mencari perlindungan.
Tapi setelah ia melihat gurunya yang seorang Elf ia mulai tertarik dengan kelompok tersebut hingga ia yang awalnya hanya menyapa mereka malah terbawa dalam pembicaraan, dan lupa kalau Desanya sudah dekat.
Ia meremehkan hal itu sehingga terjadilah hal yang saat ini, ia tidak lagi peduli entah itu karena adanya seorang lizardman yang memiliki kekuatan kegelapan yang tinggi atau seorang slime yang memiliki ukuran tubuh yang sangat besar.
Mosco bergerak lebih dulu untuk mengejar para Goblin itu, sehingga Aether tertinggal di belakang, apalagi bruce yang memang tidak memiliki kecepatan.
“Tugas kita hanya membuat area bertarung yang tinggi untuk mosco,” ucap Aether memberikan arahan kepada kelompoknya.
Tentu mereka semua mengerti apa yang dikatakan oleh Aether sehingga mereka segera bergerak, mereka sudah melakukan beberapa pertarungan bersama sehingga hala seperti ini tamabh mendepat peritahpun mereka sudah tahu apa yang harus mereka lakukan.
Sebuah tugas di bagi menjadi yang baik, pertama North berusaha mengalihkan perhatian para Goblin untuk memberikan ruang kepada mosco untuk bisa lebih merangsek masuk, aldo membuat 4 clon untuk membantu Mosco untuk menyerang.
Dua anak itu bekerja sama dengan Rangga dan Bruce untuk mengambil sisi lain dari pasukan goblin, sehingga mereka bisa lebih leluasa untuk bertarung jadi Aether hanya tinggal menontong dan semuanya pun selesai.